WTON: Perkuat Kapasitas Produksi, Bangun Pabrik Baru Lagi

PT Wika Beton Tbk (WTON) berencana akan melakukan pembangunan satu pabrik beton pracetak di lahan seluas 30 hektar (ha) di wilayah Subang, Jawa Barat. Langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk terus memperkuat kapasitas jumlah produksi perseroan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

PT Wika Beton Tbk (WTON) berencana akan melakukan pembangunan satu pabrik beton pracetak di lahan seluas 30 hektar (ha) di wilayah Subang, Jawa Barat. Langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk terus memperkuat kapasitas jumlah produksi perseroan. Nantinya, pabrik baru ini akan memiliki kapasitas sekitar 300.000 ton per tahun.

Wika Beton

 

Lewat pabrik baru tersebut emiten WTON akan mulai melakukan produksi jenis beton balok dengan teknologi baru karena rencananya beton itu akan dipergunakan untuk proyek pembangunan MRT (mass rapid transit), LRT (light rail transit) serta Jembatan Layang Semanggi.

Setelah itu, produksi selanjutnya disesuaikan dengan perolehan proyek lain yang berhasil dikantongi oleh perusahaan. Proyek pembangunan pebrik WTON adalah salah satu proyek terbesar milik perseroan setelah pabrik sebelumnya yang sudah selesai di bangun di daerah Lampung selatan dengan luas mencapai 26 ha. Pembangunan pabrik baru itu diprediksi akan selesai pada akhir tahun 2016 ini.

 

Terus Berupaya Untuk Tingkatkan Kapasitas Produksi

Sejak tahun lalu, kapasitas produksi beton sudah mengalami kenaikan sebesar 200,000 ton karena adanya penambahan pada produksi di pabrik yang sudah ada yakni pabrik perseroan di Lampung Selatan. Sementara itu, kini emiten WTON sudah berhasil memproduksi beton hingga 2.5 juta ton.

PT Wika Beton Tbk membidik bahwa hingga akhir tahun 2016 nanti, perusahaan akan berhasil memproduksi 2.8 juta ton beton. Hal tersebut dinilai penting dalam memenuhi kebutuhan beton pada proyek-proyek yang akan diperoleh. Untuk itu, perseroan akan menggelontorkan dana investasi sebesar Rp 400 miliar untuk pembangunan dan meningkatkan jumlah produksi.

267797

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2013 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.