Menu

Dolar AS Masih Mendominasi Pasar Di Sesi Jumat Pagi

N Sabila

Kenaikan yield US Treasury masih menjadi sumber energi bagi bullish Dolar AS. USD/CAD menjadi Big Mover untuk sesi pagi ini gegara kegagalan renegosiasi NAFTA.

Seputarforex.com - Dolar AS belum terkalahkan. Mata uang berjuluk Greenback tersebut masih mendulang kenaikan terhadap mata uang-mata uang mayor hingga Jumat (18/mei) pagi ini, dengan kenaikan yield US Treasury yang konsisten menjadi sumber energi bagi bullish Dolar AS. Di antara semua pair mayor, USD/CAD mengalami kenaikan terbesar karena mendapat tambahan dukungan dari gagalnya negosiasi ulang North American Free Trade Agreement (NAFTA).

 

 

 

USD/JPY diperdagangkan dari Low 110.745 ke 110.925, yang menjadi level tertinggi sejak tanggal 23 Januari. Sedangkan EUR/USD tertahan di level rendah dan diperdagangkan flat di kisaran 1.1807 saat berita ini ditulis.

"Gerak yield obligasi AS masih jadi fokus. Jika ada kenaikan lagi, maka Dolar akan menguat dan lebih tinggi lagi terhadap Yen," kata Shinichiro Kadota, Ahli Strategi Forex di Barclays Tokyo. Kenaikan yield merefleksikan bahwa optimisme terhadap ekonomi AS masih berlanjut, dan kenaikan suku bunga The Fed masih mungkin dilakukan dua kali lagi tahun ini. Yield obligasi US Treasury menyentuh level tinggi 3.128 persen di sesi Asia hari ini.


USD/CAD Melonjak Pasca Kegagalan Renegosiasi NAFTA

Sementara itu, USD/CAD menjadi big mover pada sesi perdagangan pagi ini. Pair tersebut mendaki ke kisaran 1.2846 menyusul kabar mengenai NAFTA tadi malam. Tidak adanya kesepakatan yang dapat disetujui oleh Amerika Serikat dalam renegosiasi NAFTA mendorong Dolar AS untuk makin menguat terhadap Dolar Kanada.

Sebagai informasi, Presiden AS Donald Trump berpandangan bahwa NAFTA merugikan AS karena telah menguras banyak pekerjaan manufaktur di Amerika. Trump juga mengancam akan keluar dari kongsi dagang tersebut jika kesepakatan baru yang dibuat antara Kanada, AS, dan Meksiko nantinya dinilai tetap tak menguntungkan AS.

Kegagalan negosiasi ulang NAFTA yang digelar kemarin makin menyempitkan peluang untuk mencapai kesepakatan di akhir tahun 2018 ini. Ditambah lagi, Meksiko akan memasuki masa pemilu presiden. Presiden baru Meksiko dikhawatirkan bisa menetapkan kebijakan lain yang berpotensi membuat negosiasi NAFTA terhenti.


Berita Forex Lainnya

USD
EUR
CHF
CAD
GBP
JPY
CNY
AUD





KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE