iklan

Profil Penulis : a muttaqiena

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.

iklan

iklan

Meski EUR/USD masih dalam kondisi bullish secara teknikal, latar belakang fundamental kemungkinan menjegal reli.
Pound sempat tergelincir karena masalah kesepakatan dengan Uni Eropa pada akhir pekan lalu. Namun secara umum, harga masih bergerak di level tertinggi tiga bulan.
Gubernur bank sentral New Zealand mengatakan bahwa kebangkrutan, pengangguran, dan kredit bermasalah ternyata lebih rendah dibanding perkiraan sebelumnya.
Pound mendekati rekor tertinggi tiga bulan berkat beragam sentimen positif, mulai dari soal vaksin COVID-19 besutan AstraZeneca hingga prospek deal pasca-brexit.
Dolar Australia dan Dolar New Zealand mencetak reli lebih dari 1 persen berkat kemajuan vaksin COVID-19 dan perkembangan positif perpolitikan AS.
Para pemimpin negara-negara Uni Eropa belum mencapai kesepakatan bulat tentang anggaran Uni Eropa maupun negosiasi dagang pasca-brexit dengan Inggris.
Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menghimbau untuk mengakhiri sejumlah program pinjaman darurat yang diberikan oleh Federal Reserve dalam penanggulangan pandemi.
Kurs yen unggul selama masa risk-on beberapa hari ini. Hal itu terjadi lantaran yen memiliki daya tarik baru sebagai mata uang berbunga tertinggi dibanding USD dan EUR.
Kesepakatan dagang semestinya dapat diteken dalam waktu dekat, tetapi berita masih simpang-siur. Pound pun tampak gentar untuk melangkah.
Sentimen risk-on global terpacu oleh kabar vaksin Corona, sementara USD tertekan ketidakpastian politik Amerika Serikat.
Pemerintah Inggris telah memesan vaksin COVID-19 lebih awal dan lebih banyak dibanding negara mana pun. Hal ini mendorong antusiasme bullish terhadap outlook GBP.
Pound menguat berkat perubahan kebijakan bank sentral Inggris yang sesuai ekspektasi pasar. Tapi posisinya masih terancam oleh isu perundingan dagang pasca-brexit dan sengketa pilpres AS.
Donald Trump baru saja mendeklarasikan menang pilpres AS secara sepihak, padahal perhitungan suara masih terus berlangsung.
Pound terjun bebas sejak pembukaan tadi pagi hingga sesi Eropa hari ini, lantaran keputusan PM Boris Johnson untuk menerapkan lockdown nasional lagi di Inggris.
Bank sentral Kanada mengurangi jumlah pembelian obligasi (tapering), tetapi meragamkan target pembelian obligasi. Re-kalibrasi Quantitative Easing ini melonjakkan USD/CAD.
Meskipun aksi jual menenggelamkan sejumlah mata uang berisiko tinggi lain, sterling tertopang oleh kabar tentang kemajuan dalam perundingan pasca-brexit.
Proyeksi Bank of Japan (BoJ) terpengaruh oleh melonjaknya kembali pandemi COVID-19 yang dikhawatirkan bakal mengancam outlook pemulihan ekonomi.
Meroketnya jumlah kasus COVID-19 di Prancis kemungkinan bakal ditanggapi dengan pemberlakuan lockdown nasional. Euro tertekan akibat isu ini, tetapi tertopang oleh krisis politik AS.
Pasar terjebak dalam pergelutan antara optimisme vs kekhawatiran terhadap COVID-19 menjelang pemilu AS. Perdagangan Dolar AS mencerminkan situasi ini.
Pasar masih fokus mencermati isu hak penangkapan ikan dalam perundingan dagang pasca-brexit, sementara data PMI Inggris memburuk.
Joe Biden mengungguli Donald Trump dalam beragam survei menjelang pemilu presiden AS. Padahal, arah kebijakan energi Joe Biden dikhawatirkan bakal menekan USD.
Ekspektasi stimulus fiskal tambahan masih menjadi faktor utama yang menekan dolar AS, di samping merosotnya elektabilitas Presiden AS Donald Trump.
Nilai tukar euro menguat nonstop versus dolar AS selama empat hari berturut-turut, tetapi masih ada banyak ranjau yang berpotensi merintangi reli selanjutnya.
Komitmen negosiator Uni Eropa meningkatkan harapan untuk ditekennya dokumen kesepakatan dagang pasca-brexit dalam waktu dekat, sekaligus mendongkrak GBP/USD.
Dolar New Zealand rontok menyusul pernyataan Gubernur RBNZ yang teramat dovish. Namun, outlook multi-bulan untuk NZD/USD tetap positif.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone