Advertisement

iklan

Profil Penulis : nadia sabila

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.
Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Morgan Stanley, JPMorgan, dan Goldman Sachs memprediksi kenaikan harga emas di tahun 2021. Ada beberapa faktor yang mendasari prediksi tersebut.
Non Farm Payroll (NFP) AS naik ke 4.8 juta pekerjaan di bulan Juni 2020. Hasil tersebut menguatkan Dolar AS, tapi hanya dalam kisaran terbatas.
Kenaikan ADP Employment Change AS kurang dari ekspektasi, tetapi PMI Manufaktur AS melesat naik. Dolar AS cenderung melemah dalam perdagangan hari ini.
Harga emas diprediksi naik meski masih sideways di awal pekan ini. Goldman Sachs memperkirakan harga emas dapat mencapai USD2000 dalam satu tahun.
Harga emas diprediksi menguat, meski normalisasi ekonomi pasca lockdown atau New Normal telah dimulai. Berikut ini 5 isu penunjang harga emas untuk beberapa waktu ke depan.
Data Durable Goods Orders AS bulan Mei naik melebihi ekspektasi, sedangkan GDP dan Klaim Pengangguran tidak terlalu positif. Namun, Dolar tetap menguat akibat aksi penghindaran risiko.
Bertambahnya kasus infeksi virus Corona pasca normalisasi, membuat para investor kembali berpihak pada aset safe haven seperti emas.
Dolar AS cukup kuat meski tambahan kenaikan tidak signifikan. Pasar sedang mengawasi perkembangan infeksi virus Corona.
Pasca normalisasi ekonomi, jumlah infeksi baru Corona dilaporkan melonjak. Pemulihan ekonomi pun terancam, sehingga mendorong minat investor pada emas sebagai safe haven.
Sempat diisukan mengadopsi rate negatif, BoE ternyata mempertahankan suku bunganya. Poundsterling melemah merespon kebijakan tersebut.
Ancaman infeksi Corona gelombang dua di China menjadi penopang harga emas. Namun, reli emas tak dapat signifikan karena apiknya data Penjualan Ritel AS bulan lalu.
Ketua The Fed mengatakan bahwa meski telah ada perkembangan positif, pemulihan ekonomi ke level pra pandemi membutuhkan waktu dan kerjasama fiskal-moneter.
Retail Sales AS menembus rekor tertinggi sejak tahun 1992, setelah aktivitas ekonomi Amerika dibuka lagi pasca lockdown karena Corona.
Potensi penyebaran virus Corona gelombang kedua dan suramnya outlook ekonomi dari The Fed mendukung kenaikan harga emas secara terbatas.
Anjloknya saham-saham AS gegara ekspektasi pemulihan ekonomi global yang memudar membuat para investor kembali ke Dolar AS dan mata uang safe haven.
Membaiknya data ketenagakerjaan AS mengurangi permintaan terhadap emas. Para investor beralih ke aset risiko tinggi sehingga harga emas turun.
Diekspektasikan masih minus, Non Farm Payroll AS malah melejit ke area positif. Dolar AS pun merespon data tersebut dengan penguatan.
Tambahan stimulus dalam program khusus penanggulangan dampak pandemi (PEPP) ECB, membuat Euro semakin menguat terhadap Dolar AS.
Dolar Kanada menguat terhadap Dolar AS pasca pernyataan optimis dari bank sentral Kanada mengenai pemulihan ekonomi.
Harga emas turun akibat penguatan sentimen risiko terkait pemulihan ekonomi yang diekspektasikan bisa lebih cepat dari perkiraan.
GDP AS kuartal pertama direvisi memburuk dan klaim pengangguran terbilang masih tinggi meski turun. Dolar AS merespon laporan tersebut dengan pelemahan.
Harga emas naik setelah China memutuskan akan tetap mengesahkan Undang-Undang (UU) Keamanan Nasional atas Hongkong.
Konfirmasi positif Covid-19 terus menurun di negara-negara maju. Harga emas pun merosot seiring bangkitnya ekspektasi normalisasi ekonomi.
Retail Sales Inggris jatuh ke level terendah sepanjang sejarah dan melemahkan GBP/USD. Tekanan juga datang dari menguatnya Dolar AS sehubungan dengan eskalasi konflik AS-China.
Kenaikan harga emas didukung oleh stimulus masif bank-bank sentral, tapi dibatasi oleh optimisme terkait kemajuan penemuan vaksin Corona.

Kesulitan Akses Seputarforex?

Lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone