Menu

Fed Kaplan: Tiga Kali Rate Hike Tahun 2017 Masih Memungkinkan

Pandawa

Presiden Federal Reserve Dallas, Robert Kaplan melontarkan sebuah pernyataan bahwa kenaikan suku bunga acuan The Fed bisa tiga kali sepanjang tahun 2017.

Presiden Federal Reserve Dallas, Robert Kaplan pada Kamis (20/4) pagi waktu setempat melontarkan sebuah pernyataan bahwa kenaikan suku bunga acuan The Fed hingga tiga kali sepanjang tahun 2017 masih dimungkinkan. Bank Sentral akan bersikap fleksibel, sembari melakukan wait-and-see memantau perkembangan ekonomi AS dalam beberapa waktu ke depan.

“Tiga kali kenaikan Suku Bunga tahun ini masih memungkinkan. Bila ekonomi tumbuh sedikit melambat, maka Rate Hike akan dilakukan kurang dari itu (tiga kali); dan bila ekonomi tumbuh kokoh, maka hal itu bisa direalisasikan”, tutur Kaplan dalam sebuah wawancara bersama Bloomberg TV.

Dalam menentukan kapan untuk mendukung pelaksanaan Rate Hike mendatang, Robert Kaplan berkata bahwa dia tengah mengamati dengan seksama tren inflasi. Meski Inflasi secara perlahan terus bergerak naik, namun faktor-faktor dari luar bisa menekan inflasi untuk kembali melemah.

 

Jobless Claims AS Bertambah 244k, Index Dollar Tertekan

Sementara itu, di awal sesi New York malam ini, Departemen Tenaga Kerja AS kembali merilis data Klaim Pengangguran mingguan yang bertambah sebanyak 244,000 selama pekan lalu, atau meningkat 10,000 dibandingkan data pada periode sebelumnya. Forecast Ekonom melalui jajak pendapat Reuters memprediksi Jobless Claims hanya akan bertambah 241,000 dan itu artinya data yang rilis malam ini lebih tinggi dibandingkan ekspektasi.

Pasca rilis data Jobless Claims AS yang tercatat masih berada di level rendah tersebut, Index Dollar yang mengukur kekuatan Greenback terhadap enam mata uang utama bertahan di teritori negatif. Index Dollar (DXY) turun 0.1 persen menjadi 99.16. Pada pukul 20:09 WIB malam ini, Greenback terpantau masih bergerak melemah terhadap berbagai major currency. EUR/USD naik sejak sesi Asia, namun terkoreksi saat Sesi Eropa tadi sore. Hal serupa juga terjadi pada pair GBP/USD yang tertekan setelah sempat melaju kencang Selasa lalu akibat pernyataan PM Inggris.


Berita Forex Lainnya

USD
EUR
CHF
CAD
GBP
JPY
CNY
AUD





KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE