Advertisement

iklan

Profil Penulis : Pandawa

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.
FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Konten Oleh Pandawa

Gubernur Boc, Steven Poloz, mengatakan bahwa masih ada ruang untuk melakukan Rate Hike asalkan perlambatan ekonomi Kanada saat ini bersifat sementara.


Rilis data Ifo Jerman semakin menegaskan pandangan pasar bahwa pelemahan ekonomi kawasan Euro terus berlanjut saat memasuki kuartal kedua 2019.


Laporan CPI Australia yang melemah di kuartal pertama 2019 meningkatkan probabilitas penurunan suku bunga RBA tahun ini. Dolar Australia pun turun tajam.


Dolar AS sedikit menguat terhadap mata uang mayor selepas libur paskah. Fokus investor kini tertuju pada laporan GDP AS kuartal pertama 2019 yang akan dirilis hari Jumat besok.


Harga minyak melonjak signifikan karena prospek kelangkaan pasokan pasca kabar pencabutan keringanan sanksi minyak Iran oleh pemerintah AS.


Inflasi Inti Jepang naik tipis dalam basis tahunan. Namun karena levelnya masih jauh di bawah target BoJ, kabar ini tak berdampak pada USD/JPY.


Data pekerjaan Australia bulan Maret positif, tetapi tingkat pengangguran naik menjadi 5 persen. AUD/USD pun bergerak volatile pada perdagangan hari Kamis (18/April).


Rilis GDP China menumbuhkan harapan terhadap perbaikan ekonomi global. Namun, trader Euro masih perlu konfirmasi lebih lanjut dari rilis manufaktur Zona Euro sore nanti.


Data ketenagakerjaan Inggris yang cukup beragam di sore ini tak memberikan banyak pengaruh terhadap pergerakan pair GBP/USD.


Notulen Bank Sentral Australia bulan April bernada dovish, sehingga langsung menekan pergerakan Dolar Australia terhadap Dolar AS.