Profil Penulis : Pandawa

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.
FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Konten Oleh Pandawa

Ekpor Jepang turun ke level terendah sejak 2016 karena perang dagang AS-China serta melemahnya permintaan dari negara kawasan Asia lainnya. USD/JPY pun menguat.


Koreksi tipis harga minyak dipicu oleh aksi profit-taking investor, sebagai bentuk antisipasi menjelang pembicaraan dagang lanjutan AS-China di Washington minggu ini.


Statement RBA terkait outlook suku bunga saat ini berada di titik seimbang, atau mengulangi pernyataan Gubernur Lowe beberapa waktu yang lalu.


Meski belum mencapai kesepakatan, pembicaraan dagang AS-China di Beijing minggu lalu menumbuhkan harapan pelaku pasar terhadap prospek berakhirnya perang dagang.


Melemahnya permintaan domestik berdampak langsung terhadap Inflasi China di tingkat produsen (PPI), yang menunjukkan pertumbuhan paling lesu dalam 3 tahun terakhir.


GDP Jepang kuartal IV naik pesat dari periode sebelumnya. Meski demikian, risiko perang dagang yang masih membayangi membuat Yen tak mampu menguat terhadap Dolar AS.


Dolar AS melemah untuk hari kedua secara beruntun karena meningkatnya minat risiko, setelah ada kemajuan positif dalam pembicaraan dagang AS-China di Beijing minggu ini.


Harga minyak menguat cukup signifikan, ditopang oleh kabar positif atas rencana Arab Saudi yang akan kembali memangkas produksi pada bulan Maret.


Dolar AS menguat signifikan karena investor was-was terhadap kemungkinan deadlock negosiasi dagang AS-China yang tengah berlangsung di Beijing.


Dolar Kanada tertekan karena pelemahan harga minyak, yang dipicu oleh mencuatnya kekhawatiran pasar saat AS dan China kembali melanjutkan pembicaraan perdagangan.