Hukum Syariah Transaksi Valas

28 JUL 2011   DIBACA:5022   OLEH:GREENPIPS    KATEGORI:INVESTASI

 

Saya memberanikan diri untuk mencoba mengangkat topik kali ini yaitu tentang hukum syariah transaksi valas, karena banyak temen trader yang menanyakan tentang kejelasan masalah ini. Idealnya memang, sebelum kita terjun ke dalam suatu kegiatan, kita harus yakin terlebih dahulu tentang segala aspek hukum yang menyangkut kegiatan tersebut, termasuk hukum syari’ah, khususnya bagi temen-temen muslim.

hukum syariah
Saya akan mencoba mengetengahkan beberapa dasar hukum yang mungkin bisa menjadi pertimbangan kita untuk mengambil kesimpulan, bagaimana hukum kegiatan trading yang kita lakukan dalam pandangan syariah. Menurut prinsip mu’amalah syari’ah, jual beli mata uang yang disetarakan dengan emas (dinar) dan perak (dirham) haruslah dilakukan dengan tunai/kontan (naqdan) agar terhindar dari transaksi ribawi (riba fadhl), sebagaimana dijelaskan hadits mengenai jual beli enam macam barang yang dikategorikan berpotensi ribawi.

Rasulullah bersabda: “Emas hendaklah dibayar dengan emas, perak dengan perak, bur dengan bur, sya’ir dengan sya’ir (jenis gandum), kurma dengan kurma, dan garam dengan garam, dalam hal sejenis dan sama haruslah secara kontan (yadan biyadin/naqdan). Maka apabila berbeda jenisnya, juallah sekehendak kalian dengan syarat secara kontan.” (HR. Muslim).

Jadi, pada prinsip syariahnya, perdagangan valuta asing dapat dianalogikan dan dikategorikan dengan pertukaran antara emas dan perak atau dikenal dalam terminologi fiqih dengan istilah (sharf) yang disepakati para ulama tentang keabsahannya. (Ibnul Mundzir dalam Al-Ijma’:58). Emas dan perak sebagai mata uang tidak boleh ditukarkan dengan sejenisnya misalnya Rupiah kepada Rupiah (IDR) atau US Dolar (USD) kepada Dolar kecuali sama jumlahnya (contohnya; pecahan kecil ditukarkan pecahan besar asalkan jumlah nominalnya sama). Hal itu karena dapat menimbulkan Riba Fadhl seperti yang dimaksud dalam larangan hadits di atas.

Namun bila berbeda jenisnya, seperti Rupiah kepada Dolar atau sebaliknya maka dapat ditukarkan (exchange) sesuai dengan market rate (harga pasar) dengan catatan harus efektif kontan/spot (taqabudh fi’li) atau yang dikategorikan spot (taqabudh hukmi) menurut kelaziman pasar yang berlaku sebagaimana yang dikemukakan Ibnu Qudamah (Al-Mughni, vol 4) tentang kriteria ‘tunai’ atau ‘kontan’ dalam jual beli yang dikembalikan kepada kelaziman pasar yang berlaku meskipun hal itu melewati beberapa jam penyelesaian (settelment-nya) karena proses teknis transaksi. Harga atas pertukaran itu dapat ditentukan berdasarkan kesepakatan antara penjual dan pembeli atau harga pasar (market rate).

Nabi bersabda: “Perjualbelikanlah emas dengan perak semau kalian asalkan secara kontan” dan dalam hadits Ibnu Umar Rasulullah memberikan penjelasan bahwa ketentuan kontan tersebut fleksibel selama dalam toleransi waktu yang lazim, tidak menimbulkan persoalan dan tetap dalam harga yang sama pada hari transaksi (bisi’ri yaumiha). Dalam praktiknya, untuk menghindari penyimpangan syariah, maka kegiatan transaksi dan perdagangan valuta asing (valas) harus terbebas dari unsur riba, maysir (spekulasi gambling) dan gharar (ketidak jelasan, manipulasi dan penipuan).

Oleh karena itu jual beli maupun bisnis valas harus dilakukan dalam secara kontan (spot) atau kategori kontan. Motif pertukaran itupun tidak boleh untuk spekulasi yang dapat menjurus kepada judi/gambling (maysir) melainkan untuk membiayai transaksi-transaksi yang dilakukan rumah tangga, perusahaan dan pemerintah guna memenuhi kebutuhan konsumsi, investasi, ekspor-impor atau komersial baik barang maupun jasa (transaction motive).

Di samping itu perlu dihindari jual-beli valas secara bersyarat dimana pihak penjual mensyaratkan kepada pembeli harus mau menjual kembali kepadanya pada periode tertentu dimasa mendatang, serta tidak diperkenankan menjual lagi barang yang belum diterima secara definitif (Bai’ Fudhuli) sebagaimana hal itu dilarang dalam hadits riwayat imam Bukhari.

Sekarang mari kita simak ketentuan dari Majelis Ulama Indonesia, sehubungan dengan perdagangan valuta asing. Ketentuan umum tentang seputar kegiatan transaksi jual-beli valuta asing berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor: 28/DSN-MUI/III/2002 tentang Sharf pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)
  • Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan)
  • Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).
  • Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.

Adapun ketentuan mengenai hukum Jenis-jenis Transaksi Valuta Asing, dijelaskan dalam fatwa tersebut sebagai berikut:

Transaksi Spot, yaitu transaksi pembelian dan pen-jualan valuta asing (valas) untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional.

Transaksi Forward, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2 x 24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang diguna-kan adalah harga yang diperjanjikan (muwa'adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).

Transaksi Swap, yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasi-kan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maysir (spekulasi).

Transaksi Option, yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

Ok deh, apa yang saya kemukakan di atas bukanlah suatu kesimpulan. Terus terang saya tidak berani dan bukan dalam kapasitas untuk mengatakan bahwa kegiatan forex trading itu 100% halal atau haram. Silahkan anda sendiri yang mengambil kesimpulan dari uraian di atas.



Name:
Email:
URL:
Code:

Mengapa Memilih Menjadi Trader Forex?

31 OCT 2011    DIBACA:3133    OLEH:GREENPIPS    KATEGORI:PENGANTAR FOREX

Kalo seseorang bertanya pada anda, "Mengapa anda memilih menjadi trader forex?" Kira-kira, apa jawaban anda? Owh, tentu saja ada banyak alasan mengapa anda sekarang memilih untuk menjadi trader forex. Dari alasan rasional sampai alasan yang cenderung personal, yang kadang-kadang tidak terlalu rasional....

Trade Di Sesi Tokyo

20 NOV 2012    DIBACA:1030    OLEH:SFTEAM    KATEGORI:PASAR FOREX

Sering dikatakan bahwa sesi asia disebut juga sebagai sesi Tokyo. Pada jam-jam itulah perdagangan market disebut sebagai waktu terbaik dalam perdagangan forex karena pergerakan yang stabil dan mudah digunakan dalam trading.Diambil dari buku The Best Time of Day karangan dari David Rodriguez bahwa sebagian trader akan terkejut karena yang selama ini mereka rasakan sesi Tokyo memiliki...

Bertrading Atau Berinvestasi

26 NOV 2012    DIBACA:912    OLEH:SFTEAM    KATEGORI:INVESTASI

Kebanyakan orang ingin membangun kekayaan finansial di masa depan. Orang-orang seperti ini lebih cenderung memilih investasi atau berdagang di real estade. Memang, jika Anda melihat di daftar nama orang-orang terkaya dalam kategori apapun, sebagian besar dari mereka telah mengalokasikan bagian utama dari aset mereka di real estat. Donald Trump, yang membuat kekayaannya di real estate sangat populer dan kisah sukses tersebut membawa inspirasi bagi kita semua....

Sebuah Sorotan: Antara Perjudian Dengan Perdagangan, Gambler vs Trader, Gambling Dan Trading (1)

7 JAN 2013    DIBACA:2319    OLEH:RACHMAT    KATEGORI:INVESTASI

Dalam catatan ini, penulis mencoba menguraikan tentang berbagai jenis aktivitas usaha untuk membedakan mana usaha yang sungguh-sungguh, dan mana yang hanya sebuah "usaha". Dalam uraian ini, penulis mencoba menyoroti proses-proses yang dilakukan oleh sebagian orang. Usaha yang dianggap dapat memberkan penghasilan: berjudi atau ber-trading...

Mental Seorang Pengusaha

31 MAY 2013    DIBACA:2155    OLEH:PARMADITA    KATEGORI:INVESTASI

Seorang trader tidak terlepas dari seorang bisnisman atau pengusaha forex. Jika orang melakukan bisnis, dimanapun ia berada akan selalu mendapatkan suatu rintangan, beban, dan hambatan. Apabila mereka menyerah, pasti ia akan gagal. Begitu pula di forex perlu pula memiliki jiwa seorang pengusaha. Nah artikel ini akan mengulas tentang mental-mental yang digunakan oleh orang-orang yang berhasil sebagai pengusaha. Untuk lebih jelasnya kita lihat saja pada ulasan berikut....

Binary.com: Wajah Baru Beton Markets

17 SEP 2014    DIBACA:116    OLEH:GALUH    KATEGORI:BROKER FOREX

Sejak penggantian nama Beton Markets ke brand Binary.com, situs trading ini telah mengalami banyak kemajuan. Baik bagi pemula maupun trader binary options profesional, Binary.com dapat dimanfaatkan untuk bertrading secara maksimal, karena selain ditampilkan dalam bentuk yang benar-benar simpel dan mudah dipahami, broker ini juga menyediakan berbagai ekstra fitur dan inovasi baru seperti chart dan indikator teknikal canggih yang dapat menunjang strategi trading binary options....

24Option: Broker Binary Options Unggulan Yang Menjanjikan

17 SEP 2014    DIBACA:179    OLEH:GALUH    KATEGORI:BROKER FOREX

24Option adalah salah satu broker binary options terpopuler di kalangan trader. Broker yang muncul di akhir tahun 2010 ini terkenal karena platform tradingnya yang menarik serta berbagai macam bonus untuk kliennya. Saat ini, 24Option dikenal sebagai broker yang inspiratif dan terpercaya, serta memiliki fasilitas pendukung trader pemula yang baik....

Artikel: Forex | Emas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito





Pengantar Forex Dasar Dasar Forex Pasar Forex Broker Forex Margin Dan Leverage Manajemen Resiko Money Management Trading Plan Analisa Teknikal Candlestick Trend Time Frame Support Resistance Pivot Point Fibonacci Indikator Teknikal Analisa Fundamental Indikator Ekonomi Bank Sentral Dunia Sistem Trading Bank Strategi Hedging-Scalping-Martingale Price Action Psikologi Trader Forex Tokoh Forex Inspirasi Tips Trik Investasi Serba Serbi Lainnya Metatrader Robot Trading Bank Robot Trading Trading Otomatis Belajar MQL/EA MQL/EA Bank Indikator Ulasan Produk


Artikel: Forex | Emas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito


Artikel Pemirsa
"Ingin berbagi ilmu dan pengalaman trading?" Tuliskan artikel orisinil Anda di seputarforex agar dibaca lebih banyak pemirsa.

Tulis Artikel Anda
Kembali Ke Atas Kembali Ke Atas
DISCLAIMER
  • Informasi, materi, rekomendasi, dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex, forex adalah beresiko, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, banner, broker, referral, dsb.
  • Artikel/tulisan oleh team seputarforex, boleh dijadikan acuan/ditaruh di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs seputarforex.com