iklan

Profil Penulis : a muttaqiena

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.

iklan

iklan

Depresiasi pound terpicu oleh kenaikan yield obligasi AS dan penguatan USD, selain juga karena sejumlah analis menilai pound sudah overvalued.
Gara-gara kenaikan yield obligasi, dolar AS bahkan menduduki rekor tertinggi baru versus yen Jepang dalam enam bulan terakhir.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyampaikan opini yang terlalu dovish dalam testimoninya kemarin di hadapan Kongres AS.
Rencana pemerintah Inggris untuk melonggarkan lockdown secara bertahap memperoleh sambutan hangat, tetapi reaksi pound kurang antusias.
Kenaikan yield obligasi pemerintah Australia dan lonjakan harga komoditas global melandasi reli AUD/USD yang sangat impresif.
Dolar AS, Euro dan Yen bertekuk lutut terhadap pound, berkat beragam katalis positif yang mendukung outlook Inggris.
EUR/USD menanjak 0.2 persen ke kisaran 1.2070-an seusai rilis notulen FOMC, sementara GBP/USD meroket 0.5 persen ke kisaran 1.3930.
Sejumlah analis menilai pasar bersikap lebih hati-hati menyongsong ambang psikologis kunci 1.40 yang menanti pergerakan GBP/USD berikutnya
GDP Inggris tahun 2020 terburuk dalam sejarah. Untungnya, pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2020 lebih baik dari ekspektasi.
Pidato Ketua The Fed Jerome Powell kali ini tidak terlalu berdampak pada pasar forex, tetapi menjawab sejumlah keraguan pasar tentang kebijakan moneter dan outlook ekonomi AS.
Bank sentral Inggris (BoE) mematahkan spekulasi suku bunga negatif dengan proyeksi ekonomi tahun 2021 yang lebih baik. GBP/USD langsung rebound.
Dolar Australia akhirnya menyetop penurunan yang telah berlangsung sepanjang pekan lalu. Data neraca perdagangan dan harga bijih besi berkontribusi dalam stabilisasi AUD.
Pound melemah terhadap kolega mata uang mayor lain lantaran munculnya kekhawatiran seputar pemangkasan suku bunga menjadi nol oleh bank sentral Inggris (BoE).
EUR/USD bergeming pada kisaran 1.2020 yang menjadi level terendahnya sejak 1 Desember lalu, meski data inflasi Zona Euro mengungguli ekspektasi.
Trader masih mewaspadai potensi kemunculan ronde berikutnya dalam pertarungan antara para investor ritel dan hedge funds di Wall Street.
Kurs dolar AS kemungkinan bearish, sedangkan dolar Australia dan mata uang komoditas lain lebih bullish. Euro dan pound cenderung netral karena latar belakang lebih dilematis.
Perbaikan data ekonomi dan terkendalinya gejolak Wall Street termasuk beberapa faktor yang membendung reli dolar AS hari ini.
Aksi goreng-menggoreng saham GameStop memicu gejolak di bursa Wall Street, sehingga dolar AS menguat versus sederet mata uang mayor lain.
Sentimen risk-on mulai goyah dan menstabilkan posisi dolar AS, meski mayoritas mata uang mayor lain masih lebih unggul berkat ekspektasi stimulus fiskal Biden.
Inggris menggencarkan vaksinasi COVID-19 hingga mencapai 366,919 dosis baru dalam tempo 24 jam terakhir. Nyaris 5.5 juta orang sudah menerima vaksin.
Posisi EUR/USD mendaki lagi ke kisaran 1.2180-an pada awal sesi Eropa hari ini (22/Januari), sementara para analis berupaya menelaah sinyal yang diberikan ECB.
USD/CAD tertekan pada kisaran terendah sejak April 2018 berkat outlook ekonomi BoC yang lebih baik. Tapi ada risiko yang membayangi dolar Kanada.
Dolar AS tertekan akibat antisipasi stimulus fiskal yang melambungkan aset-aset high risk. Namun, sebenarnya ada ketidakpastian dalam rencana stimulus tersebut.
Komentar calon Menteri Keuangan AS Janet Yellen semakin meningkatkan antusiasme pasar menyongsong rencana stimulus fiskal bernilai triliunan oleh Presiden AS Joe Biden.
Data ZEW menunjukkan iklim bisnis Jerman dan Zona Euro lebih baik dari ekspektasi, berkat program vaksinasi tahap pertama yang lebih sukses dari perkiraan.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone