Menu

Harga Minyak Terus Menguat Setelah Melonjak 10 Persen

M Septian

Harga minyak masih terus menunjukkan penguatan pada pembukaan pasar Asia Jum'at (28/08) lantaran para investor melihat tanda-tanda semakin optimisnya perekonomian Jepang dan stabilisasi bursa saham China.

Harga minyak masih terus menunjukkan penguatan pada pembukaan pasar Asia Jum'at (28/08) lantaran para investor melihat tanda-tanda semakin optimisnya perekonomian Jepang dan stabilisasi bursa saham China. Sebelumnya, harga minyak melonjak lebih dari 10 persen menyusul permintaan Venezuela untuk mengadakan rapat darurat OPEC.

Minyak mentah pengiriman Oktober pada bursa saham NYMEX terangkat 1.89 persen menjadi USD 43.37 per barel. Di bursa ICE London, harga minyak Brent juga meningkat USD 1.66 atau 3.84 persen ke 44.80 per barel. Selisih harga WTI dan Brent kian tipis, hanya sekitar 1.43.

Rilis data CPI nasional inti bulan Juli di Jepang turun ke 0 persen (yoy) dari sebelumnya 0.1 persen, tapi masih lebih baik daripada perkiraan minus 0.2 persen. Sementara angka pengangguran menurun dari 3.4 persen ke 3.3 persen. Hanya saja belanja rumah tangga melemah di 0.2 persen dibawah ekspektasi kenaikan 1.3. Beberapa saat setelah data tersebut dirilis, laporan Penjualan Ritel menunjukkan terkerek 1.6 persen, melebihi perkiraan 1.1. Di tempat lain, bursa saham Shanghai Composite rally lebih dari 5 persen saat penutupan hari Kamis (27/08), merebut kembali level kritis 3,000 setelah terjerembab 23 persen lebih dari lima sesi sebelumnya.

 

Harga Minyak Meningkat Tajam Tadi Malam

Semalam, WTI meningkat tajam USD 3.96 atau USD 10.3 persen pada USD 42.56, seperti halnya menguatnya pasar saham global. Demikian juga dengan Brent yang naik drastis 10.2 persen ke 47.56 Dolar AS per barel tadi malam. Ini merupakan persentase kenaikan satu hari terbesar sejak 2009, setelah Venezuela meminta pada anggota OPEC lain melakukan rapat darurat dengan mengajak satu negara non-member yaitu Rusia. Rapat darurat tersebut untuk membicarakan strategi pada kemungkinan pemangkasan produksi dalam upayanya membendung penurunan harga minyak.

"Tidak mengherankan bahwa genderang sedang ditabuh untuk mengadakan rapat darurat OPEC," kata Matt Smith direktur riset komoditas ClipperData dilansir dari MarketWatch. "Kami telah mendapat komentar dari Ekuador, kiriman surat dari Algeria dalam beberapa hari terakhir menyoroti penderitaan yang dirasakan anggota OPEC tersebut. Tak satupun merasakan penderitaan lebih besar dari Venezuela yang mensubsidi bahan bakarnya," tambahnya.


Berita Minyak Lainnya
Robert Toruan

Amin....Semoga makin membaik harganya..

Lia

Amin semoga aja makin naik..biar suami ak bisa kasih nafkah





KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE