iklan

Profil Penulis : pandawa

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.

iklan

iklan

Prospek stimulus AS kian pasti setelah House mengesahkan RUU pada hari Sabtu pekan lalu. Harga minyak pun dibuka menguat di awal pekan ini.
Harga rumah Australia meningkat karena dipicu oleh semakin rendahnya suku bunga pinjaman dan stimulus dari pemerintah. Dolar Australia berusaha rebound terhadap Dolar AS.
RBNZ tetap akan melanjutkan program stimulus yang bertujuan untuk mendongkrak inflasi dan sektor tenaga kerja. NZD/USD menguat karena sentimen risk-on.
Harga minyak turun dari level tertinggi 13 bulan karena aksi profit taking yang dilakukan investor. Selain itu, laporan persediaan minyak mentah AS yang lebih tinggi dari ekspektasi ikut menekan harga minyak.
Dolar AS diperdagangkan di area terendah enam pekan saat fokus investor tertuju pada pidato Jerome Powell yang diperkirakan menyinggung ekspektasi kenaikan inflasi terhadap prospek suku bunga.
Harga minyak naik karena terhambatnya pasokan minyak di kawasan Texas akibat cuaca dingin. Hal ini memaksa penutupan produksi perusahaan migas di Teluk Meksiko
Dolar AS melanjutkan trend bearish terhadap mata uang mayor karena aksi jual investor yang tengah optimis terhadap meningkatnya prospek pemulihan ekonomi global.
Data ketenagakerjaan Australia dirilis mengecewakan di awal tahun 2021. AUD/USD diprediksi masih bullish karena notulen The Fed bernada dovish.
Prospek pemulihan ekonomi AS lebih cepat telah memicu kenaikan imbal hasil obligasi AS. Alhasil, Dolar AS melambung versus mata uang mayor lainnya terutama Yen.
RBA menyimpulkan bahwa perekonomian masih membutuhkan dukungan moneter sangat signifikan hingga sektor ketenagakerjaan pulih dan mengangkat inflasi.
Harga minyak menguat tajam setelah muncul berita bahwa Arab Saudi telah mencegat drone berisi bahan peledak dari kelompok Houti yang didukung Iran.
Perekonomian Jepang kuartal IV tumbuh lebih lambat dari periode sebelumnya karena sebagian besar disebabkan oleh penurunan konsumsi domestik yang mencerminkan aktivitas ekonomi masih terpengaruh dampak dari pandemi.
Dolar AS melemah, terbebani oleh rilis data Jobless Claims yang lebih tinggi dari ekspektasi. Klaim pengangguran mingguan dilaporkan bertambah 793,000.
Inflasi konsumen China merosot di zona minus sementara inflasi produsen menunjukkan pemulihan. Menurut analis, penurunan CPI hanya akan bersifat sementara.
Konsumen Australia merasa optimis bahwa kondisi finansial dan ekonomi akan membaik dalam waktu dekat. Tak pelak, AUD/USD stabil di level tertinggi dua pekan.
Harga minyak kembali menguat hingga menyentuh level tertinggi setahun, didukung oleh langkah pemangkasan output minyak Saudi dan sentimen pemulihan.
Pergerakan dolar AS selanjutnya sangat bergantung pada optimisme keberhasilan penanganan pandemi dan rilis data Inflasi pekan ini.
Sektor jasa China berekspansi lebih lemah di bulan Januari, sebagian besar karena terbebani oleh penurunan di sektor tenaga kerja.
Kenaikan data Employment Change mencerminkan pulihnya aktivitas ekonomi New Zealand dari dampak pandemi. NZD/USD pun menguat dari harga pembukaan.
Dolar Australia melemah karena sentimen risk-off pelaku pasar usai keputusan RBA untuk memperpanjang program pembelian obligasi senilai $100 miliar.
Harga minyak menguat setelah Arab Saudi resmi memberlakukan pemangkasan produksi harian sebesar 1 juta barel bph. Namun, reli harga minyak berpotensi terhambat oleh kekhawatiran permintaan
Perlambatan ekspansi industri China bulan lalu disebabkan oleh lonjakan kasus virus Corona yang berpusat di provinsi Hebei. Potensi penyebaran pandemi jelang Imlek semaking membayangi ekonomi China ke depan.
Dalam statement terbarunya, Powell menegaskan bahwa The Fed akan tetap berjuang mempertahankan kebijakan longgar sampai terjadi rebound penuh pada sektor ketenagakerjaan AS.
Harga minyak bergerak datar di tengah kekhawatiran pasar terhadap pandemi. Penurunan stok minyak AS tak banyak memicu reaksi pasar.
AUD/USD stabil di level tinggi setelah Inflasi konsumen Australia dilaporkan lebih baik daripada ekspektasi, mencerminkan pemulihan dari dampak pandemi.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone