Menu

15-19 Oktober 2018: Notulen FOMC Dan Perdagangan Indonesia

Martin

Minggu lalu, pertemuan IMF di Bali membantu stabilnya nilai tukar Rupiah. Minggu ini, Rupiah akan dipengaruhi oleh neraca perdagangan Indonesia dan notulen FOMC.

Analisa mingguan USD/IDR berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar minggu lalu (12 Oktober 2018), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Sepanjang minggu lalu, Rupiah bergerak sideways pada level 15175 hingga 15265 per US Dollar. Rupiah kemudian ditutup pada level 15200, atau melemah 0.16% dibandingkan penutupan minggu sebelumnya yang 15175. Pelemahan US Dollar akibat anjloknya pasar saham dan CPI AS bulan September yang di bawah estimasi, tidak membuat mata uang Garuda semakin kuat. Hal itu kemungkinan berkaitan dengan IMF yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini dari 3.9% menjadi 3.7%.

Belum ada pernyataan penting dari para pejabat otoritas keuangan terkait nilai tukar Rupiah. Sepanjang minggu lalu, mereka sedang fokus pada pertemuan IMF-Bank Dunia yang diadakan di Bali. Dalam forum tersebut, Gubernur BI Perry Warjiyo bertemu dengan ketua The Fed Jerome Powell, membahas mengenai dampak normalisasi kebijakan moneter yang dilakukan The Fed terhadap negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

Sementara itu, Managing Director IMF, Christine Lagarde, memuji pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kebijakan moneter yang telah dilakukan BI sehingga tidak menambah tekanan pada Rupiah.


Minggu ini akan dirilis data neraca perdagangan Indonesia bulan September yang diperkirakan masih akan defisit sebesar USD0.50 miliar, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang defisit USD1.02 miliar. Dari AS akan ada notulen meeting FOMC bulan lalu dan data penjualan ritel bulan September.

Jika Rupiah melemah, resistance kuat USD/IDR ada pada level 15260 hingga 15300. Sedangkan jika menguat, support ada pada level 15175 hingga 15100.

 

Jadwal Rilis Data Fundamental

Senin, 15 Oktober 2018:


 

Rabu, 17 Oktober 2018:


 

Senin, 22 Oktober 2018:


 

Data dan peristiwa berdampak dari AS minggu ini: Notulen meeting FOMC, Retail Sales, perumahan, JOLTS, dan pidato Fed Quarles.

 

Tinjauan Teknikal



klik gambar untuk memperbesar

Chart Daily : bergerak sideways dengan kecenderungan USD/IDR masih bullish (Rupiah cenderung melemah):

  1. Harga masih berada di atas kurva middle band indikator Bollinger Bands, dan titik indikator Parabolic SAR berada di bawah bar candlestick.
  2. Kurva indikator MACD masih berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.
  3. Garis histogram indikator ADX berwarna hijau dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat.

Level Pivot mingguan : 15213.33

Resistance : 15261.73 (level 123.6% Fibo Expansion) ; 15327.00 ; 15400.00.

Support : 15173.18 (100% Fibo Expansion) ; 15100.00 ; 15070.61 (76.4% Fibo Expansion) ; 15014.57 (61.8% Fibo Expansion) ; 14967.55 (50% Fibo Expansion) ; 14920.00 (38.2% Fibo Expansion) ; 14885.00 ; 14816.00 ; 14768.00 ; 14700.00 ; 14640.00 ; 14580.00 ; 14543.00 ; 14488.00 ; 14440.00 ; 14388.00 ; 14298.00 ; 14210.00 ; 14171.00 ; 14106.00 ; 14038.00 ; 13983.00.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 55 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; ADX (14).

Fibonacci Expansion :






KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE