Menu

AUD/USD Dibayangi Kekhawatiran Pertumbuhan Ekonomi Global

Pandawa

Dolar Australia berada dalam tekanan jual, karena perlambatan pertumbuhan global semakin terlihat pasca pelemahan data ekonomi terbaru China dan Zona Euro.

Dolar Australia turun tajam pada hari Jumat (14/12), ditekan oleh semakin merebaknya kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global. AUD juga dibuka sedikit melemah terhadap Dolar AS di awal perdagangan hari Senin (17/12) ini. Hal itu terlihat dari pergerakan pair AUD/USD di kisaran 0.7174, atau dekat dengan level paling rendah sejak November 2018.

Pelemahan tajam Dolar Australia sebenarnya sudah dimulai sejak awal bulan Desember 2018. Setelah rally tajam di sepanjang bulan November, AUD gagal mendapatkan momentum untuk kembali ke area 0.74. Hal itu terbukti dari pelemahan Dolar Australia dari kisaran 0.7377 pada tanggal 3 Desember. Saat berita ini di-update pada pukul 09:00 WIB, Dolar Australia masih melanjutkan pelemahan sebesar 0.09 persen di level 0.7173.

Tidak hanya terhadap USD, Dolar Australia juga melemah 0.12 persen terhadap Yen, melemah 0.05 persen terhadap Yuan, turun 0.16 persen terhadap Sterling, melemah 0.05 persen terhadap Dolar Kanada, dan turun 0.03 persen versus mata uang Euro.

 

Rilis Data China Dan Eropa Sinyalkan Perlambatan Global

Setelah melalui pekan yang buruk di awal bulan ini, sejatinya AUD berusaha bangkit memangkas kerugian versus Dolar AS di sepanjang pekan lalu. Hal tersebut dapat terlihat dari penguatan AUD/USD selama empat hari beruntun. Namun, rilis data ekonomi China dan Eropa pada Jumat pekan lalu menekan AUD hingga terperosok pada kisaran 0.7151.

Rilis output industri China pada hari Jumat (14/12) melambat, dibarengi dengan data penjualan ritel untuk bulan November. Hal tersebut menambah bukti bahwa perlambatan ekonomi Negeri Tirai Bambu kian terasa semenjak meletusnya perang dagang dengan AS dalam beberapa bulan terakhir. Keprihatinan investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global semakin diperburuk oleh laporan data PMI Zona Euro yang jatuh menuju level paling lemah dalam kurun waktu lebih dari empat tahun.

Sebagai mata uang komoditas yang sensitif terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global, Dolar Australia mudah terbebani oleh risiko perlambatan. Jika data-data ekonomi berbagai negara (terutama China) terus menunjukkan pelemahan, maka AUD akan kesulitan menguat terhadap Dolar AS dalam beberapa waktu ke depan.


Berita Forex Lainnya

USD
EUR
CHF
CAD
GBP
JPY
CNY
AUD





KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE