Menu

5 November 2019: RBA Meeting, ISM Non Manufaktur AS, Perdagangan Kanada

Martin

Data berdampak hari ini adalah Statement RBA, ISM Non Manufacturing PMI AS, neraca perdagangan Kanada, serta Services PMI China dan Inggris.

Selasa, 5 November 2019:

Indeks Caixin Services PMI yang dirilis oleh Markit ini adalah estimasi berdasarkan hasil survei terhadap 400 purchasing manager di seluruh China. Fokusnya mengenai kondisi ekonomi dan bisnis saat ini, hingga didapatkan gambaran prospek perekonomian ke depan.

Parameter yang disurvei adalah produksi, new orders, harga, pengiriman, persediaan, dan tenaga kerja. Indeks ini sering dianggap sebagai leading indicator. Angka rilis di atas 50.0 menunjukkan aktivitas sektor manufaktur sedang tinggi, sementara rilis dibawah angka 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.

Sejak Mei 2014, indeks PMI sektor jasa di China selalu berada di atas angka 50.0. Bulan September 2019 lalu, data ini berada pada angka 51.3, lebih rendah dari perkiraan 52.1, dan menjadi yang terendah sejak bulan Februari lalu.

Untuk bulan Oktober 2019, PMI jasa China diperkirakan naik sedikit menjadi 51.5. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan mendukung penguatan AUD dan NZD.

 

Suku bunga RBA diumumkan setiap bulan pada hari Selasa pertama, kecuali pada bulan Januari. Keputusan untuk menentukan suku bunga dilakukan dengan konsensus antara para anggota dewan gubernur RBA. Perubahan suku bunga terakhir terjadi pada bulan Juli lalu, ketika RBA memotong Rate sebesar 0.25% ke +1.00%.


Pada meeting terakhir 1 Oktober lalu, RBA memotong suku bunga acuan sebesar 0.25% menjadi +0.75%, sesuai dengan perkiraan pasar. Pemotongan ini adalah yang ketiga kalinya sepanjang tahun 2019, dan menjadi tingkat suku bunga terendah sejak tahun 1990.

Dalam Statement, disebutkan bahwa tujuan penurunan suku bunga kali ini adalah untuk mendukung pertumbuhan lapangan kerja dan mencapai target inflasi. Bank sentral juga mengisyaratkan suku bunga rendah masih diperlukan pada waktu mendatang, dan tidak menutup kemungkinan akan ada pemotongan lagi.

Data terakhir menunjukkan GDP kuartal kedua 2019 tumbuh 0.5%, sama dengan kuartal sebelumnya. Sementara inflasi tahunan kuartal ketiga tahun ini +0.5%, lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang +0.6%.

Dengan masih rendahnya GDP serta inflasi yang masih di bawah target, maka RBA diperkirakan bakal mempertahankan suku bunga acuan pada level +0.75% untuk bulan November 2019 ini. Jika RBA kembali memotong suku bunga acuan, maka AUD akan cenderung melemah. Statement untuk meeting hari ini bisa dibaca di sini.

 

Indeks Services PMI Inggris yang dirilis oleh Markit ini dibuat berdasarkan survei terhadap sejumlah purchasing manager di seluruh Inggris mengenai kondisi ekonomi dan bisnis saat ini, untuk mendapatkan gambaran prospek perekonomian ke depan.

Indeks PMI untuk sektor jasa ini didasarkan pada 5 indikator utama, yaitu: produksi, ketersediaan produk, aktivitas pengiriman, jumlah pesanan, dan jumlah tenaga kerja. Angka indeks di atas 50.0 menunjukkan aktivitas sektor jasa sedang tinggi, sementara di bawah 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.

Bulan September lalu, indeks Services PMI turun ke 49.5, lebih rendah dari perkiraan 50.3, dan merupakan yang terendah sejak bulan Maret lalu. Penurunan tersebut disebabkan oleh merosotnya indeks new orders akibat ketidakpastian proses Brexit.

Untuk bulan Oktober 2019, diperkirakan indeks akan sedikit naik menjadi 49.6. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan GBP.

 

Data ini disebut juga dengan International Merchandise Trade, dan hanya merilis produk barang yang diimpor dan diekspor, tidak termasuk jasa. Kanada adalah pengekspor utama minyak mentah disamping emas dan suku cadang kendaraan bermotor. Partner dagang utama Kanada adalah AS yang mengambil porsi hampir 70% dari total ekspor dan 50% dari total impornya. Karenanya, perkembangan kondisi ekonomi AS akan sangat mempengaruhi aktivitas perdagangan Kanada.

Bulan Agustus lalu, perdagangan Kanada mengalami defisit sebesar CAD0.96 miliar, lebih baik dari perkiraan defisit CAD1.10 miliar, dan lebih baik dari bulan sebelumnya yang defisit CAD1.38 miliar. Pada bulan Agustus 2019, total ekspor naik 1.8% ke CAD50.58 miliar, sementara total impor naik 1.0% ke CAD51.54 miliar.

Untuk bulan September 2019, diperkirakan perdagangan Kanada akan kembali defisit sebesar CAD0.50 miliar. Defisit yang lebih rendah dari perkiraan atau bahkan surplus akan cenderung menyebabkan CAD menguat.

 

Indikator ini dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) yang khusus dibuat untuk AS. Di AS, indikator ini lebih berdampak dari indeks Services PMI yang dirilis Markit. Dibuat berdasarkan survei terhadap 400 purchasing manager di AS mengenai kondisi bisnis di luar sektor manufaktur, ISM Non Manufacturing PMI bertujuan untuk memperoleh gambaran prospek perekonomian AS ke depan. Angka rilis di atas 50.0 menunjukkan ekspansi di sektor jasa, sementara di bawah angka 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.

Bulan September lalu, indeks ISM Non Manufacturing PMI turun ke 52.6, lebih rendah dari perkiraan 55.1, dan menjadi yang terendah sejak bulan Agustus 2016. Pada bulan September 2019, indeks new orders dan business activity mengalami kontraksi, sementara indeks harga mengalami kenaikan.

Untuk bulan Oktober 2019, diperkirakan indeks ISM Non Manufacturing akan naik menjadi 53.5. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Keterangan : Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.


Charles Jhonson

Master @Martin kemarin tgl 4 november 2019 US Dollar menguat di semua mata uang, penyebabnya apa ya master? padahal berita fundamentalnya adem-adem aja, indikator yg saya pasang berbalik arah semua. Katanya akibat saham S & P 500 dan saham-saham amerika lainnya. Saya sering mengalami hal seperti itu tiba-tiba US dollar naik, Apakah lebih baik di posisi buy USD sebagai mata uang utama karena US Dollar sangat superior dibandingkan mata uang lainnya? Terima Kasih atas jawabannya master.

Martin S

@ Charles Jhonson:

Penyebabnya karena optimisme pelaku pasar terhadap perjanjian perdagangan antara AS dan China. Hal ini menyebabkan risk appetitie sehingga pasar saham menguat.

Saat ini USD memang masih cenderung menguat terhadap mata uang utama lainnya, karena selain kesepakatan dagang AS - China yang dianggap positif, juga The Fed sudah menegaskan tidak akan melakukan pemotongan suku bunga lagi hingga akhir tahun ini.

Dalam jangka pendek, fluktuasi USD akan dipengaruhi oleh berita-berita mengenai kesepakatan dagang, dan data fundamental ekonomi AS terutama tenaga kerja, inflasi, penjualan ritel, manufaktur dan kepercayaan konsumen.





KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE