Menu

Dolar AS Terpukul Menjelang Rapat ECB dan BoE

A Muttaqiena

Data payroll ADP menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja AS yang meleset terlalu jauh dari ekspektasi konsensus pada Desember 2021 dan Januari 2022.

Seputarforex - Indeks dolar AS (DXY) jatuh ke rentang terendah sepekan dalam perdagangan sesi New York kemarin. Laporan ADP Non-farm Employment Change menunjukkan data pasar tenaga kerja AS yang meleset terlalu jauh dari konsensus, sedangkan ekspektasi kenaikan suku bunga di sejumlah negara lain justru menguat. Saat berita ditulis (3/Februari), DXY masih tertekan pada kisaran 96.00.

Automatic Data Processing Inc melaporkan bahwa payroll swasta AS berkurang sebanyak 301k pada Januari 2022, padahal konsensus mengharapkan peningkatan sebanyak 207k. Data payroll ADP untuk Desember 2021 juga direvisi turun dari 807k menjadi 776k, diduga akibat lonjakan kasus COVID-19 di negeri Paman Sam dalam periode tersebut.

Data-data ini kemungkinan takkan memengaruhi rencana Federal Reserve AS untuk menaikkan suku bunga pada Maret mendatang. Akan tetapi, data menggugurkan spekulasi seputar prospek kenaikan suku bunga sebanyak 50 basis poin yang sempat merebak sebelumnya. Kewaspadaan pasar pun meningkat menjelang rilis data Non-farm Payroll AS pada hari Jumat, karena keduanya sering menampilkan dinamika serupa.

Implikasi data payroll ADP selaras dengan komentar beberapa pejabat The Fed baru-baru ini yang menampik kenaikan suku bunga dalam skala terlalu besar. The Fed mungkin tetap bakal menaikkan suku bunga pada Maret, tetapi jumlahnya takkan mencapai 50 basis poin. Simpulan tersebut membuat sejumlah analis tetap optimistis terhadap dolar AS di tengah penurunannya saat ini.

"Pasar siap menghadapi penurunan dalam payroll Januari akibat Omicron, dan dalam beberapa hari belakangan ini sejumlah pejabat The Fed telah mensinyalkan kenyamanan dengan arah perekonomian," kata Karl Schamotta, kepala strategi pasar di Cambridge Global Payments, "Hingga kondisi keuangan mengetat secara jelas, The Fed akan mempertahankan bias hawkish dan momentum semestinya mendukung dolar. (Kurs dolar) akan memuncak, tetapi kita belum sampai di sana."

Berkebalikan dengan depresiasi USD, euro kemarin justru terlonjakkan oleh rilis data inflasi Zona Euro yang lagi-lagi mencetak rekor tertinggi baru. Semakin banyak trader berharap bank sentral Eropa (ECB) memberikan kejutan hawkish dalam rapat kebijakannya hari ini.

GBP/USD sempat menggapai level tertinggi sepekan pada kisaran 1.3587 kemarin, meskipun pergerakannya mengendur pada sesi Asia hari ini. Pasar uang sudah sepenuhnya memperhitungkan prospek kenaikan suku bunga BoE sebanyak 25 basis poin dalam rapat nanti sore.


Berita Forex Lainnya

USD
EUR
CHF
CAD
GBP
JPY
CNY
AUD





KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE