iklan

Profil Penulis : pandawa

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.

iklan

iklan

Sentimen risk on sedikit dihambat oleh isu kesalahan selama uji coba vaksin AstraZeneca. Pair AUD/USD berkonsolidasi menanggapi kabar ini.
Harga minyak melonjak tajam hingga mencapai rekor tertinggi baru sejak awal Maret karena didukung oleh optimisme vaksin, stabilitas politik AS, serta diundurnya peningkatan produksi OPEC.
Rilis data manufaktur AS yang membaik sukses mendukung penguatan Dolar AS walau hanya sejenak. Secara umum, minat risiko masih belum berpihak pada Dolar karena optimisme vaksin virus Corona.
Kabar mengenai pendistribusian vaksin Corona pada pertengahan Desember memantik tumbuhnya minat risiko pelaku pasar dan menekan Indeks Dolar.
Demokrat dan Republik sepakat melanjutkan pembicaraan terkait stimulus di senat, sehubungan dengan semakin mendesaknya kondisi perlambatan ekonomi dan lonjakan kasus COVID-19 yang membebani prospek ekonomi.
Data ketenagakerjaan Australia menguat pasca pencabutan lockdown di negara bagian Victoria. Namun, pair AUD/USD justru tertekan karena sentimen risk-off pelaku pasar.
Notulen rapat RBA secara gamblang menyetujui rencana pembelian obligasi pemerintah dan mengisyaratkan tidak akan mengambil kebijakan suku bunga negatif.
Produksi industri China menegaskan pemulihan ekonomi domestik yang didukung oleh naiknya permintaan dari luar negeri. Namun, penjualan ritel masih di bawah ekspektasi.
Perekonomian Jepang rebound pada kuartal ketiga karena pulihnya belanja rumah tangga dan sektor ekspor. Namun, belanja modal yang masih minus mencerminkan ketidakpastian.
Euforia keberhasilan uji coba vaksin virus Corona sempat mendorong harga minyak di atas USD45. Namun saat ini, minyak sudah terkoreksi turun.
Dalam pernyataan terbaru pagi ini, RBNZ setuju untuk menggelontorkan lebih banyak stimulus tambahan di luar LSAP. Namun, Dolar NZ justu menguat karena sentimen risk on.
CPI China turun tajam di bulan Oktober karena koreksi harga daging babi dan masih lemahnya permintaan pasar yang membebani trend harga konsumen China.
Penemuan vaksin dengan efektivitas hingga 90 persen oleh Pfizer memberikan harapan terhadap pemulihan ekonomi global. AUD/USD pun terangkat naik.
Pelemahan Dolar AS dipicu aksi jual investor yang beralih menuju aset berisiko. Pasalnya, kebijakan luar negeri Joe Biden sebagai presiden baru diekspektasikan lebih bersahabat.
Dolar AS berusaha pulih dari kerugian pada sesi sebelumnya, namun berpotensi kembali melemah seiring meningkatnya peluang Joe Biden memenangkan pilpres AS.
Harga minyak berusaha mempertahankan reli awal pekan seiring dengan penurunan pasokan minyak. Pelaku pasar saat ini menanti hasil Pemilu AS.
Bank Sentral Australia memotong suku bunga untuk merangsang pemulihan ekonomi dari dampak pandemi, dan berencana membeli obligasi pemerintah senilai 100 miliar Dolar selama enam bulan ke depan.
Dolar AS naik dan mencapai level tertinggi satu bulan, ditopang aksi risk-off yang mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar di tengah ketidakpastian Pilpres AS.
Harga minyak mentah turun tajam karena aksi jual masif menyusul semakin banyaknya negara yang memutuskan untuk kembali lockdown akibat lonjakan kasus COVID-19.
Christine Lagarde mengisyaratkan pelonggaran moneter lebih lanjut pada akhir tahun, untuk menyesuaikan dengan kondisi ekonomi yang memburuk lebih cepat dari ekspektasi.
Penerapan lockdown di Jerman dan Prancis meningkatkan kecemasan investor terhadap terhambatnya pemulihan ekonomi global. Kondisi ini memicu aksi penghindaran risiko dan mendorong penguatan Dolar AS sebagai safe haven.
Inflasi konsumen Australia naik pada kuartal ketiga seiring dengan semakin pulihnya perekonomian dari dampak pandemi. Namun, AUD/USD masih dibalut ketidakpastian jelang Pilpres AS.
Harga minyak berusaha pulih setelah melemah signifikan pada awal pekan, ditekan oleh kekhawatiran pasar terhadap meredupnya prospek permintaan minyak global karena lonjakan kasus Corona.
Pelosi mengharapkan tanggapan dari Gedung Putih terkait pembicaraan stimulus pekan lalu, dan merasa optimis kesepakatan akan dapat dicapai segera.
Harga minyak sedikit menguat karena ditopang oleh optimisme paket stimulus AS. Namun, pandemi COVID-19 menjelang musim dingin masih mengintai.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone