Profil Penulis : pandawa

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.
FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Kepercayaan Konsumen Australia merosot di bulan Desember, semakin mempertegas rapuhnya kondisi perekonomian yang diperkirakan berlangsung hingga tahun 2020.
Rilis buruk data Kepercayaan Bisnis tidak berdampak signifikan terhadap AUD/USD. Pair tersebut cenderung bergerak dalam range sempit sejak sesi sebelumnya.
Harga daging babi yang meroket lebih dari 100 persen sejak tahun lalu, berkontribusi besar terhadap lonjakan CPI China di bulan November.
Penurunan ekspor yang diikuti kenaikan impor, membuat surplus neraca perdagangan China di bulan November semakin menyusut.
Dolar AS melemah pada sesi perdagangan pagi ini karena dipicu oleh penguatan mata uang mayor lain, juga ketidakpastian prospek deal dagang fase pertama.
Penjualan Ritel Australia tercatat stagnan di bulan Oktober. AUD/USD tak terpengaruh kabar ini karena masih ditopang oleh sentimen risk-on yang kembali naik.
Perekonomian Australia kuartal ketiga tumbuh lebih lambat dari ekspektasi karena terbebani oleh memburuknya trend belanja konsumen.
RBA mempertahankan suku bunga acuan di level 0.75 persen, karena masih menunggu efek dari pemotongan suku bunga sebelumnya terhadap perekonomian.
Indeks manufaktur China untuk November 2019 masih cukup kokoh di tengah lemahnya investasi manufaktur akibat perang dagang.
Aktivitas manufaktur China versi Caixin berekspansi lebih cepat dari ekspektasi, karena didukung oleh intervensi pemerintah yang menggenjot belanja infrastruktur dan pemotongan pajak.
Produksi Industri Jepang kembali turun di bulan Agustus, karena imbas perang dagang yang melemahkan permintaan global.
Robert Kaplan melontarkan pernyataan cukup hawkish atas perekonomian AS yang cukup kokoh di tengah perlambatan global. Dolar AS pun masih bertahan di level tinggi.
Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, memberikan kejelasan mengenai jadwal pembicaraan dagang AS-China. Hal itu berdampak positif terhadap pergerakan Dolar AS hari ini.
Dua petinggi The Fed menyetujui pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut guna meredam dampak perlambatan ekonomi, salah satunya adalah James Bullard.
Trend Inflasi inti Jepang terus melemah dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini pun semakin membuka peluang BoJ untuk mengucurkan stimulus dalam waktu dekat.
Data ketenagakerjaan Australia bulan Agustus berada di luar ekspektasi. Hasil ini pun menekan pergerakan AUD terhadap Dolar AS pada perdagangan hari ini.
The Fed memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin menjadi 2.0 persen untuk mengamankan ekspansi ekonomi di tengah ancaman perlambatan ekonomi global dan dampak perang dagang.
Eskpor Jepang kembali turun di bulan Agustus, memperpanjang trend penurunan selama 9 bulan terakhir. Fokus pasar saat ini beralih pada pengumuman suku bunga The Fed.
Harga rumah baru China melambat di bulan Agustus 2019. Pelaku pasar masih menanti hasil pembicaraan dagang AS-China pada hari Kamis pekan ini.
Presiden Trump menenangkan kekhawatiran pasar terkait konflik geopolitik di Timur Tengah. Tensi geopolitik pun mendingin dan USD/JPY kembali naik.
Kekhawatiran terhadap menyusutnya pasokan minyak global pasca serangan terhadap kilang minyak Aramco milik Arab Saudi langsung melambungkan harga minyak.
Kembali memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah mendorong mata uang safe haven seperti Yen dan Franc Swiss menguat signifikan terhadap Dolar AS hari ini.
Penguatan Dolar AS terhadap Yen masih didorong optimisme terkait perdagangan AS-China. Namun, pelaku pasar mulai waspada jelang pengumuman suku bunga Fed pekan depan.
China mengecualikan beban tarif impor untuk sebagian barang AS yang kemudian disambut positif oleh Trump. Tensi dagang pun mereda sehingga melambungkan USD/JPY pagi ini.
Inflasi Konsumen China di bulan Agustus tetap kokoh di tengah masih melambungnya harga bahan makanan. Namun, trend PPI justru semakin terperosok ke zona deflasi.