Menu

Dolar Melemah Pasca Laporan Penjualan Ritel AS

N Sabila

Penjualan Ritel AS yang naik melebihi ekspektasi, tidak menambah penguatan Dolar terhadap mata uang-mata uang mayor lain karena revisi penurunan yang cukup tajam.

Seputarforex.com - Rabu (15 Agustus) malam ini, Penjualan Ritel AS dirilis naik melebihi ekspektasi, tapi mendapatkan revisi penurunan yang cukup tajam untuk data di bulan sebelumnya. Laporan ini tidak menambah penguatan Dolar terhadap mata uang-mata uang mayor lain yang masih bergejolak di tengah krisis Turki.

 

Kenaikan Penjualan Ritel AS Impas Dengan Revisi Penurunan

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa Penjualan Ritel AS naik 0.5 persen di bulan Juli lalu. Angka tersebut lebih tinggi daripada ekspektasi para ekonom di 0.1 persen. Namun, data pada bulan Juni malah direvisi turun dari 0.5 persen ke 0.2 persen.

Penjualan Ritel Inti (Core Retail Sales) yang tidak memperhitungkan penjualan mobil, bensin, material bangunan, dan jasa penjualan makanan, naik 0.5 persen bulan lalu. Data ini lebih tinggi dibandingkan dengan angka bulan Juni yang direvisi turun 0.1 persen. Laporan Penjualan Ritel Inti sangat memengaruhi komponen belanja konsumen dalam data Pertumbuhan Domestik Bruto (GDP).

Penjualan di sektor restoran dan bar mengalami kenaikan yang cukup tinggi, yakni dari 0.7 persen ke 1.3 persen pada bulan Juli.

"Restoran masuk dalam kategori yang sangat fleksibel. Penguatan yang berlanjut menunjukkan bahwa masyarakat tidak terlalu mengkhawatirkan kenaikan harga BBM. Selain itu, pemotongan pajak menjadi penopang atas kenaikan harga," kata Ellen Zentner, Kepala Ekonom Morgan Stanley di New York.

 

Penguatan Dolar AS Mulai Melunak

Setelah mencetak penguatan hingga ke level tinggi 13 bulan di sesi perdagangan sebelumnya, Dolar AS mulai melunak pasca rilis laporan Penjualan Ritel bulan Juli.

Terhadap Euro, Dolar diperdagangkan di level 1.1330. EUR/USD menunjukkan kenaikan tipis dalam time frame 1 jam. Sementara itu, GBP/USD juga menunjukkan kenaikan tipis ke level 1.2691, setelah data inflasi Inggris yang dirilis sore tadi tak banyak memperkuat Pound.

Penurunan Dolar AS paling mencolok tampak pada USD/JPY. Pasangan mata uang tersebut jatuh hingga lebih dari 0.2 persen dan diperdagangkan di level 110.45 saat berita ini ditulis. Penyebabnya adalah tindakan para investor yang kini lebih memburu Yen untuk dijadikan safe haven di tengah krisis Turki.


Berita Forex Lainnya

USD
EUR
CHF
CAD
GBP
JPY
CNY
AUD





KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE