iklan

Profil Penulis : nadia sabila

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.

iklan

iklan

Gejolak dalam pasar obligasi menjadi penyebab penguatan Dolar AS dan tergulingnya mata uang komoditas seperti Dolar Australia.
Kenaikan yield obligasi US Treasury bertenor 10 tahun sangat fantastis sehingga mendongkrak Dolar AS dan menekan harga emas turun di bawah $1775 per ounce.
Testimoni hari kedua Ketua The Fed tak banyak berpengaruh pada Dolar AS. USD naik tipis tetapi masih terjebak di level rendah tiga hari.
Gubernur BoE Andrew Bailey mengecam Uni Eropa terkait manuver di sektor finansial. GBP/USD tergelincir tetapi masih di level tinggi dua tahun.
Kepercayaan Bisnis Ifo Jerman untuk bulan Februari lebih baik dari ekspektasi. Laporan tersebut berkombinasi dengan pelemahan Dolar AS sehingga menguatkan EUR/USD.
Stimulus fiskal masif AS diperkirakan akan disetujui pekan ini. Fokus para investor pun kembali mengarah pada kenaikan inflasi, sehingga mendorong minat beli emas.
Optimisme investor terhadap pemulihan ekonomi AS mendukung kenaikan yield obligasi AS. Akibatnya, emas tertekan karena menjadi kurang menarik di mata investor.
Klaim Pengangguran AS untuk pekan lalu tercatat lebih buruk dari ekspektasi pasar. Hal ini membuat pemulihan ekonomi AS kembali disangsikan.
Dolar AS menguat menyusul komentar optimis dari Presiden The Fed St. Louis, James Bullard, dan rilis data manufaktur New York yang lebih baik dari ekspektasi.
Harga emas sempat terjun ke bawah 1800 karena kenaikan risk on yang menyebabkan penguatan di pasar saham.
Minat risiko sedang terdukung oleh meluasnya implementasi vaksin COVID 19 dan optimisme paket stimulus fiskal AS. Akibatnya, Dolar AS hanya menguat versus Yen.
Program vaksinasi COVID-19 di Inggris terbilang sangat agresif, sehingga berdampak positif bagi outlook pemulihan ekonomi. Akibatnya, Pound menguat terhadap Dolar AS.
Harga emas kembali naik seiring dengan Dolar AS yang lemah. Potensi disetujuinya stimulus fiskal senilai triliunan dolar AS menambah dukungan bagi emas.
Permintaan pasar terhadap Dolar AS sebagai safe haven berkurang karena stimulus masif diyakini dapat menaikkan minat risiko global.
Menurut Menteri Keuangan AS Janet Yellen, paket stimulus dalam jumlah besar dapat mendorong pemulihan ketenagakerjaan penuh di tahun 2022.
Harga emas naik seiring meningkatnya prospek stimulus AS dalam jumlah masif yang diajukan oleh Presiden Joe Biden.
Kenaikan NFP AS yang lebih rendah dari ekspektasi memunculkan optimisme tambahan stimulus fiskal AS. Hal ini mengapresiasi harga emas.
Dolar AS jatuh setelah laporan data ketenagakerjaan AS dinilai mengecewakan. Walaupun Tingkat Pengangguran turun, NFP dan data Upah tidak memenuhi ekspektasi.
Dolar AS terus naik seiring outlook ekonomi AS yang terus menunjukkan kemajuan. Pasar optimis dengan sektor ketenagakerjaan AS dan stimulus fiskal masif.
Kenaikan Dolar AS dan yield obligasi US Treasury memudarkan daya tarik logam mulia. Harga emas pun turun menembus level psikologis $1800.
Harga emas dan perak turun drastis karena pemulihan pasar saham global. Selain itu, euforia saham GameStop telah mereda dan pasar kembali fokus ke data ekonomi dan isu fundamental terkini.
Dolar AS naik didasari oleh penolakan terhadap besaran stimulus Biden dan masalah rollout vaksin virus Corona di Eropa.
Kenaikan pesat harga perak (Silver) menyedot perhatian pasar logam mulia hari ini, menutupi update kenaikan tipis harga emas.
Euro menguat tipis hari ini, terkonsolidasi dari penurunan yang diakibatkan oleh komentar pejabat ECB terkait potensi pemotongan suku bunga.
USD/JPY menguat ke level tertinggi 3 bulan karena sejumlah alasan. Secara teknikal, analis memperkirakan pair ini dapat naik hingga di atas 106.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone