Menu

15-16 Juli 2019: GDP China, Notulen RBA, CPI Selandia Baru

Martin

Data dan peristiwa berdampak hari ini adalah GDP dan output industri China, serta pidato Fed Williams. Besok ada notulen RBA dan CPI Selandia Baru.

Senin, 15 Juli 2019:

GDP menyatakan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu, dan dianggap sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi yang biasanya diumumkan per kuartal. Di China, data ini dirilis oleh Biro Statistik Nasional.

Rilis data berupa persentase perubahan dibandingkan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya (quarter per year atau q/y), dan perubahan per kuartal (quarter per quarter atau q/q). Data pertumbuhan China bisa berdampak pada pasar karena pengaruh China pada perekonomian global yang dianggap signifikan.


Sejak pertengahan tahun 2013 hingga kuartal ketiga tahun 2016, pertumbuhan ekonomi China (q/y) terus turun akibat perlambatan investasi di sektor manufaktur dan properti. Baru pada kuartal keempat tahun 2016, performa ekonomi China mulai rebound. Sayangnya, sejak kuartal ketiga tahun 2017, GDP China stagnan pada +6.8% dan kembali mengalami kontraksi.

Kuartal pertama tahun 2019, data GDP tumbuh 6.4%, lebih tinggi dari perkiraan +6.3% dan sama dengan kuartal sebelumnya (terendah sejak kuartal pertama 2009). Sementara untuk basis per kuartal (q/q), GDP tumbuh 1.4%, terendah sejak kuartal pertama 2016. Pertumbuhan kuartal pertama disebabkan oleh meningkatnya output sektor industri, sektor ritel, dan investasi.

Untuk kuartal kedua tahun 2019, diperkirakan GDP China q/y akan kembali turun ke +6.2%, dan q/q diperkirakan naik ke +1.5%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung berdampak positif pada AUD dan NZD.

 

Indikator yang disebut juga dengan Industrial Output ini mengukur hasil produksi yang dihasilkan oleh sektor manufaktur, pertambangan, dan industri lainnya di China. Karena China merupakan partner dagang utama Australia, Kanada, dan Uni Eropa, maka perubahan output industri yang merupakan penggerak utama ekonomi China akan sangat mempengaruhi kondisi perekonomian negara-negara dan kawasan tersebut.

Industrial Production dianggap sebagai salah satu indikator awal bagi laju perekonomian China. Hasil rilis berupa persentase perubahan dengan bulan sebelumnya (month over month atau m/m), dan perubahan yang dibandingkan dengan bulan sama pada tahun sebelumnya (year over year atau y/y).


Bulan Mei lalu, output industri China y/y naik 5.0%, lebih rendah dari perkiraan naik 5.4%, dan menjadi yang terendah sejak tahun 2002. Sementara untuk m/m, Industrial Production naik 0.36%, terendah sejak Maret 2018. Dibandingkan bulan sebelumnya, produksi sektor pertambangan dan bahan kimia mengalami kenaikan, sementara sektor manufaktur mengalami penurunan yang signifikan akibat dampak sengketa dagang dengan AS.

Untuk bulan Juni 2019, diperkirakan output industri China y/y akan naik 5.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD dan NZD menguat.

 

Presiden Federal Reserve Bank of New York yang juga anggota FOMC, John Williams, dijadwalkan berbicara dalam acara London Inter-bank Offer Rate (LIBOR) Transition Briefing di New York. Isi pidato Williams bisa dibaca di sini.

 

Selasa, 16 Juli 2019:

Sama dengan Australia, Biro Statistik Selandia Baru hanya merilis data CPI tiap kuartal dalam format quarter per quarter (q/q) dan quarter per year (q/y) atau inflasi tahunan. Data CPI yang mengukur tingkat inflasi ini selalu diperhatikan oleh RBNZ sebagai pertimbangan dalam menentukan suku bunga.


Kuartal pertama lalu, CPI total q/q naik 0.1%, lebih rendah dari perkiraan naik 0.3%, dan sama dengan kuartal sebelumnya (terendah sejak tahun 2018). Sementara untuk basis tahunan (q/y), CPI total naik 1.5%, lebih rendah dari perkiraan naik 1.7%, dan menjadi yang terendah sejak kuartal kedua tahun 2018. Kenaikan inflasi tahunan tersebut disebabkan oleh naiknya harga rumah (+3.0%), sektor konstruksi (+3.6%), harga makanan (+1.3%), dan biaya rekreasi (+0.8%).

Untuk kuartal keduaa tahun 2019, diperkirakan CPI total q/q akan naik 0.6%, dan q/y akan naik 1.7%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan NZD menguat.

 

Notulen meeting ini dirilis 11 kali setiap tahun, sekitar 2 minggu setelah pengumuman suku bunga oleh RBA. Pertama kali dirilis pada Desember 2007, notulen ini penting diperhatikan karena menyangkut pandangan bank sentral terhadap kondisi perekonomian Australia pada saat menentukan tingkat suku bunga. Jika hasil meeting secara keseluruhan dianggap hawkish, maka AUD akan cenderung menguat. Sementara jika dovish, AUD akan cenderung melemah.

Pada meeting terakhir tanggal 2 Juli lalu, RBA kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 0.25% ke level +1.00%, sesuai dengan perkiraan pasar. Level suku bunga ini adalah yang terendah sejak tahun 1990.

Dalam Statement disebutkan bahwa pemotongan suku bunga dilakukan untuk mendukung pertumbuhan pasar tenaga kerja dan inflasi yang sesuai target. Bank sentral juga akan terus memonitor perkembangan pasar tenaga kerja dan menyesuaikan kebijakan moneter jika diperlukan. Notulen meeting bulan Juli 2019 bisa dibaca di sini.

 

Keterangan : Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.






KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE