Menu

LPCK: Bangun Kawasan Industri Dengan Dua Investor Asal Tiongkok

Utari

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) baru saja menyetujui kerja sama bisnis dengan dua investor asal Tiongkok. Investor asing tersebut adalah Shenzen Yantian Port Group Co.,Ltd dan Country Garden Holdings Co.Ltd. Rencananya perusahaan LPCK bersama dengan dua investor tersebut akan melakukan pembangunan dan pengembangan Kawasan Industri baru di daerah Lippo Cikarang.

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) baru saja menyetujui kerja sama bisnis dengan dua investor asal Tiongkok. Investor asing tersebut adalah Shenzen Yantian Port Group Co.,Ltd dan Country Garden Holdings Co.,Ltd. Rencananya emiten LPCK bersama dengan dua investor tersebut akan melakukan pembangunan dan pengembangan Kawasan Industri baru di daerah Lippo Cikarang.

 

 

Menurut Chief Marketing Officer Lippo Cikarang, Stanley Ang, dua investor Tiongkok itu sudah cukup mengetahui dengan baik terkait pengalaman dan prestasi perusahaan Lippo Group pada sektor konstruksi di Indonesia. Apalagi Group Lippo juga sudah terkenal dengan keberhasilannya dalam mengelola kawasan industri kelas dunia. Stanley menambahkan, dengan pertimbangan hal tersebut, kedua investor asal negeri Tiongkok itu bersedia menjadi rekan bisnis untuk menjalankan proyek pembangunan kawasan komersial dan industri di Lippo Cikarang.

Nantinya kerja sama akan dilaksanakan dalam tiga tahapan pembangunan. Untuk tahap pertamanya, nilai investasi yang akan digunakan adalah USD14.5 miliar atau Rp 190 triliun. Lalu selanjutnya, kedua mitra dan Lippo akan membentuk dua perusahaan joint venture (perusahaan patungan). Satu perusahaan patungan akan mengembangkan kawasan komersial dan perusahaan kedua mengembangkan kawasan industri.

Pada kawasan komersial, perusahaan akan merealisasikan pembangunan proyek apartemen serta pusat perbelanjaan (shopping center). Sementara itu, perseroan juga akan membangunan high technology clean industry pada kawasan industrinya. Dalam proyek yang berfokus pada high technology itu, terdapat pabrik ponsel, batterai, serta solar panel.

Sayangnya terkait dengan perihal komposisi modal antara kedua investor tersebut, Stanley tidak menjelaskan. Dia hanya menuturkan bahwa langkah baru dalam pengembangan bisnis perseroan ini akan segera dibangun dan dikembangkan di kawasan Lippo Cikarang seluas 3,000 hektare (ha).


Berita Saham Lainnya




KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE