Advertisement

iklan

Profil Penulis : pandawa

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.
Xm

iklan

Advertisement

iklan

Pandemi virus Corona masih menjadi faktor utama yang menghambat sektor manufaktur Jepang, sehingga aktivitasnya melambat ke rekor historis.
Naiknya data PMI Manufaktur dan Jasa China pada bulan Maret didorong oleh semakin banyak perusahaan yang kembali beroperasi setelah pemerintah menghentikan lockdown.
Pandemi Covid-19 telah meruntuhkan kepercayaan diri pelaku bisnis di New Zealand pada bulan Maret, hingga anjlok mendekati level terendah sejak krisis finansial 2008.
Setelah melemah tajam pekan lalu, Dolar AS kembali menguat karena ketakutan investor terhadap Covid-19 yang berpotensi merusak perekonomian dalam jangka panjang.
Harga minyak bergerak mendatar dalam tiga sesi perdagangan terakhir. Euforia terhadap stimulus ekonomi AS rupanya diimbangi oleh merosotnya permintaan.
Neraca perdagangan New Zealand mengalami surplus pada bulan Februari, didorong oleh meningkatnya ekspor produk susu ke China.
Harga minyak berusaha naik dalam dua sesi terakhir. Namun, upaya ini masih dibayangi oleh kekhawatiran pasar mengenai dampak pandemi Corona terhadap perekonomian global.
Pemerintahan AS akan menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk meminimalisir kerusakan ekonomi jangka panjang akibat virus Corona.
Bank Sentral Eropa meningkatkan pembelian obligasi senilai 750 miliar Euro meredam dampak kemerosotan ekonomi akibat pandemi Corona.
Dolar Australia gagal mendapat momentum penguatan dari data ketenagakerjaan, karena dipicu oleh masih kentalnya sentimen risk-off terkait pandemi corona.
Pandemi virus Corona yang sudah menyebar sejak Februari di Jepang memicu kemerosotan permintaan pasar domestik, sehingga penurunan impor jauh melebihi ekspor.
Pemerintahan Trump berencana menyiapkan paket stimulus senilai 1 Triliun USD untuk menyelamatkan perekonomian dari potensi kehancuran akibat pandemi Corona.
Harga minyak terus tertekan di tengah kekhawatiran investor terhadap kemungkinan terjadinya resesi global akibat penyebaran virus Corona.
Notulen pertemuan RBA bulan Maret masih menyoroti dampak wabah virus Corona di luar China yang semakin masif dan berpotensi merusak pertumbuhan ekonomi global.
Wakil Menteri Energi Rusia menegaskan bahwa wacana pemotongan output bukanlah solusi terbaik di tengah trend permintaan global yang memang sudah menurun.
Sentimen risiko kembali ambruk karena konfirmasi terbaru dari WHO. Aksi jual masif bursa saham AS dan Asia pagi ini pun memicu naiknya safe haven seperti Yen.
Kemerosotan sentimen konsumen Australia disebabkan oleh memburuknya keyakinan terhadap kondisi ekonomi jangka pendek akibat wabah virus Corona.
Minimnya pasokan bahan makanan seperti daging babi membuat tingkat Inflasi Konsumen China tetap di level tinggi meski mengalami penurunan tipis.
Kepercayaan Bisnis Australia diprediksi akan semakin merosot pada bulan-bulan mendatang karena dampak wabah virus Corona. AUD/USD justru stabil merespon laporan ini.
Penyebaran virus Corona di luar China belum menunjukkan tanda-tanda selesai sehingga memicu kepanikan baru, dan mendorong safe haven Yen naik terhadap Dolar AS.
Harga minyak bergerak dalam range terbatas, karena investor masih menanti keputusan OPEC terkait pemotongan produksi lanjutan untuk meredam kejatuhan harga.
Presiden The Fed St. Louis, James Bullard, menegaskan bahwa tidak banyak informasi tambahan yang bisa dijadikan alasan untuk kembali memangkas suku bunga AS.
Walaupun angka GDP terbilang memuaskan, outlook ekonomi Australia pada paruh pertama 2020 sejatinya cukup suram karena ketidakpastian dampak virus Corona.
Bank Sentral Australia memutuskan untuk memotong suku bunga acuan, karena ketidakpastian prospek ekonomi menyusul wabah virus corona yang semakin mendunia.
Data output industri Jepang menunjukkan perbaikan di tengah ancaman resesi yang membayangi perekonomian domestik. Yen menyambut kabar ini dengan penguatan.