Berinvestasi Emas, Kapan Waktunya?

Waktu terbaik untuk membeli logam mulia emas adalah ketika harga emas menurun signifikan. Benarkah demikian?

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Kapankah waktu terbaik untuk membeli atau berinvestasi emas? Mungkin pertanyaan retoris ini tak akan pernah selesai dijawab dan akan selalu muncul. Sebelum pertanyaan tersebut kita jawab dan kupas, ada baiknya kita mundur lagi dengan pertanyaan yang lebih substantif: Apa tujuan kita berinvestasi di emas? Apakah buat tabungan masa depan? Buat naik haji? Buat pendidikan anak? Dan berapa lama waktu yang kita punya untuk mencapai tujuan tersebut?

Berinvestasi Emas, Kapan Waktunya?

Dengan menemukan jawaban atas pertanyaan di atas, kemungkinan besar kita jadi bisa menjawab pertanyaan retoris kapan waktu terbaik untuk berinvestasi emas. Yang pasti emas adalah kategori investasi jangka menengah – panjang, dalam artian emas cocok untuk mendukung rencana keuangan yang baru akan kita lakukan pada jangka waktu 1-2 tahun ke atas. Karena emas baru akan menunjukkan keperkasaannya pada rentang waktu minimal 1 tahun. Jadi, mestinya kita tidak perlu terlalu khawatir dengan naik turunnya harga harian emas, jika kita sudah paham bahwa emas yang kita beli baru akan kita gunakan pada waktunya nanti, mungkin 1-2 tahun kedepan, bahkan 3-5 tahun yang akan datang. Jadi, kapan waktu terbaik untuk berinvestasi emas?

Dengan berbagai dasar di atas, maka mestinya kita bisa menemukan jawaban bahwa waktu terbaik untuk berinvestasi emas adalah ketika kita sudah mempunyai rencana keuangan yang jelas sebagai tujuan investasi emas kita, dan juga pada waktu tersebut kita telah mempunyai uang (seberapapun kecilnya) yang memang kita alokasikan untuk investasi emas tersebut. Jika rencana sudah jelas, uang telah tersedia, maka berapapun harga emas hari itu silahkan dibeli saja. Kita tidak perlu menyesal jika kemudian harga emas keesokan harinya turun sekitar 3-5rb/gr karena memang kita tidak berencana jual emas keesokan harinya, tapi nanti 1-2 tahun lagi. Kalau kita selalu khawatir dengan naik turunnya harga harian emas, saya malah khawatir bahwa kita tidak akan sampai kemana-mana. Jadi berinvestasi emas, secukupnya bukan untuk ditimbun.

 



Di sisi lain, tawaran investasi emas dengan imbal hasil tetap tiap bulan memang menarik. Apalagi, perusahaan-perusahaan ini menawarkan imbal hasil minimal 2% per bulan. Pada tawaran investasi PT Goldenmakmur Citra Sejahtera, investor akan mendapatkan imbal hasil Rp18 juta per bulan dengan berinvestasi 1 kg emas senilai Rp720 juta. Pada awalnya, Goldenmakmur memberikan bank garansi bank bagi investasi 6 dan 12 bulan. Bank garansi tidak diberikan untuk investasi 4 bulan. "Sekarang sudah tidak menyediakan bank garansi. Kami ganti dengan deposito karena dengan bank garansi orang tidak familier," kata Stephen Loway Lin, Komisaris Goldenmakmur. Goldenmakmur menyediakan empat skema investasi. Imbal hasilnya 2,5% hingga 2,75% setiap bulan. Dengan perkiraan investor 3.000 orang dan imbal hasil Rp18 juta, Goldenmakmur harus menyediakan dana minimal Rp54 miliar per bulan untuk membayar cashback.

Multi Dana Gold menawarkan dua skema investasi. Pertama, pegang fisik. Pada skema ini, investor berhak memegang emas batangan secara fisik setelah membeli minimal 100 gram dengan nilai Rp75 juta. Artinya, harga emas yang dipatok di Multi Dana Gold sebesar Rp750.000 per gram. Skema pegang fisik memiliki masa kontrak 6 bulan dan 1 tahun. Setelah kontrak habis, nasabah berhak mencairkan investasinya sesuai dengan harga beli. Tiap bulan, nasabah akan mendapatkan 2% dari nilai investasi.

Skema kedua, berupa investasi non-fisik (titip). Pada skema ini, investor membeli emas di Multi Dana Gold dan menitipkan emas tersebut pada perusahaan. Berbeda dengan skema fisik, pada skema ini, syarat investasi minimum investor hanya 25 gram emas. Harga disesuaikan dengan harga emas Antam yang berlaku. Multi Dana Gold menawarkan gimmick berupa keuntungan 8% per bulan dari investasi.

PT Peresseia Mazekadwisapta Abadi (Primaz) dan PT Golden Bullion Indonesia (GBI) pun menawarkan skema investasi serupa. Primaz mematok harga emas Rp700.000 per gram. Dengan minimal pembelian 100 gram, Primaz akan membayar imbal hasil 2,5% setiap bulan untuk tenor enam bulan. Selain penjualan emas tersebut, Primaz menawarkan gadai emas. GBI menawarkan harga emas 20%-30% di atas harga emas Antam. Investor akan mendapatkan emas fisik plus atthoya (bonus). Minimal pembelian emas 50 gram untuk produk Sakinah.

Nasabah produk Sakinah akan mendapatkan atthoya 2,5% per bulan selama kontrak minimal empat bulan. GBI juga menawarkan produk Al-Fajar. Produk ini menawarkan pembelian emas minimal 300 gram. Investor akan mendapat bonus total 8% di awal pembelian.

Tawaran-tawaran tersebut hanya empat dari sekian banyak tawaran investasi emas serupa di Indonesia. Sistem investasi seperti ini sekilas tampak menggiurkan karena menjanjikan pendapatan tetap tiap bulan. Tapi, risikonya besar, entah karena faktor eksternal, seperti perubahan ekstrem harga emas atau faktor internal. Jadi Tetap berhati hati .. OK !!

Catatan: banyaknya kasus penipuan atau investasi bodong emas menjadikan kita harus berhati hati. Tulisan ini hanya sekedar informasi dan edukasi.

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.

19 Juni 2019 04:16

1,346.51 ( 0.52%)

Support : 1,333.75
Pivot : 1,338.82
Resistance : 1,344.57

80% Buy 100% Buy 33% Buy

80% Buy
Selengkapnya