Menu

Harga Emas Naik, AS Siap Perang Dagang Dengan China

N Sabila

Berbagai negosiasi AS-China rupanya tak membuahkan hasil. Pernyataan Trump yang mengaku siap perang dagang dengan China pun akhirnya mendongkrak harga emas.

Seputarforex.com - Harga emas naik terbatas di sesi Amerika Jumat (31/Agustus) malam ini. Perkembangan terbaru pada konflik perdagangan AS-China rupanya mampu menyangga harga emas di tengah penguatan Dolar AS. Namun dalam jangka menengah, kenaikan suku bunga AS bulan depan masih menjadi penghalang kenaikan harga emas lebih jauh.

 

 

Harga emas spot naik 0.4 persen ke $1203.72 per troy ons pada pukul 21:15 (GMT+7). Dibandingkan dengan level rendah $1,159.96 yang tercapai pada tanggal 16 Agustus, kenaikan harga emas spot sudah mencapai 4 persen. Sementara itu, harga emas futures naik 0.4 persen ke $1,210.60 per troy ons.

Dalam time frame hourly, XAU/USD naik tipis ke $1,204.17, dari angka 1,202.55:

 

Bersiap Menghadapi Perang Dagang AS-China

Berbagai negosiasi yang telah dihelat oleh AS-China rupanya tak membuahkan hasil. Berdasarkan laporan Bloomberg pada hari Kamis kemarin, Trump sudah bersiap untuk menghadapi perang dagang dengan China. Presiden AS tersebut juga telah mengonfirmasikan bahwa ia telah siap menerapkan tarif impor tambahan terhadap barang-barang China senilai $200 miliar, sesegera mungkin pada pekan depan.

"Rencana Trump telah memberikan dampak yang signifikan pada sentimen (pasar) dan sedikit melemahkan Dolar AS terhadap emas," kata Peter Fertig, analis Quantitative Commodity Research.

Fertig menambahkan, krisis yang terjadi dan pelemahan mata uang negara berkembang turut menjadi penunjang kenaikan harga emas.

 

Prospek Suku Bunga AS Bisa Halangi Kenaikan Harga Emas

Harga emas memang telah sukses kembali ke level psikologis $1,200, tetapi penguatan tersebut akan terbentur oleh prospek kenaikan suku bunga AS bulan depan.

"Kami masih mengekspektasikan kenaikan suku bunga dua kali tahun ini, dan itu kemungkinan akan menjadi hal yang penting bagi harga emas dalam jangka pendek... tahun depan pun The Fed kemungkinan masih akan menaikkan suku bunga," kata analis Jens Pedersen dari Danske Bank.

Selama bulan Agustus ini, total penurunan harga emas telah mencapai 1.6 persen. Sedangkan sejak awal tahun, penurunan telah mencapai 7 persen.


Berita Emas Lainnya




KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE