OctaFx

iklan

Profil Penulis : utari

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2013 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.
Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Emas menjauhi level tinggi tujuh pekan seiring penguatan Dolar. Kondisi ini terjadi karena pasar memprediksi pengurangan neraca keuangan the Fed akan dilakukan September mendatang.
Namun, beberapa rilis data dari aktivitas manufaktur dan pendapatan AS masih membuat para analis ragu bahwa the Fed akan melakukan pengetatan kebijakan moeneter dalam waktu dekat.
Kini, Anda dapat mengajukan kartu kredit secara online dengan memanfaatkan komputer atau smartphone yang sudah terhubung dengan internet. Bagaimana caranya?
Gejolak politik AS di bawah kepemimpinan Trum belum berakhir. Pemecatan Direktur Komunikasi Gedung Putih kemarin kembali menekan kurs Dolar dan mendukung emas untuk naik lagi.
Pelemahan yang terjadi pada kurs Dolar karena rilis data GDP, dipandang oleh pelaku pasar bisa menghambat FED Rate Hike, sehingga turut mendorong harga emas ke level tinggi
Pasar yang mencerna lagi pernyataan FOMC terkait neraca keuangan membuat harga emas melandai. Emas juga dilemahkan oleh Dolar karena apiknya data ekonomi AS tadi malam.
Harga emas naik sekitar satu persen, sejalan dengan ambruknya kurs Dolar dan pernyataan Federal Reserve yang dipandang pasar kurang hawkish.
Setelah pasar diguncang oleh gejolak politik Gedung Putih, fokus sebagian besar pelaku pasar saat ini adalah pada pengumuman suku bunga dan pernyataan FOMC.
Pengunduran diri salah satu staf dalam tim kerja Donald Trump dan investigasi keterlibatan Rusia dalam pilpres AS tahun lalu menyokong harga emas ke level tinggi empat pekan.
Komentar Mario Draghi, melempemnya rilis data manufaktur AS dan investigasi pada Donald Trump menekan kurs Dolar sehingga memicu harga emas mengalami kenaikan lagi.
Prediksi tentang pengetatan kebijakan moneter oleh bank-bank sentral global menyebabkan pergerakan harga logam mulia emas terbebani dan turun dari level tingginya.
Meski demikian, para analis memperkirakan bahwa harga emas bisa jadi menurun seiring dengan adanya potensi pengetatan kebijakan moneter oleh bank-bank sentral global.
Hal ini terjadi karena pelemahan kurs Dolar setelah rilis data manufaktur AS kemarin yang memerah dan ambruk ke level rendah, di bawah ekspektasi sebagian besar pelaku pasar.
Tingkat inflasi AS yang tetap lemah di bawah target the Fed menyebabkan prospek rate hike selanjutnya menurun sehingga mendukung pergerakan harga logam mulia emas.
Setelah tesmoni kedua Ketua the Fed, Janet Yellen tadi malam, harga emas mulai melemah lagi sejalan dengan kurs Dolar dan sektor ekuitas yang merangkak naik.
Harga emas juga didukung oleh ketidakjelasan kondisi politik AS karena Donald Trump yang menyebabkan tertundanya kebijakan reformasi pajak dan pembangunan.
Emas dipandang oleh investor sebagai safe haven ketika pasar finansial atau ekonomi sedang terpuruk. Benarkah? Dua orang peneliti Irlandia melakukan studi tentang hal ini.
Emas berusaha naik setelah putra Donald Trump kemarin merilis email terkait pilpres AS tahun lalu. Logam kuning ini juga ditinggikan oleh pernyataan dovish salah satu pejabat the Fed.
Ekspektasi pengetatan kebijakan moneter dan optimisme prospek pertumbuhan ekonomi global membuat investor menjauhi aset logam mulia seperti emas dan lebih meminati aset berisiko.
Walaupun data tenaga kerja AS positif, harga emas masih berpotensi naik seiring dengan kekhawatiran pasar tentang tingkat inflasi AS saat ini yang kemungkinan tetap rendah.
Emas sempat naik karena data ketenagakerjaan versi ADP di bawah ekspektasi. Namun, saat ini investor tengah mengantisipasi dampak NFP terhadap kebijakan moneter the Fed.
Harga emas diperdagangkan di kisaran level rendahnya sejalan Dolar AS yang stabil setelah rilis notulen FOMC. Beruntung, emas masih mendapat dorongan dari konflik AS dan Korut.
Harga emas juga didukung oleh potensi adanya perselisihan pendapat antara Presiden Donald Trump dengan petinggi negara lainnya dalam KTT G20 di Hamburg, Jerman.
Naiknya imbal hasil obligasi didorong oleh pernyataan bank sentral global terkait dengan pengetatan kebijakan moneter. Namun, emas diprediksi bisa naik lagi oleh Goldman Sachs.
Pelemahan kurs Dolar ini terjadi karena kekhawatiran investor pada bursa saham, kondisi politik AS dan penguatan mata uang mayor lainnya. Kini emas berada di USD1,252.