iklan

Profil Penulis : pandawa

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.

iklan

iklan

Harga minyak mentah menguat di awal pekan karena didukung oleh badai tropis sehingga memaksa diberhentikannya operasional pengeboran minyak di teluk Meksiko. Di sisi lain lemahnya permintaan global masih membayangi kenaikan harga minyak.
Dolar Australia ditekan oleh penguatan Dolar AS pasca pernyataan Jerome Powell. Akibatnya, data ketenagakerjaan yang dirilis menguat tak memberikan dampak.
GDP New Zealand secara resmi memasuki jurang resesi, dipicu oleh kebijakan lockdown COVID-19 yang diambil otoritas setempat. NZD/USD pun turun tajam.
Ekspor Jepang masih terkontraksi di bulan Agustus. Namun, Yen menguat terhadap Dolar AS karena antisipasi pasar terhadap pengumuman kebijakan The Fed minggu ini.
Data ekonomi China tumbuh meyakinkan dengan produksi industri, penjualan ritel, dan investasi aset tetap yang menguat dari periode sebelumnya.
Dalam rilis notulen rapat bulan ini, RBA mengisyaratkan perekonomian domestik dan global telah pulih secara bertahap dan akan berlanjut pada kuartal ketiga.
Inflasi konsumen China stabil di tengah pemulihan ekonomi dari krisis Corona. Sementara itu, inflasi produsen menunjukkan pemulihan meski masih di zona minus.
Setelah turun karena reaksi berlebihan masyarakat terhadap lockdown di Victoria, sentimen konsumen Australia kembali pulih pada bulan September.
Penerapan lockdown di Victoria berpengaruh besar terhadap penurunan kondisi bisnis Australia. Meskipun begitu, indeks kepercayaan bisnis pulih terbatas.
Final GDP Jepang kuartal II dirilis lebih buruk dari data Preliminary bulan lalu. Hasil negatif ini diikuti oleh pengeluaran rumah tangga yang anjlok karena efek pandemi.
Di tengah lemahnya permintaan energi, harga minyak melamah cukup signifikan karena langkah Arab Saudi yang memberi diskon untuk pengiriman minyak ke Asia.
Pelemahan harga minyak sudah terjadi sejak kemarin dan berlanjut pada sesi Asia hari ini. Penurunan permintaan bahan bakar AS dalam sepekan terakhir menjadi pemicu.
Australia memasuki resesi untuk pertama kalinya sejak 1991, menyusul rilis data GDP kuartal II yang kembali minus. AUD/USD turun merespon kabar ini.
Aktivitas pabrik Jepang masih terkontraksi. Namun, tingkat pemulihannya membuat para analis optimis dengan rebound ekonomi Jepang. USD/JPY melemah pada sesi perdagangan pagi ini.
Aktivitas manufaktur China berekspansi dalam skala yang lebih lambat di bulan Agustus. Sementara itu, sektor jasa China masih mencatatkan kenaikan yang mengesankan.
Produksi industri Jepang naik selama dua bulan berturut-turut. Namun, penjualan ritel belum membaik karena kekhawatiran gelombang kedua COVID-19.
Dolar AS melemah lantaran tingginya ekspektasi pasar akan kebijakan dovish The Fed. Pernyataan Jerome Powell di simposium Jackson Hole akan jadi sorotan malam ini.
Dolar Australia menguat terbatas pagi ini, didukung kabar pengobatan COVID-19 di AS dan pembicaraan AS-China yang dilaporkan berlangsung konstruktif.
Badai tropis yang menerjang teluk Meksiko telah menghambat pasokan sehingga berpotensi mendongkrak harga minyak mentah.
Pergerakan Dolar AS terpantau stabil karena sebagian investor masih menanti pidato ketua The Fed pada Simposium Jackson Hole pekan ini.
Pembuat kebijakan The Fed mengatakan bahwa ketidakpastian ekonomi masih terjadi sehingga menyarankan untuk mengambil langkah akomodasi tambahan. Dolar AS justru rebound merespon hal ini.
Dolar AS melemah menuju level terendah 2 tahun karena ditekan ekspektasi pasar yang dovish terhadap hasil notulen FOMC.
Harga minyak bertahan dekat level tertinggi 5 bulan, salah satunya karena rencana China memborong minyak mentah AS.
Ekonomi Jepang anjlok ke level historis karena terpukul oleh kemerosotan konsumsi rumah tangga, belanja modal, hingga ekspor impor.
Produksi industrI melanjutkan trend positif namun kenaikannya berada di bawah ekspektasi. Sementara itu, Retail Sales belum mampu keluar dari trend negatif.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone