Advertisement

iklan

Yuan Melemah Sampai Di Level Terendah 11 Bulan

Dibandingkan dengan mata uang lain di kawasan Asia, Yuan mencatatkan kemerosotan terburuk dengan pelemahan sebesar 4.7 persen sejak pertengahan bulan Juni.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Mata uang Yuan belum menunjukkan tren positif, karena terus mencatatkan kemerosotan cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan Yuan melemah hingga menyentuh level paling rendah sejak Agustus 2017 pada sesi perdagangan Asia hari Kamis ini (19/7). Ketegangan AS-China terkait perdagangan menjadi biang di balik penurunan mata uang Yuan terhadap Greenback. Menariknya, pelemahan ekstrim Yuan dalam beberapa bulan terakhir telah meningkatkan spekulasi bahwa pejabat China "merasa nyaman" dengan penurunan nilai mata uang ini.

USDCNY - 19 Juli

Dibandingkan dengan mata uang lain di kawasan Asia, Yuan mencatatkan kemerosotan terburuk, yakni sebesar 4.7 persen sejak pertengahan bulan Juni. Yuan anjlok sebanyak 0.25 persen menjadi 6.7379 terhadap Dolar AS saat berita ini ditulis, menyentuh level yang belum pernah tercapai di sepanjang 2018.

 

Masih Terkait Perang Dagang

"Keprihatinan pasar terkait ketidakpastian dalam hal perang dagang AS-China terus membebani sentimen. Dengan demikian, (wajar bilai) investor terus melakukan aksi jual yang mendorong Yuan breakout dari 6.8 per Dolar AS," ucap Gao Qi, ahli strategi valuta asing yang berbasis di Scotiabank Singapura.

Saat Yuan merosot cukup dalam di awal bulan Juli ini, Pejabat Senior Bank Sentral China (PBoC) melontarkan komentar terkait pelemahan Yuan. Pejabat tersebut mengatakan bahwa mata uang Yuan akan tetap stabil dan tidak akan digunakan sebagai senjata dalam perang dagang.

 

Pelemahan Yuan Tidak Memberatkan Situasi China

Menurut Manajer Portofolio Pasar di PIMCO yang berbasis di Hong Kong, Isaac Meng, bank sentral tidak akan mempertahankan Yuan pada tingkat tertentu selama pergerakan Yuan masih didominasi faktor fundamental.

Ia menambahkan bahwa bank sentral China telah menunjukkan keinginan untuk mentoleransi volatilitas tinggi, dan menganggap bahwa nilai mata uang yang fluktuatif tidak akan mempengaruhi stabilitas keuangan.

Adanya sinyal negosiasi untuk masalah dagang dengan AS hampir pasti berpengaruh besar pada surplus perdagangan China. Hal itu bisa semakin melemahkan sisi fundamental mata uang Yuan. Namun lagi-lagi, hal ini tidak terlalu dipermasalahkan, karena menurut Isaac Meng, pelemahan Yuan akan membantu mengimbangi tarif impor yang dibebankan AS.

284503

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.


18 Jul 2019

15 Jul 2019