Menu

Analisa Rupiah 9-13 April 2018

Martin

Analisa mingguan USD/IDR berikut dibuat berdasarkan harga penutupan pasar minggu lalu (6 April 2018), dan dimaksudkan sebagai acuan trading jangka menengah dan panjang.

Analisa mingguan USD/IDR berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar minggu lalu (6 April 2018), dan dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

Tinjauan Fundamental

Minggu lalu, Rupiah bergerak dalam range yang sempit dan ditutup melemah tipis pada level 13768 per US Dollar, dibandingkan penutupan minggu sebelumnya yang 13760. Setelah bergerak stagnan di sekitar level 13767 atau 61.8% Fibo expansion, Rupiah melemah hingga menyentuh level 13786 pada Jumat pekan lalu. Kondisi ini terjadi menyusul memanasnya kembali isu perang dagang AS - China. Sehari sebelumnya, presiden Donald Trump menyatakan akan menerapkan tarif impor tambahan kepada China hingga mencapai USD 100 miliar, atau 2 kali lipat dari sebelumnya. Pelemahan Rupiah juga didukung oleh data cadangan devisa Indonesia bulan Maret yang berkurang dari USD128 miliar ke USD126 miliar.

Pasca rilis data Non Farm Payrolls AS bulan Maret Jumat malam lalu yang di bawah estimasi, diperkirakan awal minggu ini Rupiah akan mengalami koreksi menguat, seiring dengan pelemahan indeks USD. Namun dalam jangka menengah-panjang, Rupiah masih cendereung melemah. Dari dalam negeri akan dirilis data neraca perdagangan bulan Maret yang diperkirakan kembali surplus, sementara dari AS akan ada notulen meeting FOMC 21-22 Maret lalu, juga data inflasi (CPI dan PPI) bulan Maret. CPI AS Maret y/y diperkirakan naik 2.4% dibandingkan bulan sebelumnya yang 2.2%.

Resistance kuat USD/IDR masih pada level 13800 hingga 13860, dan support kuat masih pada 13723 hingga 13675. Bank Indonesia diperkirakan masih menjaga Rupiah agar tidak melemah melampaui level 13800.

Jadwal Rilis Data Fundamental

Senin, 9 April 2018:


 



Kamis, 12 April 2018:

 




Senin, 16 April 2018:

 



Data berdampak dari AS minggu ini
adalah notulen meeting FOMC, CPI dan PPI, indeks kepercayaan konsumen UoM, Jobless Claims, dan JOLTS.

Tinjauan Teknikal



klik gambar untuk memperbesar



Chart Daily: USD/IDR bergerak sideways dalam range yang sempit dengan kecenderungan masih bullish (Rupiah masih cenderung melemah):

  1. Harga bergerak dekat kurva upper band indikator Bollinger Bands, dan titik indikator Parabolic SAR pindah ke bawah Bar candlestick yang menunjukkan pergerakan cenderung bullish.
  2. Kurva indikator RSI masih berada di atas center line (level 50.0).
  3. Garis histogram indikator ADX berwarna hijau yang menunjukkan sentimen bullish.

Konfirmasi buy jika kurva indikator MACD telah berada di atas kurva sinyal (warna merah) dan garis histogram OSMA telah berada di atas level 0.00.

Level Pivot mingguan : 13768.00.

Resistance : 13800.00 ; 13860.00 ; 13915.53 (level 100% Fibo Expansion) ; 14006.05 (123.6% Fibo Expansion) ; 14063.00 ; 14133.00 ; 14337.00 ; 14493.00 ; 14784.00.

Support : 13723.00 (50% Fibo Expansion) ; 13674.95 (38.2% Fibo Expansion) ; 13628.61 (23.6% Fibo Expansion) ; 13568.00 ; 13538.00 ; 13474.85 ; 13453.00 ; 13393.77 ; 13362.00 ; 13314.00 ; 13263.00 ; 13212.64 ; 13171.00 ; 13082.00 ; 13048.00 ; 12990.00 ; 12899.00 ; 12800.00 ; 12754.00 ; 12623.00 ; 12560.00.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 34 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; ADX (14).

Fibonacci Expansion :
Titik 1 : 13263.00 (harga terendah 25 Januari 2018).
Titik 2 : 13655.00 (harga tetinggi 12 Februari 2018).
Titik 3 : 13528.00 (harga terendah 19 Februari 2018).


Hendi Septian

Gan, bisa tidak memprediksi untuk 3 bulan kedepan?

Martin S

@ Hendi Septian:
Untuk jangka menengah panjang (seperti 3 bulan), biasanya mengacu pada analisa teknikal. Analisa fundamental, secara garis besar (roughly) masih bisa diperkirakan, tetapi sentimen pasar seharusnya di-evaluasi setiap minggu.


Secara teknikal, dari chart USD/IDR weekly hingga tanggal 12 April 2018 masih cenderung bullish, atau IDR masih cenderung melemah:



Resistance kuat ada pada level 13800, yang menurut pengamat adalah level intervensi-nya BI. Jika level ini tembus maka kemungkinan akan menguji level 13860 hingga 13900. Tetapi kalau tidak tembus, kemungkinan akan koreksi hingga level 13675 (Fibo Expansion 38.2%) (lihat chart daily di atas), dan jika tembus hingga dibawah level 13600 (sekitar Fibo Expansion 23.6%), maka kemungkinan trend USD/IDR berbalik bearish (Rupiah menguat).

Secara fundamental, 3 bulan kedepan kemungkinan besar akan ada kenaikan suku bunga The Fed lagi (diperkirakan bulan Juni), jadi USD masih cenderung bullish atau Rupiah masih cenderung melemah. Secara keseluruhan hingga akhir tahun ini The Fed masih akan menaikkan suku bunga lagi, jadi secara fundamental Rupiah masih akan cenderung melemah. Beberapa pengamat memprediksi BI mungkin juga akan mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga acuan guna mengimbangi kenaikan suku bunga The Fed.




KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE