Profil Penulis : A Muttaqiena

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.
FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Konten Oleh A Muttaqiena

Dolar AS menguat terhadap mata uang safe haven, karena Ketua Fed Jerome Powell diperkirakan menyampaikan pesan lebih hawkish di simposium Jackson Hole.


Pound menguat pesat karena munculnya titik terang dalam upaya renegosiasi brexit. Namun, analis menilai kabar ini belum menghapus ketidakpastian.


Dolar New Zealand menguat tipis setelah gubernur RBNZ, Adrian Orr, memaparkan alasan dibalik pemangkasan suku bunga awal bulan ini.


Euro masih loyo, khususnya dalam pair EUR/USD, karena pemulihan PMI Zona Euro bulan ini dianggap kurang memuaskan.


Notulen rapat FOMC meredam ekspektasi untuk pemangkasan suku bunga Fed yang lebih agresif, tetapi tak sepenuhnya menghapus prospek Fed Rate Cut tahun ini.


Outlook Poundsterling tetap loyo, karena kegagalan PM Boris Johnson membujuk para petinggi Uni Eropa agar menghapus rencana backstop untuk perbatasan Irlandia.


Menjelang rilis notulen rapat FOMC dan konferensi Jackson Hole, Indeks Dolar AS (DXY) cenderung sideways.


Surat PM Boris Johnson memuat buah pikirannya tentang kesepakatan brexit ideal yang dipandang pesimis oleh pelaku pasar.


Dolar Australia hanya menguat setengah hati seusai rilis notulen rapat RBA, karena minimnya muatan yang dapat menjadi katalis.


Dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang karena berkembangnya ekspektasi stimulus berbagai negara, tetapi masih melemah versus safe haven.