Menu

Dolar AS Tergerus Pasca Konferensi Pers Trump

N Sabila

Konferensi pers Donald Trump malam tadi tak memenuhi harapan investor meski spekulasi yang muncul sudah sangat panas. Dolar AS pun tak berdaya dihajar rival-rival mayornya.

Seputarforex.com - Dolar AS lunglai terhadap mata uang-mata uang mayor di sesi perdagangan Kamis (12/Jan) pagi ini pasca konferensi pers Trump. Donald Trump dianggap gagal mengungkapkan detail janji-janji kampanyenya untuk mendorong belanja fiskal dan pemotongan pajak.

 


Trump Tak Beri Petunjuk Yang Diharapkan

Presiden yang akan dilantik secara resmi pada tanggal 20 Januari mendatang tersebut bukannya menguraikan rencana kebijakan pro pertumbuhannya, tetapi justru membahas masalah pribadinya dengan perusahaan farmasi dan badan intelijen AS.

Trump mencurigai adanya praktik yang mengingatkannya pada kasus Nazi Jerman dulu, menyusul laporan beberapa media AS yang menyebut bahwa Trump pernah tertangkap berkompromi dengan Rusia. Trump juga telah mengklarifikasi, menyangkal hal tersebut melalui kicauan di Twitter-nya.

Selain itu, Trump menyinggung rencana pembangunan tembok pembatas antara AS-Meksiko. Meski negara tetangga Amerika itu telah berulang kali menolak berkontribusi biaya sepeser pun atas pembangunan tembok pembatas, tetapi Trump bersikeras akan membangun tembok dengan biaya ditanggung bersama. Ia pun tak mengubah pandangannya untuk tetap mengenakan tarif perbatasan dalam hubungan dagang dengan Meksiko.

Terkait perkembangan bisnis di AS, Trump mengatakan bahwa akan ada pajak perbatasan besar bagi perusahaan-perusahaan yang keluar, atau membangun pabrik di luar AS. Namun, detail aturan pajaknya tidak disampaikan. Isu-isu besar seperti kebijakan perdagangan, proyeksi stimulus fiskal, dan hubungan dengan China, sama sekali tak disinggung dalam jumpa pers di Trump Tower malam tadi.

Padahal, para ekonom, analis, dan investor sangat menanti uraian poin yang lebih luas tentang petunjuk penilaian ekonomi dan pasar tahun 2017 dari Trump. Akhirnya, konferensi pers malam tadi jelas tak menjawab apa yang mereka cari, meski spekulasi sudah sangat panas.


Dolar Terkapar

Oleh sebab itulah, Dolar tergelincir terhadap hampir semua mata uang mayor. EUR/USD diperdagangkan melonjak hingga 1.72 persen dari low harian sebelumnya. Saat berita ini ditulis, EUR/USD diperdagangkan di angka 1.0603, dari low 1.0493.

USD/JPY tampak merosot hingga 2.4 persen setelah konferensi pers tersebut dan diperdagangkan di posisi 114.74 pagi ini. Padahal kemarin, USD/JPY telah menyentuh level 116.

GBP/USD, yang dalam beberapa hari ini lebih memedulikan masalah Brexit pun turut bereaksi naik 2 persen, lepas landas dari level rendahnya. GBP/USD diperdagangkan pada angka 1.219 pagi ini.

Tanpa rincian mengenai stimulus fiskal atau kebijakan pajak, maka prediksi pertumbuhan AS masih belum jelas. Kondisi ini tampaknya cocok dengan ekspektasi analis yang dikutip oleh Financial Times kemarin.


Berita Forex Lainnya

USD
EUR
CHF
CAD
GBP
JPY
CNY
AUD





KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE