Menu

18 Januari 2023: Retail Sales Dan PPI AS, Inflasi Inggris

Martin

Data berdampak hari ini adalah Retail Sales dan Producer Price Index AS. Selain itu, ada pula rilis data inflasi di Inggris.

Rabu, 18 Januari 2023

CPI adalah pengukur utama tingkat inflasi yang selalu diperhatikan bank sentral sebagai pertimbangan utama dalam menentukan suku bunga. Data ini terdiri atas CPI inti (Core CPI) dan CPI total, di mana CPI inti tidak memperhitungkan kategori makanan, minuman, serta energi (bahan bakar minyak dan gas). Masing-masing data CPI dihitung dalam basis bulanan (month over month atau m/m) dan tahunan (year over year atau y/y). Yang paling berdampak adalah CPI total y/y (inflasi tahunan) karena digunakan sebagai acuan oleh BoE.

Disamping CPI, juga dirilis data Producer Price Index (PPI) dan Retail Price Index (RPI) yang hanya mengukur barang-barang konsumsi utama dan biaya sewa tempat tinggal (y/y). Meskipun demikian, dampak CPI jauh lebih tinggi daripada kedua data tersebut.

Bulan November 2022 lalu, inflasi tahunan Inggris turun menjadi +10.7%, lebih rendah dari perkiraan +10.9%, dan lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai rekor tertinggi 11.1%. CPI inti y/y naik 6.3%, lebih tinggi dari perkiraan +6.5%, dan menjadi yang terendah dalam 3 bulan terakhir.

Naiknya inflasi tahunan terutama disebabkan oleh meningkatnya harga bahan bakar (+17.2%), makanan (+16.5%), tarif hotel dan restoran (+10.2%), harga bahan bakar (+17.2%), pakaian (+7.5%), serta biaya transportasi (+7.2%).

Sementara untuk basis bulanan (m/m), CPI Inggris naik 0.4%, terendah sejak Januari 2022.

Untuk bulan Desember 2022, diperkirakan CPI total y/y akan kembali turun menjadi +10.5%, CPI inti y/y diperkirakan turun menjadi +6.2%, sementara CPI total m/m akan tetap +0.4%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

Penjualan di tingkat retailer adalah indikator awal bagi kepercayaan konsumen, permintaan, dan pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan dan pada akhirnya akan mempengaruhi pertumbuhan. Rilis data menunjukkan persentase perubahan penjualan ritel dibandingkan bulan sebelumnya.

Ada dua rilis yang diperhatikan, yakni penjualan ritel inti yang tidak termasuk otomotif (Core Retail Sales atau Retail Sales Ex Autos) dan penjualan ritel total (Advance Retail Sales). Masing-masing data menunjukkan perubahan bulanan (month over month atau m/m) dan tahunan (year over year atau y/y). Dalam hal ini, penjualan ritel bulanan dianggap lebih berdampak dari data tahunan.

Bulan November 2022 lalu, Advance Retail Sales AS m/m turun 0.6% (atau -0.6%), lebih rendah dari perkiraan turun 0.2%, dan merupakan persentase penurunan tertinggi sepanjang 2022. Penjualan ritel inti turun 0.2%, lebih rendah dari perkiraan naik 0.2%, dan merupakan persentase penurunan tertinggi sepanjang 2022. Sementara itu, Advance Retail Sales y/y naik 6.5%, terendah sejak Desember 2020.

Penjualan di dealer kendaraan bermotor, toko material bangunan, furniture, dan stasiun bahan bakar mengalami penurunan. Akan tetapi, penjualan di toko makanan, minuman, dan peralatan kesehatan mengalami kenaikan.

Untuk bulan Desember 2022, Advance Retail Sales m/m diperkirakan turun 0.8%, Core Retail Sales m/m akan turun 0.5%, dan Advance Retail Sales y/y diestimasikan naik 5.0%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Disebut juga Finished Goods PPI atau Wholesale Prices, indikator ini mengukur inflasi atau persentase perubahan harga barang dan jasa di tingkat produsen. Data ini akan mempengaruhi inflasi di tingkat konsumen karena kenaikan atau penurunan harga dari produsen pada akhirnya akan dibebankan ke konsumen. Kriteria PPI juga mencakup jasa konstruksi, belanja pemerintah, dan ekspor.

Ada 2 data yang dirilis, yaitu PPI total dan PPI inti (Core PPI) yang tidak termasuk energi serta bahan makanan. Masing-masing data dihitung dalam basis bulanan (m/m atau month over month) dan tahunan (y/y atau year over year).

PPI total AS bulan November 2022 m/m mengalami kenaikan 0.3%, lebih tinggi dari perkiraan naik 0.2%, dan sama dengan bulan sebelumnya (tertinggi dalam 3 bulan). Untuk basis tahunan (y/y), PPI total naik 7.4%, terendah sejak Mei 2021. Kenaikan terjadi pada harga bahan-bahan makanan dan sektor jasa.

PPI inti m/m naik 0.4%, lebih tinggi dari perkiraan +0.2%, dan merupakan yang tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Dalam basis tahunan (y/y), PPI inti naik 6.2%, terendah sejak Juni 2021.

Untuk bulan Desember 2022, PPI total m/m diperkirakan turun 0.1% (atau -0.1%), PPI inti m/m akan naik 0.1%, dan PPI total y/y diperkirakan naik 6.8%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Keterangan : Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.






KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE