Menu

8-9 Agustus 2019: Perdagangan China, GDP Jepang, Jobless Claims AS

Martin

Data berdampak hari ini adalah perdagangan China dan Jobless Claims AS. Besok ada GDP Jepang, testimoni RBA Lowe, dan Statement kebijakan moneter RBA.

Kamis, 8 Agustus 2019:

Data yang dirilis oleh Customs General Administration of China (CGAC) ini mengukur perbedaan total nilai impor dan ekspor dalam periode waktu satu bulan, dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (year over year atau y/y).

Jika nilai total ekspor lebih besar dari nilai total impor, maka neraca perdagangan mengalami surplus. Jika sebaliknya, maka perdagangan mengalami defisit. Volume perdagangan China yang meningkat akan berdampak positif pada negara-negara partner dagangnya, terutama Australia, Selandia Baru, dan Kanada yang banyak mengekspor komoditi pertambangan serta bahan makanan olahan ke China.

Bulan Juni lalu, perdagangan China mengalami surplus sebesar USD50.98 miliar y/y, lebih tinggi dari perkiraan surplus USD45.20 miliar, dan merupakan surplus tertinggi dalam 6 bulan terakhir. Pada bulan Juni 2019, ekspor turun 1.3% y/y ke USD212.84 miliar, sementara impor turun 7.3% y/y ke USD161.86 miliar. Sementara itu, surplus perdagangan dengan Amerika Serikat yang merupakan negara tujuan ekspor terbesar China mengalami kenaikan 11% menjadi USD29.92 miliar, lebih tinggi dari USD26.90 miliar pada bulan sebelumnya.

Untuk bulan Juli 2019, diperkirakan perdagangan China y/y akan surplus sebesar USD43.20 miliar. Surplus yang lebih tinggi dari perkiraan akan berdampak positif pada AUD dan NZD.

 

Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Ada 2 data yang diperhatikan, yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Karenanya, indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data Initial.


Minggu lalu, Jobless Claims AS bertambah 8,000 ke 215,000 klaim, lebih tinggi dari perkiraan yang 212,000 klaim. Sementara itu, klaim rata-rata 4 mingguan berkurang 1,750 ke 211,500 klaim. Untuk minggu ini, diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan tetap 215,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

Jumat, 9 Agustus 2019:

Philip Lowe dijadwalkan memberikan testimoni di hadapan House of Representatives' Standing Committee on Economics di Canberra. Isi testimoni Lowe bisa dibaca di sini.

 

Data ini disebut juga dengan real GDP dan dirilis oleh Cabinet Office setiap kuartal. GDP menunjukkan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan Jepang dalam periode waktu tertentu, juga digunakan sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi. Untuk Jepang, data GDP dirilis 2 kali, yaitu Preliminary (data awal) dan Final. Preliminary GDP yang merupakan rilis pertama biasanya lebih berdampak dari Final. Hasil rilis berupa persentase perubahan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (q/q).


Kuartal pertama lalu, ekonomi Jepang tumbuh 0.6%, jauh lebih tinggi dari perkiraan yang -0.1%, dan menjadi yang tertinggi sejak kuartal kedua tahun 2018. Kenaikan GDP kuartal pertama tersebut disebabkan oleh meningkatnya ekspor dan business spending. Untuk kuartal kedua tahun 2019, diperkirakan GDP Jepang q/q akan tumbuh 0.1%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan JPY menguat.

 

Laporan ini dirilis setiap kuartal dan berisi mengenai ekspektasi kondisi perekonomian Australia serta tingkat inflasi. Jika Statement dianggap hawkish, maka AUD akan cenderung menguat, begitu pula jika sebaliknya. Statement kebijakan moneter kuartal ketiga tahun 2019 bisa dibaca di sini.

 

Keterangan : Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.






KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE