Menu

Analisa Rupiah Mingguan: Pemilu, Perdagangan Indonesia, Retail Sales AS

Martin

Minggu lalu, Rupiah bergerak sideways di tengah membaiknya cadangan devisa dan Retail Sales Indonesia. Minggu ini, Pemilu, perdagangan Indonesia, dan Retail Sales AS akan menjadi katalis.

Analisa mingguan USD/IDR berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar minggu lalu (12 April 2019), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Ditengah rebound-nya US Dollar minggu lalu, Rupiah masih stabil dan bergerak sideways di sekitar level 14170 hingga 14090 per USD. Rupiah kemudian ditutup pada 14152 per USD, atau melemah tipis 0.23% dibandingkan harga penutupan minggu sebelumnya.

Naiknya data cadangan devisa Indonesia bulan Maret dan membaiknya penjualan ritel bulan Februari menahan pelemahan mata uang Garuda, di samping perkembangan positif dari perundingan dagang AS-China. Surplus perdagangan China bulan Maret dengan kenaikan ekspor hingga 14.2% juga berdampak positif pada mata uang negara-negara partner dagangnya, termasuk Indonesia.

Faktor eksternal lainnya yang menyebabkan pelemahan Rupiah adalah naiknya harga minyak dunia. Meski demikian, Bank Indonesia (BI) tetap berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar, dengan melakukan intervensi di pasar spot dalam jumlah yang terukur.

Minggu ini akan ada peristiwa dan data penting dari dalam negeri, yaitu Pemilihan Umum dan neraca perdagangan bulan Maret yang diperkirakan akan mengalami defisit. Proses pemilihan umum yang berlangsung aman dan damai akan lebih berdampak positif pada nilai tukar Rupiah.

Sementara dari AS akan dirilis data penjualan ritel bulan Maret yang diperkirakan naik 0.9%. Secara teknikal, Rupiah masih cenderung menguat dengan support di sekitar level 14109 hingga 14055.

 

Jadwal Rilis Data Fundamental:

Senin, 15 April 2019:

 

Data berdampak dari AS minggu ini: Retail Sales, Philly Fed Manufacturing Index, Building Permits, dan Housing Starts.

 

Tinjauan Teknikal


Chart Daily:

USD/IDR bergerak sideways dengan kecenderungan masih bearish (Rupiah masih cenderung menguat):

  1. Harga masih berada di bawah kurva resistance EMA 100 dan kurva middle band indikator Bollinger Bands.
  2. Titik indikator Parabolic SAR masih berada di atas bar candlestick.
  3. Kurva indikator MACD berada di bawah kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di bawah level 0.00.
  4. Kurva indikator RSI masih berada di bawah center line (level 50.0).
  5. Garis histogram indikator ADX berwarna merah dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bearish yang masih kuat.

Support kuat masih pada level 14109 (sekitar 50% Fibo Retracement).

 

Level Pivot mingguan : 14137.33

Resistance : 14163.00 (level 38.2% Fibo Retracement) ; 14227.11 (23.6% Fibo Retracement) ; 14333.00 ; 14425.00 ; 14500.00 ; 14603.00 ; 14650.00 ; 14785.00 ; 14930.00 ; 15050.00 ; 15140.00 ; 15200.00 ; 15265.00 ; 15327.00 ; 15400.00.

Support : 14108.95 (50% Fibo Retracement) ; 14055.63 (61.8% Fibo Retracement) ; 13991.10 (76.4% Fibo Retracement) ; 13885.00 ; 13736.00 ; 13587.31 ; 13485.00 ; 13400.00 ; 13362.00 ; 13314.00 ; 13263.00

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 100 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Retracement :






KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE