OctaFx

iklan

Dua Fungsi Ichimoku Yang Belum Diketahui Trader

126457

Sudah pernah melihat indikator Ichimoku? Ada 2 fungsi Ichimoku yang kurang diketahui trader pada umumnya. SImak selengkapnya dalam artikel berikut.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Indikator Ichimoku Kinko Hyo sudah menjadi salah satu indikator tren paling laris di kalangan trader. Dengan berbagai parameter penyusunnya, Ichimoku paling identik dengan awannya. Ichimoku pertama kali diperkenalkan oleh Goichi Hosoda pada tahun 1968, tapi baru aktif digunakan secara luas pada tahun 1990-an. Sebenarnya, apa sih fungsi Ichimoku? Benarkah masih ada fungsi Ichimoku yang belum diketahui trader secara umum?

 

fungsi-ichimoku

 

Kebanyakan trader yang melihat indikator Ichimoku untuk pertama kalinya akan merasa frustasi dan bingung dengan banyaknya garis yang muncul dalam satu chart. Jelas saja, indikator ini terdiri 5 garis yang saling menumpuk satu sama lain. Fungsi Ichimoku sendiri baru bisa berjalan secara lengkap karena adanya garis-garis ini. Ichimoku memiliki 2 garis sinyal utama yang akan membentuk komponen penting. Kedua garis itu adalah Senkou A dan Senkou B yang bisa membentuk Kumo atau awan. Awan ini memiliki banyak sekali fungsi, baik yang sudah diketahui maupun beyang belum disadari oleh kebanyakan trader. Pada artikel ini, akan dibahas beberapa fungsi tersebut secara lengkap.

 

Perhitungan Angka Pada Ichimoku

Sebelum masuk ke dalam fungsi Ichimoku yang tidak banyak diketahui trader, ada baiknya jika diketahui dulu basis perhitungan dari Ichimoku sendiri. Dalam Ichimoku terdapat 3 angka yang digunakan sebagai dasar perhitungan, yaitu 9, 26, dan 52. Tidak ada yang tahu pasti mengapa angka ini dipilih. Jika dilansir dari beberapa sumber, angka 9 merupakan jumlah jam/hari, 26 itu jumlah hari/bulan,sedangkan 52 adalah jumlah minggu/tahun pasar Jepang buka dahulu.

 

mengenal indikator ichimoku

(Baca juga: Mengenal Indikator Ichimoku)

 

Jumlah jam, hari dan minggu ini tentu saja sudah berubah saat ini. Pasar pada umumnya buka selama 8 jam per hari, 20 hari/bulan, dan 48 minggu/tahun. Hal ini menyebabkan banyaknya permintaan untuk perubahan nilai-nilai pada Ichimoku dilakukan. Namun hingga artikel ini dituliskan, indikator-indikator Ichimoku yang telah ada secara Default di Metatrader 4 tetap menggunakan nilai-nilai terdahulu. Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak perihal perhitungan serta sejarah indikator Ichimoku, Anda bisa langsung menyaksikan video di bawah ini:

 

 

 

Rahasia Fungsi Ichimoku Ada Di Balik Awan

Salah satu fungsi Ichimoku yang tidak banyak diketahui trader adalah cara mengukur kekuatan tren dengan Kumo. Kumo atau yang lebih sering dikenal dengan nama awan ichimoku ini sebenarnya merupakan dua buah Moving Average yang memiliki spesifikasi spesial karena didapat dari perhitungan khusus.

Senkou A merupakan hasil perhitungan dari Tenkan Sen dan Kijun Sen yang Shift ke depan sebanyak 26 periode. Jika melihat rumus perhitungannya, Tenkan dan Kijun Sen menghitung Median harga dari 9 dan 26 periode sebelumnya, kemudian di-Shift sejauh 26 periode lagi ke depan.

 

ichimoku-kumo

 

Senkou B adalah hasil perhitungan harga Median dari 52 periode sebelumnya, yang kemudian di-Shift sejauh 26 periode lagi ke depan. Terdapat 2 jenis Senkou A dan Senkou B, yaitu harga saat ini maupun harga mendatang.

Kebanyakan trader tidak akan terlalu paham jika penjelasan di atas disajikan dengan rumus. Secara filosofis, pencipta Ichimoku menganggap bahwa harga masa lalu akan berpengaruh terhadap masa kini. Sedangkan harga masa kini akan berpengaruh terhadap harga ke depan. Jika dijelaskan secara ribet, Goichi ingin indikator ini dapat memperkirakan harga masa kini dari harga masa lalu, yang kemudian juga akan diajukan untuk harga ke depannya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini.

 

ichimoku-waktu

 

Perhatikan bagian yang diberikan kotak pada gambar. Saat bagian harga bergerak ke suatu arah, maka Kumo pada Ichimoku akan ikut bergerak. Saat tren sedang menurun, maka Senkou A dan B yang sudah terbentuk di depan juga akan ikut mengalami penurunan. Uniknya, Senkou harga saat ini justru tidak terpengaruh apa-apa. Mengapa bisa demikian?

 

ichimoku-kumo-saat-ini

 

Seperti yang telah dijelaskan dengan sedikit rumit di atas, Senkou A dan B pada harga masa depan dihitung dengan menggunakan harga saat ini. Sedangkan Senkou A dan B saat ini dihitung dari harga masa lalu. Hebat bukan indikator ini? Lalu apa fungsi Ichimoku yang sering tidak diketahui trader?


1. Mengukur Kekuatan Tren Saat Ini Dengan Kumo Masa Depan

Ya, kekuatan tren saat ini bisa diukur dengan Kumo masa depan. Inilah salah satu fungsi ichimoku yang tidak banyak diketahui. Kebanyakan trader memanfaatkan Kumo hanya sebatas untuk melihat kemana arah tren. Fungsi Ichimoku tersebut biasanya dilihat dengan Kumo saat ini jika dibandingkan dengan harga; apabila harga berada di atas Kumo saat ini, maka harga sedang Uptrend, jika di bawah kumo, maka harga sedang Downtrend, sedangkan saat berada dalam kumo, maka harga cenderung Sideways.

Kumo masa depan dapat digunakan untuk melihat kekuatan tren saat ini. Fungsinya kurang lebih sama seperti Oscillator. Jadi selain dapat melihat kondisi tren saat ini, Anda juga dapat melihat tingkat kekuatan trennya. Berikut tren yang sedang direpresentasikan Kumo masa depan.

Strong Bullish: Kumo masa depan Bullish, Senkou A dan Senkou B masa depan mengarah ke atas.

Medium Bullish: Kumo masa depan bullish, Senkou A mengarah ke atas, Senkoi B mendatar.

Weak Bullish: Kumo masa depan Bullish, Senkou A mengarah ke bawah, Senkou B mendatar.

Strong Bearish: Kumo masa depan Bearish, Senkou A dan Senkou B mengarah ke bawah.

Medium Bearish: Kumo masa depan Bearish, Senkou A mengarah ke bawah, Senkou B mendatar.

Weak Bearish: Kumo masa depan Bearish, Senkoi A mengarah ke atas, Senkou B mendatar.

Untuk lebih jelasnya, mari perhatikan contoh di bawah ini. Saat harga pasangan mata uang mengalami penurunan drastis, baik Senkou A maupun Senkou B sama-sama condong ke arah bawah.

 

ichimoku senkou kuat

 

Selanjutnya, simak contoh lain berikut ini. Saat kekuatan tren sedang melemah, Senkou A telah cenderung mengarah kebawah setelah kenaikan sebelumnya, sedangkan Senkou B mendatar.

 

ichimoku lemah

 

2. Mengukur Batas Pergerakan Harga Dengan Kumo Masa Lalu

Selain Kumo masa kini dan depan, Kumo yang lalu juga menawarkan fungsi ichimoku yang tidak banyak diketahui trader. Jika Kumo masa depan digunakan untuk melihat kekuatan tren, maka Kumo saat ini untuk melihat bias pasar, dan Kumo masa lalu bisa digunakan sebagai batas-batas pergerakan harga, atau dalam bahasa tradingnya sebagai titik Support dan Resistance.

Fungsi Ichimoku ini memanfaatkan bias-bias serta titik ekstrim dari harga pasar di masa lalu. Level-level ekstrim ini terbentuk dari perhitungan rumit Senkou A dan Senkou B. Jika dirumuskan secara simpel, berikut fungsi Senkou A dan Senkou B masa lalu:

Senkou B yang flat di masa lalu menjadi support dan resistance yang kuat. Semakin panjang flat-nya, maka semakin kuat pula level tersebut.

Senkou A yang membentuk Spike di masa lalu menjadi Support dan Resistance yang kuat. Semakin tajam Spike-nya, maka semakin kuat pula level tersebut.

Senkou A yang sejatinya merupakan perbandingan antara harga Median dari periode 26 dan 9 dapat dianggap merepresentasikan titik tengah harga selama periode tertentu. Saat harga berbelok tajam ke satu titik, Senkou A pun biasanya akan ikut bereaksi dengan membentuk Spike. Pembentukan Spike di Senkou A ini berada di daerah sekitar level-level Support dan Resistance kuat dalam suatu time frame. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini:

 

senkou a

 

Senkou B sendiri agak sedikit berbeda. Jika dilihat dari rumus perhitungannya, Senkou B merupakan harga Median dari 52 periode ke belakang yang di-Shift Forward sejauh 26 periode ke depan. Perhitungan pada Senkou B ini jauh lebih teliti dibandingkan komponen dan fungsi Ichimoku lainnya. Saat Harga mengalami periode konsolidasi pun, Senkou B akan berbentuk mendatar. Terbentuknya Senkou B flat ini biasanya tepat berada di daerah-daerah Support dan Resistance kuat dalam suatu time frame. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini:

 

senkou B suppotr

 

Penutup

Jika ingin dikaji maupun teliti, masih banyak fungsi-fungsi Ichimoku lain yang dapat dikembangkan maupun diperbaiki sehingga menjadi lebih baik lagi. Perlu diketahui bahwa indikator Ichimoku ini sangat baik untuk digunakan pada pasangan mata uang Jepang seperti USD/JPY, EUR/JPY, maupun GBP/JPY. Selain itu, semakin tinggi time frame pengaplikasiannya, maka semakin tinggi pula tingkat akurasi dan fungsi Ichimoku pada trading Anda.

 

Jika Anda mempunyai pertanyaan lebih lanjut perihal penggunaan dan fungsi Ichimoku, selain dari kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami di forum tanya jawab khusus indikator berikut ini.

 

Artikel ini juga telah diunggah di Instagram dan bisa dilihat di sini. Agar tetap terhubung dengan Update konten Seputarforex di Instagram, Follow kami di IG: @Seputarforex.

Meski berlatar belakang jurusan Biomedical Engineering, Muh Nuzul sudah menjadi trader forex sejak tahun 2013. Dengan dasar tekniknya, penulis ahli dalam membuat indikator dan Expert Advisor Metatrader. Hobi membaca dan menulis sejak kecil dan mulai aktif menulis di Seputarforex karena ingin membagikan pengetahuan selama menjadi trader.


Nabiel_yulian
jls awan ichimoku bs memberikan sinyal leading karna itu fungsina sbgai sr yg mmg d bnyk contoh indikatorna bersifat leading...
Dani Azhari
@Nabiel, terlepas dari fungsinya sebagai penanda support atau resistance, kenyataan bahwa awan dari ichimoku ini bisa bergerak di depan harga merupakan salah satu fitur dari indikator ini yang bisa dimanfaatkan sebagai leading indikator untuk memperkirakan pergerakan selanjutnya.
Pm Adichandra
Kok jadi mengalir ke angka 26 ni pembahasannya? Setau ane mang periode 26 banyak dipake juga buat MA de el el
Didin Din
to dani: tapi tetep harga masih bisa breakout dari posisi awan sebelumnya, jadi meskipun leading tetep belum bisa secara pasti itu akan bertindak sebagai suport atau resistan
Dani Azhari
@Didin, Yang menarik dari awan ichimoku ini adalah bahwa posisi harga terhadap awan ini dan juga lebar area awan ini sndiri bisa menjadi indikator yang cukup bisa untuk diandalkan. Bisa dilihat bahwa harga yang berada di atas awan berarti uptrend, sedangkan jika di bawah berarti downtrend, dan ketika berada di dalam awan berarti ranging. Lebar area dari awan ichimoku juga bisa dipakai untuk mengindikasikan penguatan tren, dimana area yang semakin melebar bisa menandakan akan berakhirnya sebuah tren. Meskipun breakout harga belum pasti, namun analisa juga bisa difokuskan pada posisi harga dan juga area awan ichimoku itu sendiri.