Menu

Strategi Hedging Dalam Trading Forex

Martin

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membatasi risiko adalah dengan hedging. Berikut beberapa contoh praktis strategi hedging dalam trading forex.

Dalam trading forex, pergerakan pasangan mata uang selalu berubah-ubah mengikuti kondisi pasar. Oleh karenanya, strategi trading sangat diperlukan agar trader dapat melakukan entry posisi dengan akurat. Salah satu sistem trading yang digunakan oleh trader adalah dengan strategi hedging. Bagaimana cara melakukannya? Simak penjelasan berikut ini.

 

Apa Itu Hedging?

Hedging dalam forex adalah sebuah metode trading yang tujuan utamanya melindungi dan membatasi dana trading dari fluktuasi tidak menguntungkan. Cara melakukan strategi hedging adalah entry Buy dan Sell di satu aset yang sama secara bersamaan, atau atas beberapa aset yang berbeda tetapi pergerakan harganya saling berhubungan.

Mudahnya seperti ini: Ketika Anda telah membuka posisi Buy pada pasangan mata uang tertentu, maka secara bersamaan Anda harus membuka posisi yang berlawanan (Sell). Tujuannya adalah mengurangi risiko jika pergerakan harga tiba-tiba berbalik arah atau turun. Sebaliknya, jika posisi awal adalah Sell, maka Anda perlu membuka posisi Buy.

Nah, di bawah ini adalah beberapa strategi hedging sederhana yang lazim digunakan dalam trading forex dan sangat mudah untuk diaplikasikan.

 

Strategi Hedging Langsung (Direct Hedging)

Jika Anda baru mencoba cara hedging, Anda bisa berlatih dengan cara yang sederhana, yaitu hedging langsung (direct hedging). Dari sekian banyak strategi trading yang ada, cara inilah yang umumnya mewakili strategi hedging secara umum. Intinya adalah membuka posisi Buy dan Sell sekaligus pada sebuah pasangan mata uang.

Sebagai contoh, Anda trading EUR/USD dengan mulai membuka posisi buy pada harga 1.3000. Setelah beberapa saat kemudian, pergerakan harga mulai turun. Anda pun membuka posisi sell, misal pada harga 1.2800, untuk meminimalisir kerugian dari posisi buy.

Jika dari analisa selanjutnya pergerakan harga ternyata terus menurun, maka Anda bisa menutup posisi Buy dengan hasil Loss, dan membiarkan posisi Sell yang kemungkinan bisa menghasilkan profit lebih besar. Namun jika Anda tidak yakin ke arah mana harga akan bergerak, Anda bisa membiarkan kedua posisi tersebut terbuka hingga tampak sinyal yang pasti. Anda juga bisa menambahkan level Stop Loss pada salah satu atau kedua posisi tersebut.

Kesulitan yang sering dialami dengan cara ini adalah kita akan sulit menentukan posisi mana yang perlu ditutup terlebih dahulu ketika pergerakan harga tidak menentu. Jika kedua posisi yang ditargetkan telah kena (harga telah pernah mencapai kedua level hedging) maka kita pasti akan loss sebesar jarak kedua posisi yang telah dibuka (pip hedging). Dalam contoh di atas, pip hedging adalah 1.3000-1.2800 = 200 pip.

 

Trading Pada Beberapa Pasangan Mata Uang

Beberapa broker terkadang melarang menggunakan cara hedging di pasangan mata uang yang sama karena dianggap melanggar peraturan regulatornya. Para trader biasanya mensiasatinya dengan strategi hedging yang lain, yaitu trading pada beberapa pasangan mata uang dengan korelasi.

Sebagai contoh, jika Anda membuka posisi Buy pada EUR/USD dan beberapa saat kemudian harga mulai bergerak turun, Anda bisa membuka lagi posisi Buy pada USD/CHF. Mengapa harus pair tersebut? Kkarena dari data historis, USD/CHF memiliki korelasi negatif terhadap EUR/USD.

Jika USD memang menguat terhadap semua mata uang utama, maka EUR/USD akan turun dan USD/CHF akan naik. Anda bisa cut loss posisi buy pada EUR/USD dan membiarkan posisi USD/CHF yang kemungkinan akan profit lebih besar.

Selain membuka posisi buy pada USD/CHF, sebagai alternatif Anda bisa juga membuka posisi sell pada GBP/USD karena pair ini memiliki korelasi positif terhadap EUR/USD. Jika USD menguat, Anda bisa cut loss posisi buy EUR/USD dan membiarkan posisi sell GBP/USD terbuka.

Intinya, pada pasangan mata uang yang berkorelasi positif, Anda bisa membuka posisi yang berkebalikan (buy dan sell). Namun apabila pasangan mata uang yang digunakan berkorelasi negatif, maka Anda bisa membuka posisi di arah yang sama (buy dan buy atau sell dan sell).

Kelemahan strategi hedging model seperti ini adalah korelasi antar pasangan mata uang yang tidak selalu linier. Suatu saat, nilai korelasi antar pair bisa kuat dan kadang-kadang bisa melemah.

 

Untuk menyimpulkan perbandingan cara hedging di atas dengan lebih mudah, simak infografi yang kami sajikan khusus untuk Anda:

 

Risiko Menggunakan Strategi Hedging

Banyak trader meyakini, hedging adalah salah satu strategi trading forex yang lumayan efektif meminimalisir kerugian sekaligus mendapatkan profit. Namun, perlu Anda ketahui bahwa trik hedging ini tidak bisa menjaminan profit 100%.

Selain itu, strategi hedging juga bisa memiliki risiko besar bila dilakukan sembarangan. Seperti yang pernah diulas di artikel risiko strategi hedging, beberapa diantaranya disebabkan oleh "Double spread, Double Commision, Double Stress!".

Nah, jika Anda adalah trader pemula dan ingin memulai strategi hedging, pastikan Anda sudah memiliki konsep manajemen risiko yang baik. Kemudian, ada beberapa kriteria trader forex yang sangat tidak disarankan untuk menggunakan strategi hedging. Selengkapnya bisa Anda simak di artikel jauhi strategi hedging jika Anda termasuk tipe trader seperti ini.



Klik di sini untuk tahu cara belajar dan menguasai trading dengan mudah.
Rudi S

Oh Hedging begitu saya baru tau, artinya memasang buy dan sell secara bersamaan. Kemudian memilih posisi mana yg lebih menguntungkan. Biasanya broker yg langsung meneruskan transaksinya ke pasar yg ijinkan hedging, sedangkan broker bandar tidak ijinkan hedging karena posisi broker bandar berlawanan dengan trader. Mantap betul @seputarforex ini info-infonya, thanks





KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE