Advertisement

iklan

Profil Penulis : pandawa

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.

iklan

iklan

Perlambatan ekonomi China tidak terlepas dari kemerosotan pasar properti, krisis energi, hingga masalah kenaikan harga bahan baku yang menekan permintaan pasar.
Lonjakan inflasi New Zealand sebagian besar didorong oleh kenaikan pasar perumahaan, makanan, dan biaya transportasi. Menyusul rilis ini, NZD/USD sempat melonjak di atas 0.7100.
Kenaikan tajam harga komoditas energi menopang kenaikan data PPI China dalam beberapa bulan terakhir. Disamping itu, kenaikan tarif listrik juga semakin mendorong naiknya inflasi produsen.
Memburuknya data Employment Change Australia dikarenakan oleh penurunan jumlah lapangan kerja di New South Wales dan Victoria. AUD/USD turun tipis pagi ini.
Harga minyak turun terbatas setelah muncul kekhawatiran dari negara-negara konsumen. Irak merespon kondisi ini dengan menurunkan harga jual minyaknya.
Lonjakan inflasi produsen Jepang disebabkan oleh semakin mahalnya harga komoditas di pasar global. USD/JPY tak tergoyahkan dan masih menguat pada perdagangan hari ini.
Dolar AS menguat ke level tertinggi 2.5 tahun terhadap Yen karena prospek tapering The Fed yang tetap berada di jalurnya. Trend kenaikan upah pekerja AS diyakini akan mendorong tingkat inflasi.
Pengumuman kebijakan moneter RBA bulan Oktober hampir sama dengan pernyataan pada pertemuan sebelumnya. Dolar Australia melemah karena terseret risk-off
OPEC memutuskan untuk mempertahankan kebijakan produksi bulan Juli tanpa adanya peningkatan output dalam waktu dekat. Harga minyak pun melambung hingga menembus level tertinggi 3 tahun.
Harga minyak turun tipis di tengah antisipasi pelaku pasar atas pertemuan OPEC hari ini, yang digadang-gadang menjadi katalis pergerakan harga selanjutnya.
Dolar AS melemah terbatas karena aksi profit taking menyusul diberhentikannya perdagangan saham Evergrande. Investor juga mengantisipasi rilis data NFP akhir pekan ini
Aktivitas manufaktur China tertekan oleh permintaan pasar yang melemah dan kenaikan harga bahan baku. Namun, sektor jasa pulih setelah kasus COVID menurun drastis.
Penurunan output industri Jepang disebabkan oleh menyusutnya produksi mobil. Meskipun begitu, USD/JPY turun karena aksi profit taking
Raphael Bostic kembali menyuarakan pandangan hawkish, memperkuat reli Dolar yang sebelumnya telah didukung oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS.
Meredanya kekhawatiran pasar terhadap krisis Evergrande telah mendorong kenaikan mata uang komoditas seperti Dolar Australia. Namun, Dolar AS masih berpotensi menguat dalam jangka menengah.
Harga minyak mentah melonjak hingga mendekati level tertinggi multi tahunan karena indikasi pengetatan pasokan global yang berjalan lebih cepat dari dugaan.
Tapering The Fed kemungkinan akan dilakukan secara bertahap per bulan November. Dolar AS pun menguat karena naiknya prospek rate hike.
Bank Sentral Jepang mempertahankan suku bunga dan melanjutkan program pembelian aset hingga inflasi mencapai target. Yen merosot pasca pengumuman tersebut.
Secara garis besar, notulen rapat RBA yang diumumkan pagi ini tidak banyak memberikan kejutan berarti. AUD/USD menguat karena aksi profit taking.
Dolar AS menguat di level tertinggi 3 pekan jelang pengumuman FOMC. Hal ini membuat harga minyak menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang asing.
Dolar AS menguat karena sentimen penghindaran risiko atas kekhawatiran investor terhadap virus Corona Delta dan antisipasi pengumuman FOMC pekan ini.
Penurunan tajam ketenagakerjaan Australia sebagian besar disebabkan oleh pembatasan COVID-19 di kawasan New South Wales. AUD/USD pun melemah.
Retail Sales China mengalami perlambatan pada bulan Agustus, begitu pula dengan output industri dan investasi aset tetap. Hal ini mencerminkan dampak lonjakan kasus COVID-19 di China.
Kenaikan sentimen Australia didukung oleh optimisme konsumen terhadap program vaksinasi yang saat ini masih berlangsung. Namun, AUD gagal mendapat momentum kenaikan karena aksi penghindaran risiko global.
Inflasi Produsen Jepang bertahan di dekat level tertinggi multi tahunan karena tingginya harga komoditas global. USD/JPY bergerak stabil menyusul rilis data ini.
Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini