Menu

BI Pertahankan Suku Bunga, Longgarkan Makroprudensial

A Muttaqiena

Pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia kemarin (19/5) telah diputuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada levelnya saat ini, 7.5%, dengan suku bunga Deposit Facility 5.50% dan Lending Facility pada level 8.00%. Pernyataan yang dirilis oleh bank sentral Indonesia ini juga mengungkap niatnya untuk melonggarkan kebijakan makroprudensial.

Pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia kemarin (19/5) telah diputuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada levelnya saat ini, 7.5%, dengan suku bunga Deposit Facility 5.50% dan Lending Facility pada level 8.00%. Pernyataan yang dirilis oleh bank sentral Indonesia ini juga mengungkap niatnya untuk melonggarkan kebijakan makroprudensial.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC | Smartphone

WASPADAI PENIPUAN
Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini
×
  • Pasang Ekstensi VPN Di Browser
    • Search kata kunci "vpn" atau "proxy" di Mozilla AddOns atau Chrome Webstore.
    • Setelah menemukan salah satu vpn (contoh: browsec), klik "pasang" atau "tambahkan".
    • Aktifkan ekstensi.
Anda juga bisa mendapatkan info lebih detail di:
@seputarforex
@seputarforex.fanspage
@seputarforex
×

Cara Utama:
Unduh Aplikasi Seputarforex di Playstore.

Cara Alternatif:
Anda juga bisa mendapatkan info lebih detail di:
@seputarforex
@seputarforex.fanspage
@seputarforex

 

 

Menurut BI, kebijakan moneter ketat saat ini masih penting agar mendukung pencapaian target inflasi 4±1% pada 2015 dan 2016, serta mengarahkan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sehat dalam kisaran 2.5-3% terhadap GDP dalam jangka menengah. Sementara itu, untuk memelihara momentum pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia akan melonggarkan kebijakan makroprudensial melalui revisi ketentuan Giro Wajib Minimum dan Loan-To-Deposit Ratio (GWM-LDR), ketentuan Loan-to-Value Ratio (LTV) untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), serta ketentuan pembayaran uang muka (down payment) untuk Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).


Sebelumnya, diketahui bahwa dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2015, Bank Indonesia dihimbau oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk memangkas suku bunga. Namun demikian, Gubernur BI Agus Martowardojo menilai kebijakan moneter ketat masih dibutuhkan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dalam kondisi saat ini. Keputusan BI kemarin untuk mempertahankan suku bunga dan melonggarkan makroprudensial bisa dipandang sebagai kompromi karena meski perlambatan ekonomi Indonesia bisa dibilang mengkhawatirkan, tetapi pemangkasan suku bunga tidak memungkinkan disebabkan oleh tingginya inflasi dan defisitnya transaksi berjalan.

Disamping keputusan terkait suku bunga dan makroprudensial, Bank Indonesia dalam publikasi pers-nya juga menyebutkan sejumlah penilaian tentang kondisi ekonomi. Dari sektor eksternal, BI memandang "Pemulihan ekonomi global masih berjalan tidak seimbang dengan risiko di pasar keuangan global yang masih tinggi. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan tidak secepat perkiraan semula seiring lebih rendahnya prakiraan pertumbuhan ekonomi AS dan Tiongkok". Sedangkan dari dalam negeri, meski pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I/2015 melambat, namun BI meyakini pertumbuhan ekonomi akan kembali beranjak naik pada periode-periode mendatang.





KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE