iklan

Profil Penulis : a muttaqiena

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.

iklan

iklan

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengungkapkan keyakinannya terhadap prospek kesepakatan dagang Inggris-Uni Eropa. Hal ini mendorong kenaikan pound, meskipun pelaku pasar masih mengkhawatirkan isu suku bunga negatif.
Bank sentral Inggris (BoE) mendadak menyatakan sedang bersiap memangkas suku bunga sampai ke teritori negatif dalam tahun ini. Nilai tukar pound pun runtuh.
Bank sentral AS dan Jepang berlomba mencanangkan arah kebijakan yang makin dovish, tetapi buyer Yen tetap gigih di tengah lesunya bursa ekuitas global.
Nilai tukar dolar Australia menguat selama beberapa hari terakhir, tertopang pula oleh akan diakhirinya lockdown Melbourne. Tapi ada risiko lain yang mengintai dalam jangka menengah.
Meski nilai tukar pound menguat, prospek mata uang ini tetap suram lantaran adanya sejumlah masalah yang sudah bercokol sejak beberapa waktu lalu.
Tiga mantan Perdana Menteri Inggris menyampaikan teguran kepada PM Boris Johnson terkait rencananya melanggar perjanjian brexit dan sikapnya terhadap Uni Eropa.
Walaupun GDP Inggris melejit 6.6 persen pada bulan Juli, pemulihan ekonomi mungkin baru akan terealisasi sepenuhnya pada tahun 2022.
Pound sempat menguat dalam perdagangan kemarin, tetapi perilisan RUU Pasar Dalam Negeri Inggris memperburuk outlook pasar.
Efek Trump kembali mewarnai perdagangan kemarin. Tapi posisi dolar AS kembali flat pada perdagangan hari ini.
Data pengangguran AS pada Jumat lalu sempat melonjakkan kurs dolar AS ke rekor tertinggi sepekan, tetapi posisinya kemudian termoderasi ke rentang saat ini.
Putaran terakhir dalam negosiasi dagang Inggris-Uni Eropa akan digelar bulan ini dengan status risiko No-Deal Brexit yang lebih tinggi.
Data NFP dikhawatirkan menurun dan kian mempersulit kebijakan suku bunga AS. Hal ini membuat trader memilih untuk wait-and-see menjelang perilisannya.
Data sektor jasa Inggris menunjukkan kenaikan aktivitas bisnis paling cepat dalam lima tahun terakhir, tetapi angka-angkanya gagal memenuhi ekspektasi pasar.
Trader EUR/USD memilih untuk ambil untung karena mewaspadai kemungkinan intervensi mata uang euro oleh bank sentral Eropa (ECB).
Dolar AS kemarin sempat gamang menghadapi laporan PMI Manufaktur bulan Agustus, tetapi para pakar kini menilai data-data itu bersifat positif.
AUD/USD mempertahankan rekor tertinggi berkat depresiasi USD. Tapi pernyataan kebijakan terbaru dari bank sentral Australia (RBA) lebih dovish dari ekspektasi.
Isu terkini dari Jepang mendukung stabilitas Abenomics pasca pengunduran diri PM Shinzo Abe. Namun, USD/JPY masih cenderung bearish lantaran depresiasi dolar AS.
Pasangan mata uang USD/JPY babak belur gegara kombinasi efek perubahan kebijakan The Fed dan pengunduran diri PM Shinzo Abe.
Pelaku pasar berspekulasi PM Shinzo Abe bakal mengumumkan rencana suksesi atau pengunduran diri pada konferensi pers-nya besok pagi.
Beberapa kabar baik tentang ekonomi Jerman menopang euro pekan ini, tetapi mata uang kekurangan katalis untuk reli lebih tinggi lagi.
Pelaku pasar mengkhawatirkan dampak lockdown New Zealand yang berkepanjangan terhadap prospek pemulihan ekonomi ke depan. Akibatnya, NZD/USD melemah.
Data PMI Zona Euro untuk bulan Agustus (preliminer) menampilkan kemunduran signifikan. Padahal, data ini baru saja rebound pada bulan Juli.
Data penjualan ritel Inggris cukup memuaskan, tapi negosiasi dagang pasca-brexit antara Inggris dan Uni Eropa lagi-lagi berakhir dengan kebuntuan.
Data inflasi Inggris ikut mendongkrak kurs GBP/USD, bersama dengan depresiasi dolar AS dan tingginya ekspektasi pemulihan ekonomi Inggris yang lebih cepat.
Trader dolar AS menyoroti konflik AS-China, rilis notulen The Fed, dan konvensi calon presiden partai Demokrat dalam sepekan ke depan.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone