Menu

BoE Potong Suku Bunga, Poundsterling Turun

Nadia Sabila

Bank sentral Inggris memangkas suku bunga demi menopang ekonomi dari dampak kekacauan akibat pandemi Corona. Analis memperkirakan, Pound akan terus melemah.

Seputarforex.com - Sesuai ekspektasi sebelumnya, Bank of England (BoE) memotong suku bunga dari 0.25 persen menjadi 0.1 persen. Bank sentral Inggris ini pun menyetujui kenaikan ukuran Funding Program sebagai backstop pinjaman yang diperuntukkan bagi perusahaan-perusahaan.

Dalam pengumuman hasil rapat MPC pada Kamis (19/Maret) malam kemarin, BoE juga memutuskan untuk menambah nominal pembelian obligasi menjadi 645 miliar pound, guna memperluas upaya mencegah perlambatan ekonomi akibat pandemi Corona.

"Sebagai langkah untuk menanggulangi penyebaran virus, dan sebagai bukti yang berhubungan dengan pasar finansial dan ekonomi global, The Monetary Policy Committe (MPC) menggelar pertemuan khusus pada tanggal 19 Maret... Penyebaran Covid-19 dan langkah-langkah yang diambil untuk menghambat perluasannya akan mengakibatkan kejutan ekonomi yang bisa berdampak ekstrem dan (berskala) besar, tapi hanya untuk sementara waktu. Peran Bank of England adalah membantu memenuhi kebutuhan pelaku bisnis dan konsumen Inggris dalam menghadapi gangguan ekonomi terkait, " demikian ungkap BoE dalam pernyataan kebijakan moneternya.

"Mayoritas pembelian aset tambahan akan mencakup obligasi pemerintah AS.... Pembelian yang diumumkan hari ini akan segera diselesaikan segera setelah operasionalnya memungkinkan, konsisten dengan peningkatan fungsi pasar.

 

Pound Masih Berisiko Melanjutkan Penurunan

Beberapa saat setelah kebijakan moneter BoE diumumkan, Pound sempat menguat tipis terhadap Euro dan Dolar AS. Namun, mata uang tersebut kembali turun tak lama kemudian. Saat berita ini ditulis pada hari Jumat (20/Maret) pagi, GBP/USD melemah 0.17 persen di kisaran 1.1445.

Rate Cut BoE pada dasarnya memang menawarkan sentimen bearish bagi Pound. Namun, menguatnya Dolar AS belakangan ini memberikan tambahan tekanan bagi mata uang Inggris tersebut. GBP/USD bahkan anjlok hingga 12 persen dalam delapan sesi perdagangan yang cukup brutal.

Para analis memperkirakan bahwa dalam jangka pendek, Pound masih suram dan bisa saja turun lebih jauh. Menurut Peter Stoneham, analis pasar di Thomson Reuters, pandemi Corona bisa menyeret Pound ke posisi yang bahkan tak bisa dijangkau oleh Brexit.

"Sterling mungkin akan turun lebih jauh di bawah Lows pasca vote Brexit versus Dolar AS, Euro, dan Yen, apabila risk aversion (terus terjadi) karena kelanjutan wabah virus corona," kata Stoneham.


Berita Forex Lainnya

USD
EUR
CHF
CAD
GBP
JPY
CNY
AUD





KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE