Divergensi Indikator Teknikal

  By: Martin   View: 18303    Analisa Teknikal  

Divergensi antara indikator teknikal dan pergerakan harga merupakan sinyal trading yang sering digunakan. Divergensi indikator juga bisa digunakan sebagai alat konfirmasi sebelum entry. Cara trading dengan pengamatan divergensi tidak hanya digunakan di pasar forex, tetapi juga populer diterapkan di pasar saham dan komoditi karena para pelaku yang menggerakkan harga pasar mempunyai karakteristik yang hampir sama. Indikator teknikal yang sering dilihat divergensinya terutama adalah indikator oscillator seperti RSI, MACD, stochastic, CCI dan William%R.

Divergensi indikator teknikal bisa dianggap sebagai leading indicator dan tidak terlalu sulit untuk dimonitor. Ciri utama trading dengan divergensi indikator teknikal adalah buy pada harga lembah (bottom price) atau mendekati level support, dan sell pada harga puncak (top price) atau dekat dengan level resistance. Jika diterapkan dengan parameter waktu indikator yang tepat, probabilitas kebenaran divergensi ini bisa cukup besar, walaupun kadang juga gagal, terutama jika pasar sedang didominasi oleh sentimen fundamental.

Divergensi pada indikator teknikal bisa terjadi karena melemahnya trend atau adanya momentum akan terjadinya pembalikan arah trend (trend reversal). Ada 2 jenis divergensi indikator teknikal:

  1. Divergensi reguler (regular divergence)
  2. Divergensi hidden (tersembunyi) atau hidden divergence


Divergensi Reguler

Divergensi regular digunakan untuk melihat kemungkinan terjadinya pembalikan arah trend. Jika pergerakan harga menunjukkan level Lower Low (LL), tetapi indikator teknikal menunjukkan Higher Low (HL) maka kondisi tersebut dikatakan divergensi regular bullish. Keadaan ini terjadi pada saat akan berakhirnya downtrend. Jika indikator oscillator gagal untuk membuat level Low baru, maka kemungkinan pergerakan harga akan berbalik arah dari downtrend ke uptrend.

Illustrasi untuk divergensi regular bullish:

Divergensi Indikator Teknikal
Sebaliknya jika pergerakan harga menunjukkan level Higher High (HH) tetapi indikator teknikal menunjukkan Lower High (LH) maka disebut divergensi regular bearish. Biasanya keadaan ini terjadi pada saat akan berakhirnya kondisi uptrend. Jika pergerakan harga telah membuat level High baru, tetapi indikator oscillator gagal membuat level High yang lebih tinggi dari sebelumnya dan malah turun ke level yang lebih rendah (Lower High), maka kemungkinan arah pergerakan harga akan berbalik dari uptrend ke downtrend.

Illustrasi untuk divergensi regular bearish:
   Divergensi Indikator Teknikal

Divergensi Hidden

Divergensi hidden (tersembunyi) digunakan untuk melihat kemungkinan terjadinya penerusan arah trend (trend continuation). Jika pergerakan harga menunjukkan level Higher Low (HL) yang mungkin terjadi akibat koreksi pada downtrend, tetapi indikator oscillator menunjukkan level Lower Low (LL) maka keadaan ini disebut divergensi hidden bullish. Dalam hal ini kemungkinan pergerakan harga akan terus ke arah uptrend.

Illustrasi untuk divergensi hidden bullish:

Divergensi Indikator Teknikal
Keadaan sebaliknya terjadi jika pergerakan harga menunjukkan level Lower High (LH), tetapi indikator oscillator menunjukkan Higher High (HH), kondisi ini disebut divergensi hidden bearish. Dalam hal ini kemungkinan akan terjadi penerusan arah pergerakan harga downtrend.

Illustrasi divergensi hidden bearish:

Divergensi Indikator Teknikal
Jika Anda cenderung trading dengan mengikuti trend (trend follower), ada baiknya Anda selalu melakukan konfirmasi dengan memonitor kemungkinan terjadinya divergensi hidden pada indikator teknikal.

 

Contoh Divergensi Reguler Dengan Indikator Stochastic

Divergensi Indikator Teknikal

Pada chart USD/CHF daily berikut tampak pergerakan harga sedang dalam kondisi downtrend dengan terbentuknya level-level lower high dan lower low. Sebaliknya indikator stochastic gagal membentuk level low baru (lower low) setelah mencapai level 20%, dan bergerak diatas level 20% serta membentuk level low yang lebih tinggi (higher low) setelah garis %K memotong %D. 

Keadaan ini mengisyaratkan akan terjadinya divergensi bullish yang berarti sinyal untuk membuka posisi buy. Sebagai konfirmasi yang sederhana kita bisa memperhatikan formasi bar candlestick yang terbentuk. Pada contoh ini kita bisa entry buy setelah formasi tweezer bottoms selesai terbentuk (gambar bawah).

Divergensi Indikator Teknikal

Dari contoh diatas kita bisa melihat bahwa divergensi pada indikator stochastic adalah leading indicator, dibandingkan dengan kaidah klasik yang hanya mengamati perpotongan garis %K dan %D dan cenderung lagging atau terjadi setelah harga bergerak. Dengan mengamati divergensinya, kita bisa mengantisipasi arah pergerakan harga selanjutnya, dalam hal ini pergerakan trend reversal akibat terjadinya divergensi regular bullish indikator stochastic.

Berikut dicontohkan kondisi divergensi hidden bearish sebagai sinyal penerusan trend (trend continuation):

Divergensi Indikator Teknikal

Pada contoh diatas kita melihat pasar sedang bergerak downtrend dengan terbentuknya level-level lower high, sedang indikator stochastic tidak membentuk level lower high melainkan higher high. Memang level stochastic telah berada diatas 80% dan secara teoritis akan turun (kaidah dasar indikator stochastic), tetapi pada keadaan normal untuk kondisi pasar yang seperti ini seharusnya stochastic akan membentuk level lower high sesuai pergerakan harga. Divergensi hidden bearish yang terjadi mengisyaratkan bahwa kondisi downtrend akan terus dan kemungkinan berlangsung lebih kuat.

Divergensi Indikator Teknikal

Perlu dicatat bahwa dalam hal ini semua kaidah dasar teori indikator stochastic masih berlaku, yaitu keadaan oversold atau isyarat bullish jika telah mencapai level 20%; dan overbought atau isyarat bearish jika mencapai 80%. Tidak hanya stochastic, tetapi juga semua indikator oscillator seperti RSI, MACD, CCI dan William%R. Namun demikian, dalam keadaan normal, semua indikator oscillator sering gagal dalam mengantisipasi arah trend. 

Sering kali kita memperkirakan harga akan turun ketika indikator stochastic atau RSI telah mencapai angka diatas 80%, tapi kenyataannya harga terus rally dan indikator tetap pada level diatas 80%, dan juga sebaliknya untuk kondisi downtrend. Dengan mengamati divergensi yang terjadi, probabilitas kaidah dasar indikator oscillator dalam memprediksi arah pergerakan harga akan semakin besar. Hanya saja perlu konfirmasi tambahan untuk menentukan waktu entry.








SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 6