Kekuatan Support-Resistance Level

Pengetahuan dan pemahaman mengenai support-resistance level adalah pemahaman mendasar yang harus diketahui dan dikuasai oleh seorang trader.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pengetahuan dan pemahaman mengenai support-resistance level menurut saya adalah pemahaman mendasar yang harus diketahui dan dikuasai oleh seorang trader. Mengapa? Yah, karena dengan memahami level-level support-resistance ini kita bisa menyusun dan merencanakan apa yang harus dilakukan dalam menanggapi pergerakan market. Secara umum, apabila harga sebuah pair menyentuh level support-resistance ini, ada 3 kemungkinan yang bisa terjadi :

  • Kemungkinan pertama, harga akan berbalik arah (rebound) atau biasa kita sebut harga mental di level tersebut.
  • Kemungkinan kedua, harga akan bergerak menembus level support/resitance tersebut (breakout) yang biasanya ditandai dengan pergerakan yang  ekstrem.
  • Kemungkinan ketiga, gerakan akan mentok dan hanya modar-mandir untuk beberapa saat di area tersebut.

Level support-resistance ini bisa terbentuk karena berbagai macam sebab. Bisa jadi terbentuk karena aspek psikologis dari para pelaku di market. Misalnya, saat mayoritas buyer merasa bahwa harga sudah cukup tinggi sehingga mereka memutuskan untuk menutup posisi buy mereka, maka terjadilah resistance level. Sebaliknya saat mayoritas seller merasa harga sudah cukup rendah sehingga memutuskan untuk menutup posisi mereka, maka terjadilah support level. Apakah kita harus selau mengetahui "mengapa" hal tersebut terjadi? Mm… kalo saya sih sebenernya cenderung tidak peduli dengan mengapa hal tersebut terjadi sih. Maksud saya, toh sebenernya kita gak harus tahu kenapa market bertindak seperti demikian. Yang perlu kita tahu adalah bagaimana mengantisipasi pergerakan yang terjadi dan mengambil keuntungan dari pergerakan tersebut.

Nah, bicara tentang level support-resistance ini, ada banyak pendapat untuk mengetahui di mana level-level support-resistance tersebut bisa terjadi. Beberapa teman trader menggunakan perhitungan pivot point untuk menentukan level support-resistance ini. Sedangkan temen trader yang lain memilih menggunakan Fibonacci retracement. Bicara masalah penarikan Fibonacci retracement pun bisa terdapat banyak perbedaan antara satu trader dengan trader yang lain. Ada yang menentukan berdasarkan titik terendah dan tertinggi pada candlestick, ada pula yang menggunakan nilai closed pada candlestick. Yah… sebenernya sih semua tergantung preferensi alias pilihan dari masing-masing trader sih. Tidak usahlah kita meributkan masalah penarikan tersebut, mana yang bener dan mana yang salah. Ribet sendiri ntar jadinya. Toh sebenernya level support-resistance ini pada prinsipnya bukanlah satu "titik" nilai tertentu, tapi lebih kepada satu "area" tertentu.

Satu hal yang ingin saya perlihatkan di sini, support-resistance level yang baik itu kalau nilai tersebut sudah "teruji" setidaknya 2 kali. Jadi, harga bukannya baru sekali mental dari nilai tersebut, tetapi setidaknya 2 kali mental di nilai tersebut. Mari kita perhatikan gambar berikut:
Semakin sering level tersebut tersentuh dan teruji, semakin kuatlah level tersebut sebagai support-resistance level. Contoh misalnya dari gambar di atas, resistance level di garis biru terlihat cukup kuat karena sudah teruji dengan 3 kali tersentuh dan harga kemudian mental di area tersebut. Hmm… jadi kalo misalnya saya punya posisi buy, saya akan menutup posisi kalau harga sudah nyampe di area tersebut.

Yah… sambil pantau-pantau lah, siapa tau harga break high di resistant level yang kuat itu. Nah, kalau harga break high, kecenderungan sih akan terjadi gerakan naik yang ekstrem. Begitu juga pada level-level support di garis hijau, kita semestinya menaruh perhatian di area tersebut. Apakah harga akan mental, apakah akan menembus level tersebut. Yah, kalau mau aman sih, close dulu posisi sell anda di area tersebut. Setelah itu wait and see lah. Kalau kata mentor saya sih, kesabaran adalah kunci utama dalam bertrading. Sepakat yah!

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.


Firdausi.putra
bener saya sependapat dengan alasan terbentukx support dan resistance yang agak kurang penting dibahas.. secara teknikal itu sebenerx bisa dikesampingkan, tapi karna masih tetep aja banyak yang bahas malah suka bikin pusing sendiri mahamix, padahal nanti yang paling penting kan cara menentukan support dan resistance sama analisax.
Rudi Priyanto
Sebaliknya, kalau menurut saya itu bisa jadi pelajaran penting kalau ingin benar-benar paham tentang perilaku harga di pasar. Mengetahui hal seperti ini bermanfaat, supaya kita tidak terus tergantung dengan sinyal indikator yang selalu ada kemungkinan tidak tepat. Saat belajar mengenai alasan kenapa bisa ada support dan resistance, dengan sendirinya kita akan lebih paham, kenapa ada banyak indikator yang bisa diaplikasikan, bagaimana memahami indikator-indikator itu, dan apa yang harus dilakukan untuk entri ataupun exit.
Pupu
kayak ngukur kekuatan garis tren dong tunggu diuji sampe min 2x dulu baru valid...
Jilid Dua
Yup. Garis trend selain utk analisa trend kan juga bisa fungsi sebagai support resisten. Terutama kalau ada potensi breakout.
B . Pramono
Paling asik ntar nunggu garis2 support sm resisten yang udah teruji seperti itu buat ditembus, jadi kalau sudah begitu biasanya akan ada trending yang sangat kuat, dan posisi order bisa raih untung banyak kalau ditambah sama pake trailing stop juga .
Haidir Sujono
setuju gan. ini cocoknya dipasin sama rilis news penting. biasanya breakout makin tajem dibarengin rilis berita fundamental penting. kayak di strategi khusus sesi london, soalnya dari ilmu fundamental, pergerakan harga pasti ada penyebabnya. supaya lbh yakin breakoutnya bakal kuat lebih sip klo dibarengin berita penting.. bukan gitu kang??
Davian Wdd
@bpramono, brarti mesti tunggu ada sideways dulu dong biar level2 sr itu bisa teruji dgn baik kayak gitu. nah pas waktu seperti itu apa blom bisa dibuat utk entri posisi?
Mimini
Buat strategi breakout yg ditunggu ya breakoutnya bang. Entry trade baru sewaktu harga break support ato resistance, lebih bagus lagi klau breaknya sudah terkonfirmasi baru entry trade.
B . Pramono
@ Davian : Memang sebenernya garis2 support sm resisten itu kan paling bisa buat manfaatin sideways, bisa2 aja sih buka posisi order waktu masih sidewasy gitu , kan malah lebih pasti ntar posisi closenya, lumayan buat netapin sl yang pas . Tapi kalau lebih suka ambil untung dari tren, ya nunggu ada break dulu baru bisa buka posisi order .
Wiyati
Kemungkinan ke3 tuh bukanya sama ya dgn kemungkinan ke1? Kalo harga cuma mondar-mandir di area sr berarti kan artinya harga mental/enggak sanggup menembus sr?

Spy lebih jelas sih bagusan dibikin 2 kemungkinan aja, tp kl untuk mnggambarkan kondisi sr yg kurang valid, mungkin bs dibilang harga tdk sampai menyentuh sr dan hnya bergerak di dlm area sr, bukannya mentok.

Karena kalo mentok indikasinya harga sdh menyentuh sr tapi mental lagi, sprti kemungkinan ke1.
Maaf klo komentar sy kebanyakan....
Deri Hartanto
so untuk support resistance dinamis itu berarti levelnya tdk kuat ya karena tdk teruji beberapa kali? sy pikir kalo syarat support resistance yg kuat itu musti teruji mungkin sampe 3 kali, berarti dlm posisi trending tdk ada level support yg bener2 kuat dong krn harga kan bakal terus bergerak naik atau turun meninggalkan support atau resistance yg sebelumnya
Sari
Kalau nunggu di uji sampai tiga kali, kapan open posisinya bang? Ntar keburu ganti trend lho.