Yield Obligasi AS Rebound, USD/JPY Menguat

Rilis data fundamental China dan AS meredakan kekhawatiran investor terhadap perlambatan ekonomi global. Yield Obligasi AS pun pulih dari level terendah 15 bulan.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Pada perdagangan hari Senin (1/April) kemarin, Dolar AS naik hingga berada dekat level tertinggi 2 pekan terhadap mata uang Yen. Penguatan tersebut bertahan hingga Selasa pagi ini (2/April). Dolar AS yang naik cukup signifikan versus safe haven Yen tampak didukung oleh kenaikan Yield Obligasi AS yang menjauhi level terendah 15 bulan.

Pada pukul 09:00 WIB, pasangan mata uang USD/JPY stabil berada di kisaran 111.33, setelah sempat menyentuh level 111.45 pada sesi perdagangan New York tadi malam. Dolar AS juga tercatat menguat terhadap mata uang mayor lain seperti Euro, yang pada hari sebelumnya terbebani oleh rilis inflasi dan manufaktur Zona Euro.

Yields Obligasi AS Rebound Dari Low 15

Di samping itu, Greenback juga diketahui menguat signifikan versus Dolar NZ, yang hingga saat ini masih terseret oleh statement dovish RBNZ. Tetapi, pergerakan Dolar AS tertekan versus Dolar Kanada, tercermin dari pergerakan pair USD/CAD yang turun tajam dalam 2 sesi perdagangan terakhir dan kini berada di level 1.3313.

 

Data Fundamental Solid, Yield Obligasi Menguat

Rilis data manufaktur China yang secara tidak terduga naik ke jalur ekspansi dan meningkatnya angka PMI Manufaktur AS, langsung mendorong kenaikan Yield Obligasi AS bertenor 10-tahunan sebanyak 8 basis poin. Sebagian pelaku pasar juga mengurangi kepemilikan aset safe haven mereka, sehingga Yen pun tertekan.

Yield Obligasi AS saat ini berada di level 2.492, berusaha rebound setelah menyentuh level terendah 15 bulan di level 2.34 yang tercapai pada minggu lalu. Kala itu, tengah merebak kekhawatiran pasar terhadap risiko terjadinya resesi ekonomi Negeri Paman Sam dalam waktu dekat.

"Dolar mendapat keuntungan secara luas dari kembalinya minat risiko, setelah rilis data fundamental China dan AS yang cukup kokoh mengarisbawahi surutnya kekhawatiran investor terhadap perlambatan ekonomi global. Alhasil, bursa saham dan Yield Obligasi AS naik,"  kata Shin Kadota, ahli strategi senior Barclays di Tokyo.

Saat ini, perhatian pasar sedang tertuju pada rilis suku bunga dan Statement Bank Sentral Australia yang akan dirilis pukul 10:30 WIB. Bank Sentral Australia (RBA) diperkirakan bakal mempertahankan suku bunga acuan pada level 1.5 persen. Padangan kebijakan RBA akan menjadi fokus pelaku pasar, terutama setelah RBNZ secara mengejutkan mengungkapkan pandangan dovish di minggu lalu.

287985

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.


30 Apr 2019