Advertisement

iklan

Yen Melemah Di Tengah Eskalasi Konflik Dagang AS-China

Perseteruan dagang antara AS dan China kembali mencuat. Yen pun melemah terhadap Dolar AS yang menguat sebagai safe haven.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Yen melemah terhadap Dolar AS di sesi Eropa Selasa (30/Okt) sore ini, sehubungan dengan kembalinya eskalasi perang dagang antara AS dengan China. Dalam wawancaranya dengan Fox News Channel kemarin malam, Trump mengatakan bahwa kesepakatan perdagangan dengan China harus tercapai. Jika tidak, maka terpaksa pihaknya akan menerapkan bea impor tambahan di akhir tahun ini.

 

China Tetap Percaya Diri Meski AS Terapkan Tarif Tambahan

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa China telah menguras kekayaan AS dengan cara yang tidak adil. Oleh sebab itu, kesepakatan perdagangan yang tercapai nantinya harus memiliki signifikansi. Jika kembali buntu, maka AS terpaksa menaikkan tarif impor dari 10 persen menjadi 25 persen pada bulan Desember. Trump juga mengancam akan menambah bea impor terhadap barang-barang China senilai lebih dari 200 miliar dolar AS.

yen

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, mengatakan bahwa China dan AS telah banyak berkomunikasi soal diskusi di semua level, termasuk kemungkinan bertemunya Trump dan Xi di Argentina dalam acara G-20 Summit, meskipun belum diungkapkan bagaimana rinciannya.

Lu menambahkan, jikapun China dan AS tidak bisa mencapai kerja sama yang bersifat win-win solution, maka China tetap sepenuhnya yakin bahwa negaranya siap dengan reformasi perdagangan yang baru dan akan tetap maju.

 

Yen Melemah Terhadap Dolar AS

Laporan tersebut membuat Yen melemah terhadap Dolar AS. Kedua mata uang sebenarnya sama-sama safe haven. Akan tetapi, Dolar AS dianggap lebih menguntungkan dalam situasi ini, dengan asumsi, ekonomi AS akan menang dalam perang dagang terhadap China. Oleh karena itu, USD/JPY naik 0.41 persen ke 112.816 saat berita ini ditulis pada pukul 17:00 WIB.

uj

Selain itu, para trader Yen akan fokus pada kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) besok. Ekspektasinya, BoJ akan mempertahankan kebijakan moneternya dan sedikit merevisi turun forecast makroekonomi Jepang.

285961

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.