Waspadai FOMC, Dolar AS Turun Di Sesi Eropa

Memasuki sesi Eropa hari ini, Dolar AS belum menunjukkan penguatan. The Fed diprediski akan mengabaikan risiko perang dagang karena dampaknya belum bisa dibuktikan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS diperdagangkan menurun di hari Rabu (26/Sep) siang ini. Para investor sedang menunggu ekspektasi kenaikan suku bunga 25bps dikonfirmasi oleh The Fed, serta petunjuk kenaikan Rate selanjutnya dan komentar Jerome Powell tentang perang dagang.

 

usd

 

The Fed Diprediksi Abaikan Dampak Perang Dagang

The Fed akan mengumumkan hasil rapatnya pada Kamis dini hari nanti. Berhubung kenaikan suku bunga telah diekspektasikan secara luas oleh konsensus, pasar akan lebih fokus pada Outlook kebijakan dan komentar mengenai perang dagang.

Menurut analisis ING, The Fed akan mengabaikan risiko perang dagang karena dampaknya tak akan bisa dibuktikan dalam waktu dekat. Lagipula, ekonomi domestik AS masih cukup mantap, sehingga sulit membuktikan adanya dampak buruk perang dagang. Dengan demikian, tak ada alasan bagi bank sentral AS tersebut untuk tidak menaikkan suku bunga di bulan September 2018 ini.

 

Dolar AS Menurun

Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap mata uang-mata uang mayor, menunjukkan penurunan tipis. Dalam time frame hourly, tampak level DXY menuju ke kisaran 94.13, tak jauh dari level yang terbentuk kemarin.

 

dxy

 

Sementara itu, Dolar AS melemah terbatas terhadap Dolar komoditas seperti AUD dan NZD. Mata uang New Zealand menguat setelah data Kepercayaan Bisnis New Zealand pagi tadi. Sedangkan Dolar Australia menguat karena faktor teknikal. Namun, saat berita ini ditulis menjelang pembukaan sesi Eropa, penguatan tersebut sudah menurun.

AUD/USD diperdagangkan pada level 0.7255, mulai menghapus penguatannya yang tercapai pagi tadi. Sedangkan NZD/USD diperdagangkan pada posisi 0.6656, turun dari level tinggi 0.6687.

Di sisi lain, USD/JPY turun ke 112.82 dari 112.94. Menurut Minori Uchida dari MUFG, selama bea impor AS dipertahankan pada level saat ini (10% terhadap $200 miliar barang China), maka dampaknya tidak akan terlalu besar. Saham-saham meningkat, dan sentimen minat risiko akan menjadi faktor utama yang melemahkan Yen.

285460

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


24 Sep 2019