Menu

3 Faktor Penggerak Dolar AS Hari Ini

SFN

Dolar AS mengalami liku-liku yang cukup melelahkan, utamanya pada sesi New York malam tadi (16/06). International Monetary Fund (IMF) menurunkan prediksi pertumbuhannya terhadap Negeri Paman Sam. Lembaga tersebut mendesak para pembuat kebijakan untuk tetap menjaga suku bunga di kisaran rendah.

Dolar AS mengalami liku-liku yang cukup melelahkan, utamanya pada sesi New York malam tadi (16/06). International Monetary Fund (IMF) menurunkan prediksi pertumbuhannya terhadap Negeri Paman Sam. Lembaga tersebut mendesak para pembuat kebijakan untuk tetap menjaga suku bunga di kisaran rendah, serta menaikkan upah minimum demi memperkuat pemulihan perekonomiannya.

IMF Turunkan Prediksi Pertumbuhan AS 2014

IMF menurunkan ekspektasi pertumbuhan AS tahun ini, dari 2.8 persen pada bulan April, menjadi 2 persen. Cuaca dingin ekstrim yang melanda AS pada kuartal pertama juga masih dipertimbangkan. Akan tetapi, IMF mengekspektasikan pada tahun 2015, pertumbuhan ekonomi AS bisa mencapai 3 persen. Upah minimum harus dinaikkan demi menanggulangi tingkat kemiskinan yang masih di kisaran 15 persen.

"Mengingat bahwa standar upah minimum AS masih terbilang rendah dibandingkan dengan standar internasional, alangkah baiknya jika pembuat kebijakan segera memberlakukan kenaikan upah minimum." ungkap IMF. Keputusan IMF tersebut tak ayal menyeret bull Folar AS. Ketua IMF, Christine Lagarde, juga menyatakan bahwa usia populasi AS dapat membatasi pertumbuhan ekonomi negara tersebut di masa depan.

Konflik Irak

Di awal sesi Asia Selasa (17/06), Dolar juga masih beredar dalam kisaran yang sempit. Para pejabat AS dan Iran tengah merundingkan krisiS yang terjadi di Irak melalui sebuah pertemuan yang digelar di Vienna. Sementara itu, Washington menyatakan bahwa pihaknya bersedia meluncurkan serangan udara jika dibutuhkan apabila pemberontakan Islam Sunni makin parah. Presiden Barrack Obama juga berencana untuk mengerahkan 275 personil militer demi menjaga stabilitas keamanan di Irak.

"Sektor energi dan infrastruktur Irak yang paling vital di wilayah selatan tengah didominasi oleh Syiah. Kabar-kabar negatif dari Pemerintah Irak akan makin mempersulit pengendalian situasi." demikian diungkapkan oleh ahli strategi dari Barclays. Gangguan ekspor minyak Irak berdampak pada meroketnya harga minyak dunia.

Menjelang FOMC

Terakhir, para pelaku pasar tengah menanti keputusan dari rapat rutin The Fed, FOMC, Kamis mendatang. Dengan tingkat pengangguran yang telah sejajar dengan ekspektasi The Fed, Janet Yellen dan rekan-rekan diharapkan dapat memberikan petunjuk lebih jauh mengenai rencana kenaikan suku bunga acuan serta kelanjutan tapering.


Berita Forex Lainnya

USD
EUR
CHF
CAD
GBP
JPY
CNY
AUD





KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE