Menu

Dolar AS Masih Wait-and-See Pasca Rilis Notulen Rapat FOMC

A Muttaqiena

Notulen rapat FOMC meredam ekspektasi untuk pemangkasan suku bunga Fed yang lebih agresif, tetapi tak sepenuhnya menghapus prospek Fed Rate Cut tahun ini.

Indeks Dolar AS (DXY) hanya bergerak naik tipis hingga kisaran 98.30, setelah rilis notulen rapat FOMC dini hari tadi (22/Agustus). Greenback kembali melemah versus Yen Jepang, tetapi masih unggul versus comdoll yang memiliki profil risiko lebih tinggi. Notulen tersebut meredam ekspektasi untuk pemangkasan suku bunga Fed yang lebih agresif, tetapi tak sepenuhnya menghapus prospek pelonggaran moneter tambahan dalam tahun ini.

Dalam rapat FOMC Juli, bank sentral AS (Federal Reserve) memutuskan untuk memangkas suku bunga pertama kalinya dalam satu dekade sebesar 25 basis poin ke kisaran 2.00-2.25 persen. Notulen mengungkapkan bahwa meskipun konsensus peserta rapat menyepakati untuk tidak menjadikan perubahan kebijakan tersebut sebagai permulaan siklus pemangkasan suku bunga baru, tetapi ada perbedaan pendapat mengenai berapa besar pemangkasan yang tepat.

Sejumlah anggota FOMC menilai AS membutuhkan pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin untuk mendongkrak laju inflasi, sedangkan sebagian lain menilai suku bunga tak perlu diubah karena perekonomian masih dalam kondisi baik. Presiden Fed Boston, Eric Rosengren, dan Presiden Fed Kansas City, Esther George, termasuk anggota FOMC yang menentang pemangkasan suku bunga tersebut.

Perbedaan pendapat diantara anggota rapat FOMC kemungkinan akan mengemuka kembali dalam rapat berikutnya tanggal 17-18 September 2019. Sementara itu, respons pasar terhadap rilis notulen cenderung beragam. Yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) bertenor 10-tahunan mengalami kenaikan, tetapi pasar Futures masih memperhitungkan 100% peluang pemangkasan suku bunga dalam rapat FOMC September, disusul dengan 75% peluang pemangkasan tambahan pada bulan Oktober, dan 48% peluang pemangkasan pada bulan Desember.

Selain itu, pelaku pasar menantikan pidato Ketua Fed, Jerome Powell, dalam konferensi Jackson Hole yang dimulai hari Jumat. Pidato bakal diamati untuk mengetahui pendapat Powell mengenai inversi kurva yield obligasi AS, risiko resesi dalam waktu dekat, serta prospek pemangkasan suku bunga.

"Yield mendukung Dolar untuk saat ini, tetapi hal itu mungkin tak berlangsung lama setelah pidato Powell," kata Junichi Ishikawa, pakar strategi forex senior di IG Securities Tokyo, kepada Reuters. Lanjutnya, "Pemangkasan suku bunga tambahan telah diperhitungkan sepenuhnya (oleh pelaku pasar). Jika Powell terdengar sedikit hawkish saja, maka saham bisa langsung diterpa aksi jual, sehingga melemahkan Dolar terhadap mata uang safe haven seperti Yen."

Dalam catatan berbeda, Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan mengemukakan kemurkaannya lagi setelah mengetahui sikap para pejabat Fed dalam notulen rapat FOMC terakhir. Kemarin ia telah membatalkan wacana stimulus fiskal dalam bentuk pemangkasan pajak dengan klaim "Kita tak membutuhkannya", sembari menyiratkan ekspektasi yang cukup tinggi untuk Fed rate cut tambahan.


Berita Forex Lainnya

USD
EUR
CHF
CAD
GBP
JPY
CNY
AUD





KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE