OctaFx

iklan

Profil Penulis : Nadia Sabila

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.
FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Konten Oleh Nadia Sabila

Emas dan Palladium menjadi primadona di akhir pekan. Dua komoditas logam tersebut mendulang kenaikan harga lebih dari 1 persen.


Perkembangan negosiasi perdagangan AS-China dan memudarnya agresivitas Rate Cut The Fed menjadi dua katalis utama penggerak Dolar AS akhir pekan ini.


Retail Sales Kanada yang kurang memuaskan membuat Dolar Kanada tak mampu mengungguli Dolar AS yang sedang menguat.


Data Manufaktur rilisan The Fed Philadelphia kalah dominan dengan rentetan kebijakan bank sentral yang dirilis kemarin. Akibatnya, Dolar AS cenderung berkonsolidasi.


Sesuai ekspektasi, BoE tak mengubah kebijakan moneternya bulan ini. Namun, Poundsterling tiba-tiba melonjak beberapa jam setelahnya karena pernyataan Ketua Komisi Uni Eropa soal Brexit.


Harga emas turun setelah Federal Reserve AS memangkas suku bunganya kembali sebanyak 25 bps menjadi 1.75 persen - 2.00 persen.


Lemahnya data Manufacturing Sales Kanada dan turunnya harga minyak dunia, menguatkan nilai tukar Dolar AS terhadap Dolar Kanada hari ini.


Hari ini, bank sentral AS memulai rapat FOMC yang diekspektasikan akan kembali memotong suku bunga. Harga emas pun naik.


Harga emas turun lagi ke bawah 1500 di akhir pekan ini. Kabar-kabar positif AS-China jelang renegosiasi, menjadi faktor yang mengurangi permintaan terhadap logam mulia.


Data-data ekonomi AS yang dirilis pada Jumat (13/September) malam ini terbilang positif. Akan tetapi, Dolar AS tetap melemah karena isu perang dagang lebih mendominasi.