OctaFx

iklan

Profil Penulis : A Muttaqiena

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.
Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Konten Oleh A Muttaqiena

Setelah PM Inggris Theresa May bertemu dengan Presiden European Commission Jean-Claude Juncker, Poundsterling berkonsolidasi versus Dolar AS dan Euro.


Indek Dolar AS naik tipis, tetapi masih dibebani oleh pernyataan beberapa pejabat Federal Reserve dan sejumlah rilis data ekonomi pada hari Kamis.


AUD/USD berkonsolidasi pada kisaran 0.7095, setelah Gubernur RBA menepis berbagai spekulasi tentang larangan impor batu bara oleh China.


Presiden FED St. Louis, James Bullard, mengungkapkan bahwa Federal Reserve kemungkinan sudah mendekati akhir dari rangkaian kenaikan suku bunga.


Laporan PMI Manufaktur Zona Euro menunjukkan iklim bisnis memburuk drastis pada bulan Februari 2019.


AUD/USD merosot lebih dari 1 persen hingga mencetak level terendah di kisaran 0.7090 menjelang akhir sesi Asia hari Kamis ini (21/Februari).


Reuters mengklaim bahwa Amerika Serikat dan China telah mulai menyusun garis besar komitmen terkait masalah-masalah paling krusial dalam perang dagang.


Komentar Loretta Mester, seorang pejabat tinggi bank sentral AS, menghalangi reli Dolar AS menjelang rilis notulen rapat FOMC esok hari.


Data tenaga kerja Inggris menunjukkan tingkat pengangguran terendah sejak bulan Februari 1975, meski klaim pengangguran dan laju pertumbuhan gaji meleset.


Memburuknya outlook Dolar Australia dan Euro membuka peluang bagi penguatan Dolar AS pasca libur hari Presiden.