Hukum Syariah Transaksi Valas

28 JUL 2011   DIBACA:6525   OLEH:GREENPIPS    KATEGORI:INVESTASI

Saya memberanikan diri untuk mencoba mengangkat topik kali ini yaitu tentang hukum syariah transaksi valas, karena banyak temen trader yang menanyakan tentang kejelasan masalah ini. Idealnya memang, sebelum kita terjun ke dalam suatu kegiatan, kita harus yakin terlebih dahulu tentang segala aspek hukum yang menyangkut kegiatan tersebut, termasuk hukum syari’ah, khususnya bagi temen-temen muslim.

hukum syariah
Saya akan mencoba mengetengahkan beberapa dasar hukum yang mungkin bisa menjadi pertimbangan kita untuk mengambil kesimpulan, bagaimana hukum kegiatan trading yang kita lakukan dalam pandangan syariah. Menurut prinsip mu’amalah syari’ah, jual beli mata uang yang disetarakan dengan emas (dinar) dan perak (dirham) haruslah dilakukan dengan tunai/kontan (naqdan) agar terhindar dari transaksi ribawi (riba fadhl), sebagaimana dijelaskan hadits mengenai jual beli enam macam barang yang dikategorikan berpotensi ribawi.

Rasulullah bersabda: “Emas hendaklah dibayar dengan emas, perak dengan perak, bur dengan bur, sya’ir dengan sya’ir (jenis gandum), kurma dengan kurma, dan garam dengan garam, dalam hal sejenis dan sama haruslah secara kontan (yadan biyadin/naqdan). Maka apabila berbeda jenisnya, juallah sekehendak kalian dengan syarat secara kontan.” (HR. Muslim).

Jadi, pada prinsip syariahnya, perdagangan valuta asing dapat dianalogikan dan dikategorikan dengan pertukaran antara emas dan perak atau dikenal dalam terminologi fiqih dengan istilah (sharf) yang disepakati para ulama tentang keabsahannya. (Ibnul Mundzir dalam Al-Ijma’:58). Emas dan perak sebagai mata uang tidak boleh ditukarkan dengan sejenisnya misalnya Rupiah kepada Rupiah (IDR) atau US Dolar (USD) kepada Dolar kecuali sama jumlahnya (contohnya; pecahan kecil ditukarkan pecahan besar asalkan jumlah nominalnya sama). Hal itu karena dapat menimbulkan Riba Fadhl seperti yang dimaksud dalam larangan hadits di atas.

Namun bila berbeda jenisnya, seperti Rupiah kepada Dolar atau sebaliknya maka dapat ditukarkan (exchange) sesuai dengan market rate (harga pasar) dengan catatan harus efektif kontan/spot (taqabudh fi’li) atau yang dikategorikan spot (taqabudh hukmi) menurut kelaziman pasar yang berlaku sebagaimana yang dikemukakan Ibnu Qudamah (Al-Mughni, vol 4) tentang kriteria ‘tunai’ atau ‘kontan’ dalam jual beli yang dikembalikan kepada kelaziman pasar yang berlaku meskipun hal itu melewati beberapa jam penyelesaian (settelment-nya) karena proses teknis transaksi. Harga atas pertukaran itu dapat ditentukan berdasarkan kesepakatan antara penjual dan pembeli atau harga pasar (market rate).

Nabi bersabda: “Perjualbelikanlah emas dengan perak semau kalian asalkan secara kontan” dan dalam hadits Ibnu Umar Rasulullah memberikan penjelasan bahwa ketentuan kontan tersebut fleksibel selama dalam toleransi waktu yang lazim, tidak menimbulkan persoalan dan tetap dalam harga yang sama pada hari transaksi (bisi’ri yaumiha). Dalam praktiknya, untuk menghindari penyimpangan syariah, maka kegiatan transaksi dan perdagangan valuta asing (valas) harus terbebas dari unsur riba, maysir (spekulasi gambling) dan gharar (ketidak jelasan, manipulasi dan penipuan).

Oleh karena itu jual beli maupun bisnis valas harus dilakukan dalam secara kontan (spot) atau kategori kontan. Motif pertukaran itupun tidak boleh untuk spekulasi yang dapat menjurus kepada judi/gambling (maysir) melainkan untuk membiayai transaksi-transaksi yang dilakukan rumah tangga, perusahaan dan pemerintah guna memenuhi kebutuhan konsumsi, investasi, ekspor-impor atau komersial baik barang maupun jasa (transaction motive).

Di samping itu perlu dihindari jual-beli valas secara bersyarat dimana pihak penjual mensyaratkan kepada pembeli harus mau menjual kembali kepadanya pada periode tertentu dimasa mendatang, serta tidak diperkenankan menjual lagi barang yang belum diterima secara definitif (Bai’ Fudhuli) sebagaimana hal itu dilarang dalam hadits riwayat imam Bukhari.

Sekarang mari kita simak ketentuan dari Majelis Ulama Indonesia, sehubungan dengan perdagangan valuta asing. Ketentuan umum tentang seputar kegiatan transaksi jual-beli valuta asing berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor: 28/DSN-MUI/III/2002 tentang Sharf pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)
  • Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan)
  • Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).
  • Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.

Adapun ketentuan mengenai hukum Jenis-jenis Transaksi Valuta Asing, dijelaskan dalam fatwa tersebut sebagai berikut:

Transaksi Spot, yaitu transaksi pembelian dan pen-jualan valuta asing (valas) untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional.

Transaksi Forward, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2 x 24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang diguna-kan adalah harga yang diperjanjikan (muwa'adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).

Transaksi Swap, yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasi-kan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maysir (spekulasi).

Transaksi Option, yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

Ok deh, apa yang saya kemukakan di atas bukanlah suatu kesimpulan. Terus terang saya tidak berani dan bukan dalam kapasitas untuk mengatakan bahwa kegiatan forex trading itu 100% halal atau haram. Silahkan anda sendiri yang mengambil kesimpulan dari uraian di atas.





Antara HYIP Dan Forex

22 JUL 2011    DIBACA:2671    OLEH:BAYU    KATEGORI:INVESTASI

Sebagai User aktif dalam dunia online/internet pastinya sudah banyak yang mengetahui mengenai kedua program tersebut, sebuah program yang sama-sama menghasilkan uang tambahan dengan cara menginvestasikan dana kita secara online/internet. Meskipun caranya sama, menginvestasikan sebuah dana yang kita miliki dengan nominal yang kita mampu, namun pada saat pelaksanaannya jauh berbeda....

Memanfaatkan Gap Saat Market Buka Di Awal Pekan

27 JUL 2011    DIBACA:6864    OLEH:GREENPIPS    KATEGORI:SISTEM TRADING

Kali ini saya akan membahas tentang bagaimana memanfaatkan Gap yang biasa terjadi saat market buka di awal pekan :) Seperti kita ketahui, pasar valas tutup selama akhir pekan, tepatnya tutup pada hari Sabtu pukul 04.00 WIB dan buka kembali pada hari Senin pukul 04.00 WIB. Di lain pihak, faktor-faktor yang mempengaruhi nilai matauang suatu Negara, seperti misalnya kondisi ekonomi...

Ayo Menabung

13 AUG 2011    DIBACA:3746    OLEH:BAYU    KATEGORI:INVESTASI

Masih ingatkah anda perkataan oranga tua saat kita masih kecil, dimana saat kita menerima pemberian uang oleh salah satu dari family kita, kemudian orang tua kita berkata "ditabung ya Nak uangnya, untuk beli baju nantinya" kemudian kita menjawab dengan polosnya "iya Bu". Namun dalam selang waktu kurang dari 30 menit kita malah menggunakannya untuk membeli sesuatu. Masih ingatkah anda...

Pengertian Bond Dalam Investasi

22 MAY 2014    DIBACA:2002    OLEH:MARTIN    KATEGORI:INVESTASI

Bond artinya surat hutang atau obligasi. Bond adalah suatu pernyataan hutang dari penerbit bond tersebut kepada pemegang bond beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. Besar keuntungan yang akan diperoleh apabila menempatkan dananya pada bond dinyatakan sebagai yield. Berbeda dengan harga saham yang dinyatakan dalam bentuk mata uang, harga bond dinyatakan dalam persentase dari nilai nominalnya....

4 Jenis Indikator Teknikal Yang Penting (2)

29 MAY 2014    DIBACA:1868    OLEH:MARTIN    KATEGORI:INDIKATOR

Dalam prakteknya tidak ada periode kombinasi yang paling akurat untuk indikator sma, namun demikian moving average adalah murni indikator arah trend yang paling banyak digunakan trader. Indikator untuk konfirmasi arah trend yang paling populer adalah MACD, selain itu arah trend juga bisa dikonfirmasikan dengan garis histogram OSMA. Setelah kita tahu arah trend yang sedang terjadi, dan telah terkonfirmasi pula, maka kita sudah punya acuan untuk entry....

Menggunakan MACD Untuk Trading Binary Options

21 MAY 2015    DIBACA:321    OLEH:GALUH    KATEGORI:STRATEGI BINARY OPTIONS

Dalam binary options, trader perlu mengetahui kekuatan tren agar bisa menempatkan option "call" atau "put" dengan lebih meyakinkan. Selain itu, analisa pada kekuatan tren juga diperlukan agar trader bisa memperkirakan expiry time yang tepat. MACD adalah salah satu indikator yang bisa mengkonfirmasi arah dan kekuatan tren. Tidak hanya pada kondisi trending, indikator ini ternyata juga sangat bermanfaat untuk trading boundary di binary options....

Korelasi Antara Forex Dan Pasar Saham

22 MAY 2015    DIBACA:291    OLEH:A MUTTAQIENA    KATEGORI:ANALISA INTERMARKET

Apakah pasar saham mempengaruhi forex, atau forex mempengaruhi saham? Korelasi antara pasar saham dan forex kadangkala samar-samar, dan kadang cuma ilusi. Tak ada jaminan kalau pasar saham jatuh maka mata uang akan jatuh juga, atau sebaliknya bergerak menguat. Dalam situasi yang berbeda, reaksinya bisa berbeda pula....

Artikel: Forex | Emas | Komoditas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito





Pengantar Forex Dasar Dasar Forex Pasar Forex Broker Forex Margin Dan Leverage Manajemen Resiko Money Management Trading Plan Analisa Teknikal Candlestick Trend Time Frame Support Resistance Pivot Point Fibonacci Indikator Teknikal Analisa Fundamental Indikator Ekonomi Bank Sentral Dunia Analisa Intermarket Sistem Trading Bank Strategi Hedging-Scalping-Martingale Price Action Psikologi Trader Forex Tokoh Forex Inspirasi Tips Trik Investasi Serba Serbi Lainnya Metatrader Robot Trading Bank Robot Trading Belajar MQL/EA MQL/EA Bank Indikator Pengantar Binary Options Broker Binary Options Strategi Binary Options Trading Otomatis Sinyal Trading Kontes Trading Fasilitas Trading E Payment


Artikel: Forex | Emas | Komoditas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito


Artikel Pemirsa
"Ingin berbagi ilmu dan pengalaman trading?" Tuliskan artikel orisinil Anda di seputarforex agar dibaca lebih banyak pemirsa.

Tulis Artikel Anda
Kembali Ke Atas Kembali Ke Atas
DISCLAIMER
  • Informasi, materi, rekomendasi, dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex, forex adalah beresiko, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, banner, broker, referral, dsb.
  • Artikel/tulisan oleh team seputarforex, boleh dijadikan acuan/ditaruh di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs seputarforex.com