Advertisement

iklan

Yen Kian Terbenam Pasca Putusan BOJ Dan PM Shinzo Abe

Keputusan penting pemerintah Jepang hari ini yakni PM Shinzo Abe yang menunda kenaikan pajak dan tambahan stimulus bulan lalu yang diimplementasikan oleh Haruhiko Kuroda, mengurangi risiko perlambatan akibat inflasi Jepang yang belum juga mencapai target 2 persen. USD/JPY kian mendaki.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Yen anjlok ke level rendah tujuh tahun terhadap Dolar AS setelah PM Jepang Shinzo Abe memutuskan untuk mengadakan pemilu lebih awal, serta menunda rencana kenaikan pajak hingga satu setengah tahun ke depan.

yen_terbenam
Yen tergelincir menghadapi mata uang-mata uang mayor lainnya sesaat setelah Abe mengumumkan kebijakannya untuk membubarkan parlemen. Indeks Dolar Bloomberg bahkan mendekati level tertinggi lima tahunnya yang juga sempat tercapai sebelum dirilisnya notulensi rapat The Fed bulan lalu.

Menurut Sam Tuck, analis di Bank ANZ yang diwawancarai oleh Bloomberg, Abenomics harus segera digenjot dengan cepat. Kebijakan-kebijakan yang tengah digalakkan oleh Abe saat ini berdampak pada pelemahan Yen.

Yen jatuh hingga 0.3 persen ke posisi 117.17 per Dolar pada pukul 12:36 siang waktu Tokyo dari posisi yang dicapai kemarin, setelah sebelumnya mencapai 117.29, level terlemah sejak bulan Oktober 2007. Terhadap Euro, mata uang Jepang tergelincir 0.2 persen ke posisi 146.75 yang sebelumnya mencapai posisi 146.80.

BOJ Tak Ubah Kebijakan

Di samping itu, pada Rabu (19/11) hari ini juga Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda memenangkan suara mayoritas Dewan BOJ untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga meskipun Jepang dinyatakan kembali memasuki masa resesi. Bank Sentral Jepang tersebut juga menyatakan untuk tetap mengucurkan stimulus moneter tahunan dengan laju 80 Triliun Yen. Hasil pemungutan suara tentang putusan tersebut diketahui 8:1.

Keputusan penting pemerintah Jepang hari ini yakni PM Shinzo Abe yang menunda kenaikan pajak dan tambahan stimulus bulan lalu yang diimplementasikan oleh Haruhiko Kuroda, mengurangi risiko perlambatan akibat inflasi Jepang yang belum juga mencapai target 2 persen.

Namun, para pengamat yakin bahwa BOJ memiliki keperluan untuk kembali menambah stimulus. "BOJ harus menambah stimulus lagi," demikian ungkap Takuji Aida, ekonom Soceiet Generale SA yang diwawancarai oleh Bloomberg. "Perekonomian Jepang jauh lebih lemah daripada ekspektasi. Ditambah lagi inflasi yang kian menjauhi skenario BOJ."

Inflasi jepang

211968

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


15 Jul 2019