OctaFx

iklan

Profil Penulis : nadia sabila

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.
Xm

iklan

FirewoodFX

iklan

Dolar AS turun karena pasar mulai merespon upaya pelonggaran moneter masif oleh The Fed dan beberapa bank sentral lain.
Harga emas spot turun merespon penguatan pasar ekuitas, sedangkan harga emas futures naik menyusul pelonggaran moneter sejumlah bank sentral.
Dolar AS masih menjadi primadona meskipun data ketenagakerjaan Amerika Serikat terus memburuk di tengah pandemi Corona.
Harga emas naik merespon data ketenagakerjaan AS dan pernyataan Trump soal harga minyak. Prospek ketidakpastian akibat pandemi, turut mendukung aksi beli emas.
Dolar AS menguat sekalipun Klaim Pengangguran Amerika Serikat kembali melonjak lebih banyak daripada ekspektasi.
Dolar AS makin kuat merespon rilis data PMI Manufaktur ISM dan ADP Employment Change yang tak seburuk perkiraan.
Walaupun kebijakan The Fed bersifat melemahkan Dolar, tetapi ekspektasi akan menurunnya pertumbuhan ekonomi global membatasi pelemahan mata uang tersebut.
Harga emas turun tipis karena Dolar AS dan pasar saham menguat hari ini. Dalam jangka panjang, harga emas diproyeksi masih bullish karena pelonggaran moneter bank-bank sentral dan ketidakpastian ekonomi akibat Corona.
Pandemi Corona kembali memaksa bank sentral Kanada memotong suku bunganya di bulan Maret ini. CAD sempat melemah, tetapi menguat kembali karena USD yang bearish.
Jumlah kasus infeksi COVID-19 di Amerika Serikat lebih banyak daripada China. Prospek harga emas pun masih cerah dalam jangka panjang.
Klaim Pengangguran AS menembus rekor tertinggi sejak tahun 1967 gara-gara virus Corona. Dolar AS pun melemah merespon data tersebut.
Harga emas kembali naik menyusul langkah The Fed yang habis-habisan melonggarkan moneter serta meredanya aksi jual emas untuk likuiditas.
Bank sentral Inggris memangkas suku bunga demi menopang ekonomi dari dampak kekacauan akibat pandemi Corona. Analis memperkirakan, Pound akan terus melemah.
Reli indeks Dolar AS terus berjalan dan menembus level 102.9. Pengumuman The Fed tak mampu redakan kepanikan pasar akan dampak pandemi Corona.
Kekhawatiran akan dampak virus Corona terhadap kelangsungan ekonomi masih sulit diproyeksi. Harga emas turun dengan potensi volatile dalam beberapa pekan ke depan.
Kekhawatiran akan penyebaran Corona semakin menjadi. Para investor yang kelabakan pun kabur ke mata uang yang paling likuid, yakni Dolar AS.
Harga minyak yang babak belur membuat Dolar Kanada sulit menguat terhadap Dolar AS, meskipun The Fed sudah melakukan dua kali Rate Cut bulan ini.
Terlepas dari langkah pemotongan suku bunga Fed, harga emas turun ke bawah 1,500 karena para investor semakin gencar menggenjot likuiditas dengan menjual emas.
Emas dilanda aksi jual demi mendongkrak likuiditas pasar. Selain itu, dampak wabah Corona terhadap ekonomi masih menyulitkan pasar untuk mengambil keputusan.
Di luar ekspektasi, ECB hanya menyuntikkan stimulus senilai 120 miliar euro tanpa memotong suku bunganya seperti The Fed dan BoE.
Pasang surut tanggapan pasar terhadap perkembangan isu wabah Corona dan rilis data ekonomi AS menjadi dua isu penggerak Dolar AS malam ini.
Harga emas turun setelah Presiden AS mengajukan sejumlah opsi stimulus untuk membantu perekonomian menghadapi dampak buruk wabah Corona.
Ide Presiden Trump untuk menyuntikkan dana darurat guna menanggulangi perlambatan ekonomi akibat Corona membuat ekuitas AS naik dan Dolar AS menguat.
Pasar ekuitas dan minyak sedang bergejolak. Kenaikan harga emas tertahan karena para investor menjual emas guna menalangi kerugian di saham.
Melonjaknya Euro terhadap Dolar AS malam ini disebabkan oleh jebloknya harga minyak dunia dan dampak virus Corona terhadap ekonomi.