iklan

Profil Penulis : nadia sabila

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.

iklan

iklan

Guna mendukung pemulihan ekonomi AS, para anggota FOMC mempertimbangkan dua opsi: peningkatan laju pembelian obligasi atau beralih ke obligasi tenor lebih panjang.
Data GDP AS menunjukkan rekor pertumbuhan tertinggi sepanjang masa, tetapi Dolar AS gagal menguat karena tertekan sentimen risk-on.
Meski Trump masih melanjutkan gugatan kekalahannya di Pilpres AS, ia mengizinkan proses transisi kepemimpinan. Minat risiko pun naik dan menyebabkan Dolar AS tergelincir.
Harga emas turun merespon kabar kesepakatan Uni Eropa (UE) dengan Moderna tentang suplai vaksin COVID-19.
Menkeu AS Steven Mnuchin mengatakan akan kembali membuka negosiasi stimulus fiskal dengan Kongres. Harga emas pun naik pada sesi perdagangan hari ini.
Sentimen pasar kembali berubah setelah laporan kenaikan infeksi COVID-19 dI New York City. Dolar AS pun menguat terhadap mata uang-mata uang mayor lain.
Kabar bahwa Pfizer Inc. akan segera mendaftarkan vaksinnya untuk otoritas darurat COVID-19 AS kembali melemahkan harga emas.
Menyusul Pfizer, Moderna mengumumkan perkembangan positif vaksin Corona yang mereka kembangkan. Harga emas turun, tetapi lajunya dibatasi oleh pelemahan Dolar AS.
Dolar AS melemah setelah Moderna mengklaim vaksin temuannya efektif 95 persen cegah Corona. Selain itu, penjualan ritel AS turun di luar ekspektasi.
Pasar semakin mengkhawatirkan kendala yang akan dihadapi distribusi vaksin Corona. Emas pun kembali dilirik sebagai aset safe haven.
Kelanjutan perkembangan vaksin di tengah kenaikan infeksi virus Corona masih dinantikan pasar. Data ekonomi AS malam ini tak banyak berdampak.
Meskipun potensi keberhasilan vaksin virus Corona membangkitkan harapan saat ini, Powell The Fed masih menyoroti risiko jangka pendek dan jangka panjang.
Optimisme penemuan vaksin mulai memudar, dan Lagarde ECB memperingatkan halangan implementasi vaksin virus Corona.
Harga emas naik seiring meredupnya euforia kemajuan vaksin virus Corona oleh Pfizer. Legalisasi vaksin memerlukan proses yang lama, sementara kasus Corona di AS masih tinggi.
Tingginya efektivitas vaksin virus Corona temuan Pfizer menggerus ekspektasi tambahan stimulus ekonomi Amerika Serikat. Akibatnya, harga emas anjlok.
Meski angka bulan lalu melebihi ekspektasi, Non Farm Payroll Amerika Serikat terus menurun sejak Mei. Dolar AS pun belum keluar dari jalur pelemahan.
Sesuai ekspektasi, The Fed mempertahankan suku bunga di 0%-0.25%. Bank sentral tersebut menilai pertumbuhan ekonomi AS jauh di bawah level awal tahun.
Prospek bahwa Republikan masih akan mengendalikan Senat membuat persetujuan anggaran stimulus yang besar tak akan semulus perkiraan.
Harga emas naik ke atas $1,940 per ounce karena peningkatan potensi kemenangan Joe Biden. Hal ini mengarah pada jumlah stimulus yang lebih besar.
Para investor membeli emas sebagai antisipasi atas hasil perolehan suara dalam pemilu AS yang diperkirakan tak langsung bisa didapatkan.
Keunggulan Biden atas Trump dalam polling opini dan antisipasi pasar terhadap volatilitas tinggi membuat Dolar AS melemah.
Jelang pemilu presiden AS besok, harga emas naik lagi. Selain itu, pemberlakuan lockdown terbaru di sejumlah wilayah Eropa turut menaikkan ketidakpastian.
Purchasing Manager Index (PMI) Zona Euro dan AS menuai hasil beragam. Di Eropa, sektor manufaktur menguat sedangkan jasa melemah. Sebaliknya, PMI Jasa AS meningkat.
Harga emas terpelanting setelah data Klaim Pengangguran mingguan mendorong naik Dolar AS. Fokus pasar berikutnya tertuju pada debat final Biden versus Trump.
Di tengah proses negosiasi stimulus as, klaim pengangguran AS dilaporkan menurun dan lebih baik daripada ekspektasi. Dolar AS pun menguat.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone