Menu

Arab Saudi Dan Uni Emirat Arab Luncurkan Kripto Nasional

Yodik Prastya

Walaupun tidak mengizinkan trading Bitcoin dan Altcoins, Arab Saudi serta Uni Emirat Arab baru saja meresmikan kripto nasional sendiri untuk mempermudah pembayaran lintas batas.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) telah meluncurkan mata uang kripto nasional yang ditujukan untuk memfasilitasi pembayaran lintas batas. Aset digital baru tersebut diluncurkan pada pertemuan pertama Dewan Koordinasi Saudi-Emirat yang diadakan pada 19 Januari 2019 di Abu Dhabi. Penerbitan kripto ini merupakan salah satu dari tujuh inisiatif strategis yang dilakukan oleh Komite Eksekutif Dewan Koordinasi Saudi-Emirat.

Dalam siaran pers resmi, mata uang kripto tersebut akan digunakan oleh bank-bank di kawasan Abu Dhabi sebelum di rilis secara umum. Pihak berwenang juga berharap bahwa kripto nasional bersama akan membantu lembaga keuangan di daerah tersebut, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang teknologi buku besar terdistribusi (DLT).

Dilaporkan juga bahwa mata uang kripto tersebut didukung oleh basis data terdistribusi antara bank sentral dan pemberi pinjaman yang berpartisipasi dari kedua wilayah.

 

Melindungi Kepentingan Investor

Selain meningkatkan kemudahan pembayaran lintas batas, pemerintah Saudi-Emirat mengisyaratkan bahwa mata uang kripto nasional berupaya untuk melindungi kepentingan investor, menetapkan standar teknologi kripto, dan meminimalisir risiko keamanan cyber. Sementara itu, pemerintah juga melakukan penelitian tentang dampak dari mata uang terpusat pada kebijakan moneter.

Kerjasama keamanan rantai pasokan antara kedua negara juga turut dibuat. Ini dilakukan untuk melihat seberapa siap mereka menghadapi keadaan darurat pada saat terjadi serangan cyber, dengan mengidentifikasi poin-poin dari perbaikan dan membuat rencana implementasi yang sesuai pada Blockchain.

Meski sudah meresmikan kripto nasional, Saudi-Emirat tetap mengilegalkan kegiatan perdagangan Bitcoin dan Altcoins. Namun demikian, pihak Uni Emirat Arab sudah lama terjun dalam pengembangan teknologi Blockchain. Ada kemungkinan, pemerintah akan tetap mencari cara lain untuk mengadopsi teknologi Blockchain guna memperkuat rantai pasokannya.


Berita Kripto Lainnya




KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE