Advertisement

iklan

Profil Penulis : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.
Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Menjelang rilis data NFP, bias short-term Indeks Dolar masih positif, meski klaim pengangguran dan laporan ADP AS menunjukkan dampak buruk lockdown akibat wabah corona.
Sentimen terhadap aset berisiko mendapat angin segar setelah rencana stimulus AS bergulir. EUR/USD berpeluang naik lebih tinggi apabila mampu bertahan di atas Kijun-sen Daily.
Klaim pengangguran AS akan menjadi fokus pasar pada hari ini, menyusul lockdown sejumlah kota besar di negeri tersebut akibat wabah virus corona.
Lonjakan Indeks Dolar menjadi cermin kepanikan investor dan pemilik modal yang mengguncang pasar. EUR/USD dan GBP/USD berisiko turun lebih rendah dalam jangka menengah.
Dolar AS terus melaju terhadap sejumlah mata uang rival-rivalnya. Momentum bullish masih terjaga selama harga bergerak di atas level 100.00
Sterling terpuruk versus Greenback dalam beberapa hari terakhir, menyeret harga turun untuk kembali berhadapan dengan Low multi-tahunan yang menjadi zona support kritis jangka panjang.
Akselerasi bearish kehilangan tenaga untuk mengejar 1.1055 pada perdagangan kemarin. Namun, outlook intraday sejauh ini masih negatif di bawah Kijun-sen H4.
Setelah publikasi notulen rapat darurat FOMC dini hari tadi (WIB), outlook intraday sementara ini masih negatif apabila EUR/USD diperdagangkan di bawah 1.1240
Melanjutkan pelemahan pada perdagangan kemarin, outlook intraday masih negatif menjelang putusan kebijakan bank sentral Uni Eropa.
Euro merosot 1.18 persen terhadap Dolar AS, mematahkan reli dalam beberapa hari terakhir. Bias intraday berisiko bearish selama bergerak di bawah Cloud Ichimoku H1.
Euro kehilangan momentum untuk kembali mengejar breakout 1.1500 versus Greenback. Namun, bias Intraday sejauh ini masih positif menjaga potensi bullish.
Pasar mata uang bergejolak tajam, terseret dampak kecemasan investor atas merosotnya harga minyak. EUR/JPY dan EUR/NZD mengindikasikan fluktuasi tersebut lewat pola candle ekstrem.
Greenback makin terpuruk terhadap rival-rivalnya, menyusul langkah pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 50 basis poin.
Pola candle Three Inside Up umumnya berisiko bullish, baik dalam skala intraday maupun jangka pendek/menengah.
Outlook Daily masih positif, tapi indikator teknikal sudah di wilayah overbought. Untuk perdagangan intraday hari ini, momentum bullish masih terjaga selama harga bergerak di atas 1.1053.
Barangkali masih banyak trader forex yang menganggap sepele urusan Money Management. Tulisan ini bisa menjadi ilustrasi sederhana untuk menggambarkan pentingnya MM.
Bias intraday masih negatif selama GBP/USD bergerak di bawah Kijun-sen H4. Di sisi lain, support 1.2848 sejauh ini tetap bertahan dari gempuran sellers.
Bias jangka pendek masih negatif setelah upswing Daily dibatasi DMA-30. Untuk perdagangan intraday, sebaiknya simak aksi harga di minor support trendline H1 dan Kijun-sen H4.
Bullish Engulfing yang kemudian disusul terbentuknya Three White Soldiers, memperbesar risiko untuk memperpanjang rebound dari level terendah 34 bulan.
Berada pada kondisi yang sangat oversold, data PMI bisa menjadi katalis penting untuk menentukan arah pergerakan EUR/USD selanjutnya.
Ekstrem overbought Indeks Dolar setelah reli panjang hampir 2 bulan adalah risiko yang layak diperhitungkan. Sebaliknya, kondisi oversold Daily EUR/USD sebaiknya juga diwaspadai.
Buyers mendominasi pada perdagangan kemarin, menegaskan bias intraday yang sejauh ini tetap positif menjelang rilis data penjualan ritel AS.
Bias intraday berbalik arah setelah tekanan bearish dalam hampir dua pekan terakhir. GBP/USD berisiko memperpanjang rebound pada hari ini apabila bergerak di atas 1.2967.
Meski berakhir menguat pada perdagangan kemarin, outlook intraday GBP/USD masih negatif. Sebaiknya stand-aside untuk menunggu respon pasar terhadap rilis data GDP Inggris hari ini.
Bias intraday masih negatif selama GBP/USD bergerak di bawah Kijun-sen H4. Waspadai bouncing yang lebih tinggi setelah terbentuknya Inside Bar dan Three Inside Up.