Menu

Pejabat The Fed Minta Berhati-Hati, Dolar Melandai

A Muttaqiena

Wakil Ketua Federal Reserve mengungkapkan perlunya mempertimbangkan yield obligasi yang lebih tinggi dalam pengambilan keputusan suku bunga mendatang.

Seputarforex - Pernyataan petinggi The Fed memicu kejatuhan yield obligasi US Treasury. Greenback ikut melemah terhadap berbagai mata uang mayor lain, sehingga Indeks Dolar AS (DXY) jatuh ke 105.80-an --kisaran terendahnya dalam lebih dari sepekan terakhir.

Wakil Ketua Federal Reserve, Philip Jefferson, mengatakan kepada National Association for Business Economics bahwa ia akan mempertimbangkan yield obligasi yang lebih tinggi dalam mengevaluasi jalur kebijakan ke depan. Ia berpendapat bank sentral perlu "melanjutkan dengan hati-hati" dalam menilai apakah suku bunga perlu dinaikkan lagi di tengah kenaikan yield obligasi US Treasury.

Pernyataan Jefferson langsung meredam reli yield obligasi. Yield US Treasury 10Y kini beredar pada kisaran 4.6720, padahal pekan lalu sempat mencapai level tertinggi pada 4.8000-an.

Penurunan yield berdampak negatif bagi kurs dolar AS. Selain itu, greenback terbebani oleh rumor mengenai rencana stimulus baru China yang kemungkinan masuk dalam APBN 2023.

"Dengan imbal hasil Treasury turun secara signifikan pagi ini selama perdagangan tunai dan menjadi sesi yang lebih konstruktif untuk ekuitas Eropa, tampaknya para trader FX merasa lebih nyaman untuk keluar dari dolar," kata Simon Harvey, kepala analisis FX di Monex Eropa, sebagaimana dilansir dari Reuters, "Hal ini kemungkinan besar didukung oleh berita bahwa China akan meningkatkan belanja fiskalnya, meskipun kami pikir hal ini hanya meningkatkan sentimen sekarang karena rincian (stimulus China) tidak jelas."

Sentimen pasar juga mulai stabil dalam menghadapi konflik bersenjata baru di Palestina. Israel mengatakan sudah mengendalikan perbatasan Gaza lagi tadi pagi, setelah kemarin menggempur kota Gaza dengan serangan udara paling sengit sepanjang sejarah pendudukannya atas Palestina.

Pelaku pasar berikutnya akan memantau rilis data inflasi produsen AS besok. Ada pula pidato beberapa petinggi The Fed lain yang kemungkinan memengaruhi pasar dalam jangka pendek, antara lain Raphael Bostic, Christopher Waller, Neel Kashkari, dan Mary Daly.


Berita Forex Lainnya

USD
EUR
CHF
CAD
GBP
JPY
CNY
AUD





KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE