Menu

5-6 Agustus 2019: ISM Non Manufacturing AS Dan Employment New Zealand

Martin

Data berdampak hari ini adalah ISM Non Manufacturing AS dan Services PMI Inggris. Besok ada Employment Change dan tingkat pengangguran di Selandia Baru.

Senin, 5 Agustus 2019:

Indeks Services PMI Inggris yang dirilis oleh Markit ini dibuat berdasarkan survei terhadap sejumlah purchasing manager di seluruh Inggris. Fokusnya adalah mengenai kondisi ekonomi dan bisnis saat ini, hingga didapatkan gambaran prospek perekonomian ke depan.

Indeks PMI untuk sektor jasa didasarkan pada 5 indikator utama, yaitu: produksi, ketersediaan produk, aktivitas pengiriman, jumlah pesanan, dan jumlah tenaga kerja. Angka indeks di atas 50.0 menunjukkan aktivitas sektor jasa sedang tinggi, sementara di bawah 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.

Bulan Juni lalu indeks Services PMI turun ke 50.2, lebih rendah dari perkiraan 51.0, dan menjadi yang terendah dalam 3 bulan terakhir akibat ketidakpastian proses Brexit. Untuk bulan Juli 2019, diperkirakan indeks akan sedikit naik ke angka 50.4. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

Indikator ini dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) yang khusus dibuat untuk AS. Di AS, indikator ini lebih berdampak dari indeks Services PMI yang dirilis Markit. Dibuat berdasarkan survei terhadap 400 purchasing manager di AS mengenai kondisi bisnis di luar sektor manufaktur, ISM Non Manufacturing PMI bertujuan untuk memperoleh gambaran prospek perekonomian AS ke depan. Angka rilis di atas 50.0 menunjukkan ekspansi di sektor jasa, sedangkan di bawah angka 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.

Bulan Juni lalu, indeks ISM Non Manufacturing PMI turun ke angka 55.1, lebih rendah dari perkiraan 56.1, dan merupakan yang terendah sejak bulan Juli 2017. Pada bulan Juni 2019, indeks new orders, business activity, dan tenaga kerja mengalami kontraksi.

Untuk bulan Juli 2019, diperkirakan indeks ISM Non Manufacturing akan berada pada angka 55.5. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Selasa, 6 Agustus 2019:

Data perubahan jumlah total tenaga kerja (Employment Change) mengukur perubahan jumlah total tenaga kerja, dan dirilis bersamaan dengan data persentase perubahan tingkat pengangguran. Tidak seperti negara-negara mata uang utama lainnya yang merilis data ketenagakerjaan tiap bulan, Selandia Baru merilisnya tiap kuartal. Rilis data menunjukkan perubahan persentase jumlah total tenaga kerja dan persentase tingkat pengangguran dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.


Kuartal pertama lalu, jumlah tenaga kerja di Selandia Baru berkurang 0.2% (atau -0.2%), lebih rendah dari perkiraan bertambah 0.5%, dan menjadi yang terendah sejak kuartal ketiga tahun 2015. Sementara tingkat pengangguran kuartal pertama 2019 berada pada angka 4.2%, sesuai dengan perkiraan dan lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang 4.3%. Tingkat partisipasi kuartal pertama berada pada angka 70.4%, lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang 70.9%.

Untuk kuartal kedua tahun 2019, diperkirakan tenaga kerja Selandia Baru akan bertambah 0.3%, dan tingkat pengangguran akan naik ke 4.3%. Jika rilis data pertambahan tenaga kerja lebih tinggi dari perkiraan dan tingkat pengangguran lebih rendah dari perkiraan, maka NZD akan cenderung menguat.

 

Keterangan : Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.






KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE