Menu

25 Juli 2018: Inflasi Australia Dan Indeks IFO Jerman

Martin

Data berdampak hari ini adalah CPI Australia, indeks IFO Jerman, M3 Money Supply Eurozone, persediaan minyak, dan New Home Sales AS.

Rabu, 25 Juli 2018:

Tidak seperti negara-negara mata uang utama yang merilis data CPI setiap bulan, Biro Statistik Australia merilis data CPI total tiap kuartal, dalam format quarter per quarter (q/q) dan quarter per year (q/y) atau inflasi tahunan. Meski relatif terlambat dibandingkan negara mata uang utama lainnya, CPI adalah salah satu indikator penting yang sangat diperhatikan RBA sebagai pertimbangan dalam menentukan suku bunga.


 

Kuartal pertama lalu, CPI total q/q naik 0.4%, lebih rendah dari perkiraan naik 0.5%, dan menjadi yang terendah sejak kuartal kedua tahun lalu. Sementara untuk inflasi tahunan (q/y), inflasi naik 1.9%, sama dengan kuartal sebelumnya. Naiknya inflasi tahunan kuartal pertama tersebut disebabkan oleh meningkatnya harga tembakau dan minuman beralkohol (+7.0%), harga rumah (+3.3%), jasa keuangan (+1.0%), biaya pendidikan (+2.6%), biaya transportasi (+2.9%), dan biaya rekreasi (+0.6%).

Untuk kuartal kedua tahun 2018, diperkirakan CPI total q/q akan naik 0.5% dan q/y akan naik 2.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD menguat.

 

Indikator ini dirilis oleh IFO atau Information and Forschung, lembaga riset ekonomi di Munich, yang merupakan think-tanks terbesar dan terpenting bagi perekonomian Jerman khususnya, serta kawasan Eropa pada umumnya. Indeks dibuat dengan melakukan survei pada sekitar 7000 perusahaan dan pelaku bisnis di Jerman mengenai kondisi perekonomian saat ini (current condition), dan perkiraannya untuk 6 bulan ke depan (future expectations).

Indeks sentimen bisnis IFO ini merupakan indikator awal bagi pengeluaran untuk investasi baru atau ekspansi dan perekrutan tenaga kerja, sehingga akan berdampak pada pertumbuhan. Indeks ini menggunakan angka 100 sebagai patokan. Indeks di atas 100 berarti sentimen bisnis positif, sedangkan di bawah 100 menandakan sentimen bisnis negatif.


 

Bulan Juni lalu, indeks kepercayaan bisnis Jerman berada pada 101.8, sedikit lebih rendah dari perkiraan 101.9, dan menjadi yang terendah sejak bulan Mei tahun lalu. Pada bulan Juni 2018, indeks future expectations stagnan pada angka 98.6 sementara indeks current conditions turun ke 105.1 dari sebelumnya di 106.1. Penurunan sentimen kepercayaan bisnis terjadi pada sektor Manufaktur dan Konstruksi. Untuk bulan Juli 2018, diperkirakan indeks IFO akan berada pada angka 101.6. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan EUR menguat.

 

M3 Money Supply mengukur persentase perubahan jumlah uang total yang beredar, ditambah dengan jumlah deposito yang tersimpan di bank. M3 yang makin besar akan mempengaruhi tingkat inflasi.


 

Bulan Mei lalu, M3 Money Supply kawasan Euro naik 4.0% ke €12,047,276 juta (tertinggi sejak Januari 1980), lebih tinggi dari perkiraan naik 3.8%. Untuk bulan Juni 2018, diperkirakan M3 Money Supply kawasan Euro akan kembali naik 4.0%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan EUR.

 

Data ini dirilis oleh Biro Sensus AS dan mengukur jumlah penjualan rumah baru di AS selama periode satu bulan. Rilis data ini berdampak tinggi, karena penjualan rumah baru akan memicu konsumsi produk-produk lainnya. Di samping itu, perusahaan leasing dan broker property juga akan memperoleh penghasilan dari transaksi jual beli rumah tersebut.

Indikator ini sering digunakan sebagai konfirmator untuk tren penjualan perumahan dan pengeluaran konsumen. Jika perekonomian sedang mengalami kontraksi atau resesi, New Home Sales adalah salah satu indikator fundamental yang mengisyaratkan keadaan tersebut.


 

Bulan Mei lalu, penjualan rumah baru di AS melonjak 6.7% ke angka 689,000 unit dibandingkan bulan sebelumnya, lebih tinggi dari perkiraan 665,000 unit, dan menjadi yang tertinggi sejak bulan November tahun lalu. Kenaikan tersebut disebabkan oleh penjualan rumah baru di bagian selatan yang naik 17.9. Untuk bulan Juni 2018, diperkirakan penjualan rumah baru akan mencapai 669,000 unit. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Data ini dirilis tiap minggu oleh Energy Information Administration (EIA) AS, dan disebut juga dengan Crude Stocks atau Crude Levels, yang mengukur perubahan jumlah persediaan minyak mentah (dalam satuan barel) untuk industri di AS. Meski indikator ini dirilis oleh AS, tapi bisa berdampak juga pada CAD, mengingat impor sebagian minyak mentah AS berasal dari Kanada. Indikator ini juga akan mempengaruhi harga minyak di AS dan akan berdampak pada tingkat inflasi.


 

Minggu lalu, persediaan minyak untuk industri bertambah 5.84 juta barel, jauh lebih tinggi dari perkiraan berkurang 3.40 juta barel, dan menjadi yang tertinggi sejak akhir bulan April lalu. Untuk minggu ini, persediaan minyak diperkirakan akan berkurang 2.60 juta barel. Jika persediaan minyak di AS lebih tinggi dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung melemah karena diasumsikan permintaan akan berkurang. Sebaliknya jika lebih rendah dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung menguat karena diasumsikan permintaan akan meningkat.

Namun demikian, persediaan minyak di AS hanya salah satu faktor yang menggerakkan harga minyak dunia. Yang paling berdampak adalah kebijakan negara-negara penghasil minyak mengenai kuota produksi, pernyataan pejabat negara penghasil minyak, dan situasi politik di Timur Tengah. Rilis data persediaan minyak di AS tidak bisa dipastikan akan selalu mempengaruhi harga minyak dunia. Baca juga: Harga Minyak Turun Tiga Pekan Beruntun Gegara Risiko Global.

 

Keterangan : Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.






KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE