Menu

Minat Risiko Pudar, Harga Emas Melesat Ke Atas 1800

Nadia Sabila

Harga emas naik karena penurunan ekspektasi suku bunga The Fed, konflik China-Australia, serta sentimen pasar terkait kebijakan BoE dan data ketenagakerjaan AS.

Seputarforex - Harga emas melejit di sesi perdagangan Kamis (06/Mei) malam. Harga emas spot naik 0.5% ke $1794.80 per ounce pada pukul 12:27 GMT, sementara kontrak harga emas futures di divisi COMEX New York naik 0.7% ke $1795.90. Saat berita ini ditulis, kenaikan harga emas telah makin pesat dengan XAU/USD melonjak 1.64% di level $1815.78.

Sebelumnya, analis Carlo Alberto De Casa dari ActivTrades meyakini jika harga emas berhasil menembus ke atas $1800, maka peluang pemulihan untuk naik lebih lanjut akan semakin terbuka lebar.

 

Risk-Off Lemahkan Dolar Dan Yield Sebagai Rival Emas

Sentimen risiko mulai memudar setelah pasar mencerna kembali pernyataan Menkeu AS Janet Yellen kemarin. Walaupun Yellen menyebut bahwa suku bunga perlu dinaikkan, tetapi hal itu tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Pasar mulai mengasumsikan 'lebih jauh' kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga setelah klarifikasi komentar Menkeu Janet Yellen," ungkap Peter Fertig, analis dari Quantitative Commodity Research. "Hal itu menjadi dukungan bagi emas karena mengakibatkan penurunan yield obligasi AS jangka panjang dan pelemahan Dolar."

Selain itu, melemahnya risk-on juga dipicu oleh eskalasi konflik ekonomi China-Australia. Pagi tadi, China mengumumkan penundaan sebuah dialog ekonomi penting dengan Australia. Aksi ini ditengarai sebagai balasan atas acaman Australia ke sebuah perusahaan China terkait pembatalan perjanjian sewa 99 tahun pelabuhan Darwin.

Merespon faktor-faktor di atas, Yield obligasi 10-tahunan AS pun merosot ke kisaran 1.57% hari ini, sementara Indeks Dolar AS turun setengah persen ke kisaran 90.8.

Adapun faktor lain yang juga menaikkan minat beli emas hari ini adalah kebijakan moneter bank sentral Inggris. Bank of England (BoE) mengatakan bahwa mereka akan memperlambat laju pembelian obligasi dan menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Inggris tahun ini. Akan tetapi, bank sentral tersebut menegaskan tidak akan mengetatkan kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Selanjutnya, pasar akan fokus pada data Ketenagakerjaan AS yang akan dirilis besok. Non Farm Payroll AS diekspektasikan naik ke 978,000 pada bulan April.


Berita Emas Lainnya




KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE