Advertisement

iklan

Profil Penulis : Nadia Sabila

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.
FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Konten Oleh Nadia Sabila

Dolar AS yang berbalik menguat malam ini, membuat harga emas sedikit tergelincir. Namun, penurunan harga emas diperkirakan hanya terbatas.


Kenaikan pesat Indeks Manufaktur Philly The Fed kian melanggengkan penguatan Dolar AS yang sempat terpuruk pasca kebijakan moneter The Fed.


Suku bunga Inggris tak diubah pada bulan Maret 2019 ini. BoE mengakui bahwa Outlook ekonomi Inggris masih sangat bergantung pada perkembangan Brexit.


Rapat FOMC selalu menjadi sorotan bagi para pelaku pasar. Berikut ini adalah jadwal rapat FOMC 2019 dan daftar nama anggota komite, serta ekspektasi kebijakan The Fed tahun ini.


Menjelang pengumuman kebijakan moneter The Fed besok, harga emas menguat didoronge ekspektasi pasar akan lambatnya kenaikan suku bunga tahun ini.


Kenaikan sentimen ekonomi Jerman memuluskan penguatan Euro Selasa malam ini. Sebelumnya, mata uang Single Currency tersebut juga menguat karena Dolar AS melemah.


Menjelang pengumuman FOMC pada Kamis mendatang, harga emas mengawali pekan ini dengan penurunan tipis. The Fed sendiri diekspektasikan dovish.


Harga emas naik kembali ke atas level kunci 1,300, ditopang oleh penurunan yield obligasi AS, juga wacana kebijakan stimulus China dan negosiasi dagang AS-China.


Dua data ekonomi AS, yakni JOLTS dan Sentimen Konsumen UoM dilaporkan naik. Namun, keduanya tak mampu mendongkrak Dolar AS yang sedang melemah sejak dua hari lalu.


Dolar AS menguat untuk pertama kalinya dalam sepekan ini, khususnya setelah hasil voting pengunduran deadline Inggris dipublikasikan. Poundsterling pun melemah.