Menu

Lockdown Shanghai Dilonggarkan, Harga Minyak Menguat

Pandawa

Harga minyak menguat sekitar 5 persen karena kabar pelonggaran lockdown di Shanghai. Selan itu, penurunan kondensat migas Rusia akibat sanksi barat juga menjadi katalis.

Seputarforex - Harga minyak mentah dunia menguat lebih dari 5 persen pada penutupan perdagangan kemarin dan berlanjut hingga sesi perdagangan pagi ini (13/April). Pada saat berita ini ditulis, minyak Brent bergerak pada kisaran $106.93 per barel atau naik 0.17 persen secara harian. Minyak WTI (West Texas Intermediate) juga menguat dan diperdagangkan pada kisaran $101.48 per barel.

Penguatan minyak dipicu oleh dilonggarkannya pembatasan COVID di Shanghai. Otoritas setempat mengatakan tidak ada kasus baru selama 14 hari terakhir di beberapa kawasan, sehingga memutuskan untuk melonggarkan pembatasan. Hal ini menjadi angin segar bagi pasar minyak mengingat permintaan energi dari kota terbesar di China ini berpotensi mendongkrak harga minyak yang selama dua pekan terakhir merosot.

 

Output Minyak Rusia Turun Drastis

Di samping kabar mengenai pelonggaran lockdown di Shanghai, harga minyak juga didukung oleh produksi kondensat minyak dan gas Rusia yang dilaporkan turun di bawah 10 juta barel per hari (bph) atau level terendah sejak Juli 2020. Penurunan output migas Rusia kali ini disebabkan oleh sanksi negara-negara barat dan kendala teknis yang menghambat perdagangan.

Uni Eropa belum sepenuhnya mengembargo minyak dan gas Rusia, namun kabar terbaru menyebutkan bahwa beberapa Menteri Luar Negeri tengah membahas skenario itu. Di tempat terpisah, OPEC memperingatkan bahwa tidak mungkin suplai sebesar 7 juta barel per hari dari Rusia yang hilang dari pasaran tidak mungkin terganti jika sanksi dari AS dan sekutu benar-benar diterapkan.

"Pasar minyak masih sangat rentan terhadap guncangan yang disebabkan oleh sanksi negara-negara barat kepada Rusia dan semua risiko di atas meja," kata Edward Moya, analis pasar OANDA.

Dalam upaya meredam gejolak harga minyak yang disebabkan oleh krisis Rusia-Ukraina, negara negara anggota IEA berencana melepas cadangan minyak sebanyak 240 juta barel selama enam bulan ke depan. Namun, analis memperingatkan jika langkah itu hanya akan berdampak sementara dan tidak akan menyelesaikan defisit struktural dari pasokan minyak.


Berita Minyak Lainnya




KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE