iklan

Profil Penulis : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.

iklan

iklan

Skenario upswing atau setidaknya perpanjangan recovery dari tren negatif sejak Maret lalu menjadi risiko yang sementara ini tidak dapat diabaikan.
Selama harga masih tertahan di bawah Tenkan-sen, risiko koreksi menjadi skenario yang harus diperhitungkan terutama dalam perdagangan intraday.
Secara keseluruhan, Dolar AS masih berisiko turun terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Tapi kemungkinan recovery tak dapat diabaikan jika mengamati price action di time frame Daily dan H4.
DXY melorot selama tiga pekan beruntun. Sebaliknya, EUR/USD membukukan reli tiga minggu berturut-turut.
Skenario bearish dalam jangka pendek hingga menengah valid selama Indeks Dolar bergerak di bawah MA-30 Weekly.
Upswing menuju 1.2000/1.2011 hingga 1.2058 adalah skenario yang layak diperhitungkan setelah terbentuknya Morning Star Weekly dan Three Inside Up Daily.
Ditopang MA-30 Weekly yang saat ini bertindak sebagai support dinamis, potensi USD memperpanjang rebound masih terbuka.
Sempat merosot di bawah 1700.00, buyers merespon saat harga emas turun mendekati 1670.57. Kini, price action Daily menunjukkan indikasi untuk memperpanjang rebound.
Outlook jangka pendek masih bertendensi bearish, sedangkan pergerakan harga emas tengah berada di persimpangan.
Berkonsolidasi dalam lintasan Triangle, beakout emas terhadap chart pattern itu dapat menjadi indikasi arah pergerakan berikutnya dalam jangka pendek.
Spinning Top umumnya berisiko bearish. Meskipun begitu, minor support trendline H1/H4 yang mendukung emas spot saat ini masih bertahan.
Outlook intraday positif jika bertahan di atas Kijun-sen H4. Di sisi lain, outlook jangka pendek masih dibayangi bias bearish.
Euro masih rentan bearish terhadap USD setelah melorot tiga hari berturut-turut pada sesi perdagangan sebelumnya.
Sempat turun mengancam support kritis 1670.57, harga emas berpotensi memperpanjang upswing dan menargetkan 1765.00 jika bertahan di atas 1703.18.
Greenback menguat 1.2 persen dalam sepekan versus beberapa mata uang rival utamanya. Namun, kemunculan Spinning Top H4 memperbesar risiko koreksi pasca NFP.
Melorot dalam lebih dua pekan terakhir, zona support jangka menengah emas sedang terancam. Bagaimana outlook pergerakan berikutnya?
Fase koreksi tidak dapat diabaikan setelah Pin Bar Weekly terbentuk. Pola ini berisiko memicu penurunan lebih lanjut menuju support terdekat di 1.3835.
Ditopang naik imbal hasil obligasi, Indeks Dolar berhasil memperpanjang rebound sekaligus mengubah outlook jangka pendek.
GBP/USD butuh akselerasi di atas 1.4236 sebagai momentum tambahan untuk mengejar 1.4300 hingga 1.4376.
Sejalan dengan bias time frame Daily, outlook intraday masih menjaga prospek bullish menjelang rilis data inflasi Zona Euro dan testimoni Powell.
Tampil perkasa dalam beberapa pekan terakhir, Sterling masih berisiko menjangkau zona resistance 1.4232/1.4376.
Berada di persimpangan setelah sideways dengan rentang yang terbatas, harap awasi pergerakan EUR/USD terhadap 1.2138 atau 1.2115.
Indeks Dolar gagal bertahan di atas level 91.00 dan kehilangan momentum bullish. Skenario chart pattern Bearish Flag tidak dapat diabaikan.
Euro mencetak rebound yang cukup signifikan setelah rilis data NFP. Outside Bar Daily dan Bullish Flag layak diwaspadai.
Bias jangka pendek masih negatif sejauh ini dan mengancam breakout di bawah level psikologis 1.2000.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone