OctaFx

iklan

Profil Penulis : a muttaqiena

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.
Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Bank sentral Kanada (BoC) menyampaikan pandangan lebih pesimistis, bertentangan dengan tren sejumlah bank sentral lain. Tak pelak, Dolar Kanada melemah.
Dampak Wabah Virus Corona dikhawatirkan memicu kemerosotan sektor pariwisata di berbagai negara se-benua Asia.
Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyampaikan pesan yang bernada negatif tentang hubungan perdagangan Amerika Serikat dengan China, Italia, Inggris, dan Prancis.
Data ZEW Jerman memberikan alasan bagi pelaku pasar untuk mengerem tren bearish Euro menjelang digelarnya rapat kebijakan moneter bank sentral Eropa (ECB).
Pound menguat terhadap beragam mata uang mayor lain, karena data tenaga kerja Inggris berpotensi mengganjal prospek pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Gubernur bank sentral Jepang, Haruhiko Kuroda, bersikeras mempertahankan suku bunga rendah demi mencapai target inflasi 2 persen.
Virus Corona yang ditemukan di China baru-baru ini dapat menular antar manusia. Pelaku pasar sontak bereaksi dengan melepas Yuan dan mengincar Yen Jepang.
IMF berpendapat perekonomian global tahun 2020 tetap akan pulih, tetapi bertumbuh dengan laju lebih lambat dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Komentar Menkeu Inggris Sajid Javid mengisyaratkan potensi eskalasi ketidakpastian selama perundingan dagang Inggris-Uni Eropa setahun ke depan.
Apakah Anda mulai trading forex dengan misi mendapat rejeki nomplok untuk bayar utang? Sayang sekali, ide itu akan sulit sekali terwujud. Ini sebabnya.
Walaupun rilis data inflasi Zona Euro menunjukkan pertumbuhan sesuai ekspektasi, Euro terus melemah karena ketidakpastian arah kebijakan bank sentral Eropa (ECB).
Pound melemah karena data penjualan ritel Inggris memperkuat ekspektasi untuk pemangkasan suku bunga bank sentral Inggris (BoE) pada akhir bulan ini.
Indeks Dolar AS terus menguat terhadap sebagian mata uang mayor karena sentimen risk-on pasar semakin tinggi. Namun, gambaran aktual belum tentu makin cerah.
GBP/USD stabil di atas level 1.30-an, karena sejumlah pelaku pasar bertaruh BoE takkan mengubah suku bunga meski inflasi semakin menjauh dari target 2 persen.
Nilai tukar USD/CHF ambruk meski minat risiko pasar meningkat. Pasalnya, Washington memasukkan Swiss dalam daftar negara yang akan dipantau atas dugaan manipulasi mata uang.
Rilis data inflasi Inggris terbaru semakin memperkuat argumen untuk mendukung pemangkasan suku bunga BoE. Akibatnya, Pound lesu dalam beragam pair.
Dolar New Zealand dibebani oleh rilis data domestik, tetapi ditopang oleh optimisme menjelang penandatanganan kesepakatan dagang AS-China.
Spekulasi seputar kebijakan bank sentral tak hanya membingungkan trader, melainkan juga mendorong Gubernur ECB Christine Lagarde untuk mengirim surat edaran khusus.
Aksi jual Pound terpicu oleh komentar beberapa anggota tim kebijakan bank sentral Inggris (MPC BoE) tentang prospek pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Pound tertekan akibat kasak-kusuk seputar kemungkinan pemangkasan suku bunga BoE, segera setelah brexit terlaksana secara resmi.
Nilai tukar Dolar AS terpantau stabil versus sebagian besar mata uang mayor menjelang rilis data Non-farm Payroll Desember 2019.
Pound bergerak stabil setelah Presiden European Commission dan PM Inggris berhasil mencapai kesepahaman tak tertulis tentang masa transisi brexit.
Bencana kebakaran hutan Australia yang telah berlangsung berbulan-bulan, akhirnya mengusik nilai tukar Dolar Australia.
Kenaikan inflasi Zona Euro akhir tahun lalu ditanggapi dingin oleh pelaku pasar. EUR/USD masih terus berkonsolidasi tanpa adanya katalis signifikan.
Sementara Parlemen baru akan membahas brexit lagi besok, posisi Pound menguat karena berita politik dan ekonomi Inggris yang lebih baik.