Menu

16 November 2022: Retail Sales AS, Inflasi Inggris Dan Kanada

Martin

Data berdampak hari ini adalah Retail Sales AS, CPI Inggris dan Kanada, serta indeks upah per jam Australia.

Rabu, 16 November 2022

Data ini dirilis oleh biro statistik Australia setiap kuartal untuk mengukur persentase perubahan upah per jam dari perusahaan milik pemerintah maupun swasta. Besaran upah merupakan indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi besaran inflasi, karena meningkatnya upah akan menyebabkan naiknya inflasi di tingkat konsumen (CPI). Rilis data berupa persentase perubahan secara kuartalan (quarter per quarter atau q/q) dan perbandingan kuartal tahun ini dengan tahun sebelumnya (quarter per year atau q/y).

Kuartal kedua lalu, upah per jam di Australia naik 0.7% q/q, lebih rendah dari perkiraan naik 0.8%, tetapi menjadi yang tertinggi sejak kuartal pertama 2014. Data upah q/y naik 2.6%, lebih rendah dari perkiraan naik 2.7%, tetapi merupakan yang tertinggi sejak kuartal ketiga 2014.

Untuk kuartal ketiga 2022, upah per jam q/q diperkirakan naik menjadi 0.9%, dan q/y diestimasikan naik menjadi 3.0%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD menguat.

 

CPI adalah pengukur utama tingkat inflasi yang selalu diperhatikan bank sentral sebagai pertimbangan utama dalam menentukan suku bunga. Ada 2 rilis yang diperhatikan, yaitu CPI inti (Core CPI) dan CPI total. CPI inti tidak memperhitungkan kategori makanan, minuman, dan energi (bahan bakar minyak dan gas). Masing-masing data dihitung dalam basis bulanan (month over month atau m/m) dan tahunan (year over year atau y/y). Yang paling berdampak adalah CPI total y/y (inflasi tahunan) karena digunakan sebagai acuan oleh BoE.

Di saat yang sama, dirilis pula data Producer Price Index (PPI) dan Retail Price Index (RPI) yang hanya mengukur barang-barang konsumsi utama dan biaya sewa tempat tinggal (y/y). Akan tetapi, dampak CPI jauh lebih tinggi dibanding kedua data tersebut.

Bulan September lalu, inflasi tahunan Inggris +10.1%, lebih tinggi dari perkiraan +10.0% dan bulan sebelumnya yang +9.9%. Angka inflasi ini merupakan rekor tertinggi sejak 1989. CPI inti bulan September y/y naik 6.5%, lebih tinggi perkiraan +6.4%, dan merupakan rekor tertinggi sejak 1997.

Naiknya inflasi tahunan bulan September 2022 terutama disebabkan oleh meningkatnya harga makanan (+14.8%), harga gas, listrik dan bahan bakar (+20.2%), serta biaya transportasi (+10.6%).

Sementara untuk basis bulanan (m/m), CPI naik 0.5%, sama dengan bulan sebelumnya, dan menjadi yang terendah sejak Januari lalu.

Untuk bulan Oktober 2022, diperkirakan CPI total y/y akan kembali naik menjadi +10.7%, m/m akan melonjak menjadi +1.7%, sedangkan CPI inti y/y diperkirakan turun menjadi +6.4%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

Penjualan di tingkat retailer adalah indikator awal bagi kepercayaan konsumen, permintaan, dan pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan, sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi pertumbuhan. Rilis data menunjukkan persentase perubahan penjualan ritel dibandingkan bulan sebelumnya.

Ada dua rilis yang diperhatikan, yaitu penjualan ritel inti yang tidak termasuk otomotif (Core Retail Sales atau Retail Sales Ex Autos) dan penjualan ritel total (Advance Retail Sales). Masing-masing data menunjukkan perubahan bulanan (month over month atau m/m) dan tahunan (year over year atau y/y). Dalam hal ini, penjualan ritel bulanan dianggap lebih berdampak.

Bulan September lalu, Advance Retail Sales AS m/m stagnan atau 0.0%, lebih rendah dari perkiraan naik 0.2%, dan lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 0.4%. Penjualan ritel inti naik 0.1%, lebih tinggi dari perkiraan turun 0.1%, dan menjadi yang tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Advance Retail Sales y/y naik 8.2%, terendah sejak April lalu.

Penjualan di toko makanan mengalami kenaikan, sementara penjualan di stasiun bahan bakar dan dealer kendaraan bermotor mengalami kontraksi.

Untuk bulan Oktober 2022, diperkirakan Advance Retail Sales m/m akan naik 1.0%, Core Retail Sales m/m akan naik 0.5%, dan Advance Retail Sales y/y diproyeksikan naik 6.9%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Indikator yang mengukur tingkat inflasi ini dirilis oleh Biro Statistik Kanada. Terdapat dua data yang dirilis secara bersamaan, yakni CPI inti (Core CPI) dan CPI total. CPI inti (Bank of Canada Core CPI) tidak memperhitungkan harga makanan dan energi. Masing-masing data dihitung dalam basis bulanan (month over month atau m/m) dan tahunan (year over year atau y/y). Baik CPI inti maupun CPI total (m/m dan y/y) sama-sama berdampak tinggi.

Bulan September lalu, CPI total y/y turun menjadi +6.9%, lebih tinggi dari perkiraan +6.8%, tetapi merupakan yang terendah dalam 5 bulan terakhir. CPI inti y/y naik menjadi +6.0%, lebih tinggi dari perkiraan +5.7% dan bulan sebelumnya yang +5.8%. Naiknya inflasi tahunan terutama disebabkan oleh meningkatnya harga gasoline (+13.2%), biaya transportasi (+8.7%), harga makanan dan minuman (+10.3%), biaya rekreasi (+5.2%), serta sewa tempat tinggal (+6.8%).

Sementara untuk basis bulanan (m/m), CPI total naik 0.1%, lebih rendah dari perkiraan turun 0.1% dan bulan sebelumnya yang turun 0.3%. CPI inti m/m naik 0.4%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang stagnan atau 0.0%.

Untuk bulan Oktober 2022, diperkirakan CPI total y/y akan tetap +6.9%, CPI inti y/y akan turun menjadi +5.6%, dan CPI total m/m akan naik 0.8%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan CAD menguat.

 

Keterangan : Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.






KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE