Makna Bounce Dan Breakout Dalam Forex

284096

Tidak selamanya harga di pasar forex bergerak ke satu arah saja. Ada kalanya harga menampilkan gejala Bounce atau Breakout, sebelum tren berubah haluan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Sepintas, analisa teknikal forex amat rumit. Padahal jika sudah memahami kuncinya, siapa saja dapat melakukannya. Salah satu kunci tersebut termasuk mampu mengenali Breakout dan Bounce. Apa itu Bounce dan Breakout? Seperti apa contoh Breakout dan Bounce dalam forex?

Kedua istilah itu akan sering muncul untuk menandakan potensi pergerakan berikutnya, jika pergerakan harga mendekati level-level tertentu. Indikator teknikal apapun yang digunakan trader, metode trading seperti apapun yang dimanfaatkan, pasti akan membidik posisi pergerakan harga akan Breakout atau Bounce; karena, Bounce dan Breakout dalam forex menandai munculnya peluang trading dengan potensi terbaik.

 

ilustrasi breakout dan bounce dalam forex

 

 

Kaitan Breakout Dan Bounce Dengan Tren

Sebelum membahas mengenai pengertian Bounce dan Breakout dalam forex, pertama-tama kita perlu mengetahui bahwa pergerakan harga di pasar tidaklah lurus ke satu arah (naik saja atau turun saja) selamanya. Ada kalanya, pergerakan harga akan menghadapi semacam "tembok" yang kemungkinan dapat menghalangi laju tren. Namun, beberapa trader justru malah menunggu harga sampai mendekati "tembok" tersebut sebagai aba-aba untuk mengeksekusi Market Order.

Secara teknis, "tembok" tersebut disebut sebagai Support atau Resistance. Support merupakan level terendah pada grafik harga dengan kecerendungan untuk menarik minat Buyer, karena harga dianggap terlalu murah. Sedangkan Resistance adalah level tertinggi pada grafik harga yang cenderung menarik minat Seller, karena harga dianggap terlalu mahal. Kedua istilah tersebut wajib hukumnya untuk dipahami oleh trader sebelum memahami apa itu Bounce dan Breakout dalam Forex.

 

Support Dan Resistance

(Baca juga: Apa Itu Support dan Resistance?)

 

 

Pengertian Breakout Dalam Forex

Breakout dalam Forex adalah momen ketika harga bergerak menembus batas Resistance atau Support yang telah tercipta sebelumnya. Seringkali, Breakout mengindikasikan kekuatan tren yang sangat besar dalam mempertahankan lajunya, atau membentuk tren baru.

 

Gambar 1. Contoh Breakout Ketika Harga Menembus Support Sebelumnya

contoh breakout dalam forex

 

Grafik EUR/USD di atas memperlihatkan bagaimana harga menampilkan breakout selama tren menurun. Bila diperhatikan, harga sempat terkoreksi naik (rebound) sementara, tapi akhirnya turun kembali karena pasar masih dikuasai oleh pihak penjual (seller).

Perlu diperhatikan, karakteristik utama Breakout adalah penutupan harga menembus batas Support atau Resistance. Diperinci, harga harus ditutup lebih tinggi dari batas Resistance atau lebih rendah dari batas Support. Jika harga tidak mampu ditutup pada ketentuan tersebut, berarti Breakout belum atau gagal terjadi.

 

Gambar 2. Contoh Breakout Dan Kegagalan Breakout

ragam breakout dalam forex

 

Grafik EUR/USD di atas mencontohkan tiga ragam Breakout dalam Forex yang mungkin terjadi. Pertama, Failed Break menunjukkan usaha harga untuk menembus tembok, tapi gagal ditutup sesuai ketentuan. Berikutnya, meski harga sudah tertutup sesuai aturan Breakout, tapi ternyata harga malah berbalik arah (Fakey Break). Terakhir, Breakout terjadi sesuai ekspektasi untuk melanjutkan tren.

 

 

Pengertian Bounce dalam Forex

Bounce dalam Forex adalah momen ketika harga memantul setelah mendekati batas Support atau Resistance. Berlawanan dengan Breakout, Bounce mengindikasikan lemahnya keberlangsungan tren harga terkini.

 

Gambar 3. Contoh Bounce Berulang-ulang Dari Support Dan Resistance

contoh dasar bounce dalam forex

 

Grafik EUR/USD di atas menampilkan pergerakan harga yang "terkurung" di dalam batas atas Resistance dan batas bawah Support selama kondisi pasar Sideways. Dicermati, sumbu atas candlestick menunjukkan perlawanan Seller saat harga mendekati batas Resistance, sedangkan Buyer menampilkan dominasi saat candle menampilkan sumbu bawah di dekat batas Support.

Bounce dalam Forex sering terjadi ketika harga masih dalam kondisi Sideways, tetapi kondisi pergerakan mendatar tersebut tidak berlangsung selamanya. Apabila kelak terjadi Breakout yang menembus zona Support, maka berikutnya harga kemungkinan akan mengalami tren turun (Downtrend). Sedangkan jika Breakout menembus zona Resistance, maka berikutnya harga kemungkinan akan mengalami tren naik (Uptrend).

 

 

Cara Mendeteksi Bounce Dan Breakout Dalam Forex

Keuntungan besar dapat diperoleh jika trader mampu memprediksi kapan Bounce atau Breakout akan terjadi. Kemampuan tersebut tidak didasarkan atas spekulasi belaka, melainkan melalui langkah-langkah sistematis untuk memetakan arah pergerakan harga. Langkah-langkahnya:

  1. Mengidentifikasi letak Support dan Resistance.
  2. Menentukan titik-titik di mana harga akan memantul (Bounce) atau menembus (Breakout) dari Support dan Resistance yang telah diketahui.

Dari contoh-contoh dasar di atas, Support dan Resistance ditentukan melalui garis horizontal (mendatar) yang sejajar dengan nilai terendah (low) atau nilai tertinggi (high) pada grafik harga. Namun, pada prakteknya, SR (Support dan Resistance) juga dapat diidentifikasi melalui metode alternatif lain. Dua cara yang populer dilakukan adalah dengan memanfaatkan indikator teknikal dan dengan memantau pola-pola pergerakan harga itu sendiri.

 

  • Identifikasi Dengan Bantuan Indikator Teknikal

Indikator teknikal dapat menjadi pilihan andalan bagi trader pemula karena relatif mudah digunakan. Pengukurannya relatif objektif, serta dapat langsung digunakan dengan pengaturan standar (default setting). Salah satu indikator teknikal tersebut yaitu Bollinger Bands (BB) yang dapat ditemukan dengan mudah pada platform trading Anda.

 

Gambar 4. Contoh Breakout Dan Bounce Pada Grafik Dengan Bollinger Bands

metode identifikasi dengan indikator

 

Pada gambar grafik EUR/USD di atas, indikator Bollinger Bands (BB) menjadi alternatif untuk menentukan di mana letak SR. Dibandingkan dengan garis mendatar sebelumnya, garis BB tampak melengkung dan tak rata. Karena itu, garis BB dapat juga disebut sebagai garis SR dinamis.

Lingkaran oranye menyorot terjadinya Bounce dalam Forex selama harga bergerak dalam kondisi Sideways. Sedangkan, lingkaran merah menampilkan Breakout sebagai akhir dari kondisi harga mendatar dan awal dari trend baru.

 

  • Identifikasi Melalui Posisi Dan Formasi Harga

Bagi trader berpengalaman, mereka dapat mengetahui letak Support dan Resistance berdasarkan informasi-informasi yang ditampilkan oleh grafik Candlestick (Price Action). Metode ini menawarkan fleksibilitas tinggi dengan mengorbankan objektivitas. Artinya, melalui cara ini, letak SR bisa saja berbeda-beda antar trader meski pasangan mata uang dan timeframe grafik yang dilihat sama.

 

Gambar 5. Contoh Breakout Dan Bounce Pada Grafik Dengan Pola Triangle

indetifikasi dengan candlestick

 

Pola harga segitiga menurun (Descending Triangle) terbentuk pada grafik EUR/USD (Daily) di atas. Perhatikan bagaimana Bounce dalam Forex terjadi secara merata pada level Support, tapi secara perlahan menurun pada Resistance-nya. Formasi tersebut mengindikasikan melemahnya kekuatan buyer, sehingga ketika harga mengalami Breakout, seller langsung beraksi dan membuat harga terjun bebas.

Selain pola Triangle, masih banyak lagi pola-pola harga lainnya yang dapat dijadikan acuan trading forex. Namun, untuk mengenalinya, Anda perlu lebih dahulu mempelajari seluk beluk grafik Candlestick dan pola-pola harga (Chart Patterns).

 

 

Trading Dengan Breakout Dan Bounce

Mengetahui dasar-dasar Bounce atau Breakout dalam Forex saja masih belum cukup untuk praktek trading forex, karena kita masih perlu mengetahui bagaimana cara mengatur pembukaan (open position/entry) dan penutupan posisi (close position/exit) ketika Bounce atau Breakout terjadi. Setiap trader sebenarnya bisa membuat aturan sendiri, tetapi apabila Anda masih baru di dunia trading, maka berikut ini panduan umum untuk membantu trader pemula menyusun entry dan exit:

 

  • Tentukan Kriteria Entry

Pada suatu sistem trading, trader menyusun referensi atau peraturan kondisi-kondisi pembukaan posisi. Jika semua kondisi tersebut terpenuhi, barulah posisi dibuka, tapi kalau ada yang melenceng maka posisi batal dibuka. Peraturan ini dapat berbeda-beda antar trader bergantung dari pengalaman dan preferensi sistem trading, tetapi patokan umumnya: cermatilah di mana penutupan candle terakhir berada.

Apabila candle berhasil ditutup di atas Resistance atau di bawah Support, berarti akan terjadi Breakout. Contoh tindak lanjutnya dapat dilihat pada gambar 6 yang didasarkan contoh Breakout pada grafik dengan indikator BB di atas.

 

Gambar 6. Entry Saat Breakout Dari Resisten

penentuan entry posisi saat breakout atau bounce dalam forex

 

Harga tampak mengalami Breakout karena candle berhasil tertutup di atas garis Resistance dan garis atas Bollinger Bands. Artinya, harga diperkirakan mengalami tren mendaki. Anda dapat memilih untuk langsung membuka posisi Buy, dengan ekspektasi harga akan langsung naik lebih tinggi dari harga sekarang. Alternatif lainnya, Anda dapat pula memasang Pending Order (Limit Entry Order atau Stop Entry Order) apabila ingin entry pada harga berbeda dengan harga sekarang.

 

  • Tentukan Kapan Posisi Trading Akan Ditutup (Exit)

Posisi trading tidak boleh dibiarkan terbuka (floating) tanpa batasan jelas di level berapa posisi akan ditutup. Ketahuilah, pergerakan harga pada pasar Forex cepat mengalami naik turun. Jadi, semakin lama posisi dibiarkan berjalan, maka semakin besar risiko karena laju tren dapat berbalik arah tanpa peringatan.

Umumnya, trader menggunakan rasio Risk/Reward untuk menentukan target profit dan batas kerugian maksimal. Pada gambar sebelumnya, posisi dibuka dengan rasio Risk/Reward 1:2, atau dengan kata lain, target profit dua kali lebih besar dari batasan kerugian. Apabila Stop Loss diletakkan 90 pip di bawah Entry (mendekati titik Low terdekat), maka target profitnya adalah 180 pip.

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.


Edi Pribadi
Coba pake akun demo. Pernah pasang lot 1.00, yakin kalau chart bakal breakout, gak taunya malah bounce... ludes deh duit gw
Seputarforex
Karena itu sangat disarankan untuk melakukan money management yang baik sebelum trading. Lot 1.00 terbilang sangat besar. Disarankan untuk memasang Lot 0.01. Kalau lebih dari itu, sebaiknya trader melakukan pemantauan secara ketat. Jika anda memakai chart sebagai acuan trading, anda bisa membaca artikel kami 10 Kaidah Menggunakan Chart Dalam Trading Forex Berikut Ini.
Aridha Gunawan
Mas, bagaimana kita bisa tau momen melakukan entry, supaya pas saya entry buy/sell, nanti bisa kena breakout. Kan lumayan pips nya bisa dapat ratusan.
Seputarforex
Entry yang tepat akan memberikan potensi risk/reward yang lebih baik termasuk penempatan stop loss yang memadai. Entry sangat penting dan menentukan hasil akhir dalam trading forex. Metode entry yang terukur dan effisien akan menentukan keberhasilan trading dalam jangka panjang. Supaya Anda bisa melakukan entry dengan tepat, Anda bisa membaca selengkapnya di artikel berikut ini.