OctaFx

iklan

Profil Penulis : Pandawa

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.
Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Konten Oleh Pandawa

Dalam laporan bulanan, OPEC mengungkapkan bahwa prospek harga minyak di sisa tahun ini akan semakin melemah karena perlambatan ekonomi global dan perang dagang.


Penguatan Dolar AS terhadap mata uang mayor tidak terhenti meskipun data perumahan AS dirilis beragam, dengan Housing Starts yang menunjukkan pelemahan 3 bulan berturut-turut.


Data pekerjaan Australia yang solid di bulan Juli langsung mendorong AUD/USD menguat. Namun, tensi perang dagang masih membayangi reli Dolar Australia terhadap Dolar AS.


Kendati Trump menunda kenaikan tarif 10 persen atas barang China, ancaman terhadap terjadinya kemerosotan ekonomi global masih mendukung penguatan Yen.


Perang dagang yang tidak kunjung usai telah berdampak buruk terhadap aktivitas industri dan penjualan ritel China, serta memukul sektor investasi di awal kuartal ketiga tahun 2019.


Sentimen konsumen Australia rebound, disinyalir karena didorong oleh pemotongan suku bunga RBA sebanyak 2 kali tahun ini yang menumbuhkan optimisme sektor perumahan.


Harga minyak melonjak 5 persen setelah euforia pasar terpicu oleh AS yang menunda kenaikan tarif impor terhadap barang China hingga 15 Desember.


Asisten Gubernur RBA, Christopher Kent, mengatakan bahwa suku bunga di level terendah seperti saat ini akan mendukung permintaan dan perekonomian di masa mendatang.


Ketua RBA, Philip Lowe, mengatakan bahwa ekonomi Australia mungkin akan membaik. Namun, suku bunga tetap harus rendah mengikuti bias bank sentral di seluruh dunia.


Perekonomian Jepang sukses mengungguli proyeksi pasar di kuartal kedua 2019, sehingga mendorong mata uang Yen menguat terhadap Dolar AS di sesi Asia hari Jumat.