Apa Itu Support Resistance?

Support dan Resistance sering dipakai sebagai acuan analisa trading forex. Namun, apa itu Support - Resistance? Bagaimana cara menentukannya?

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Dalam trading forex, harga yang terbentuk sebenarnya menuruti mekanisme kekuatan jual-beli (buy-sell) yang ada di pasar. Oleh karena itu, ada level-level tertentu yang secara tidak langsung disepakati oleh para trader sebagai titik pembalikan harga, yaitu ketika kekuatan jual melemah (sementara kekuatan beli menguat) atau ketika kekuatan beli melemah (sedangkan kekuatan jual menguat). Titik-titik pembalikan harga tersebut disebut Support dan Resistance dalam forex. Berikut ulasan selengkapnya.

 

Pengertian Support - Resistance Dalam Forex

Ketika para trader sudah menganggap level harga saat ini sudah terlalu tinggi, maka mereka akan cenderung mengakhiri aksi buy dengan melakukan profit-taking. Tindakan inilah yang menyebabkan harga turun setelah mencapai level tinggi tertentu, yang kemudian disebut sebagai Resistance dalam forex.

Sebaliknya, ada level harga yang oleh para trader dianggap sudah cukup rendah, sehingga mereka yang sell akan melakukan take profit. Sebagai akibatnya, harga akan terkoreksi naik. Inilah yang menjadi cikal bakal Support

Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan contoh Support - Resistance pada grafik USD/JPY berikut ini:

Contoh Support Dan Resistance Dalam Forex

Anda boleh jadi pernah mendengar kutipan "beli saat harga rendah, jual saat harga tinggi" (buy low, sell high). Namun, trader forex pemula sering bingung mengenai dimana harga rendah dan harga tinggi itu berada. Nah, Support - Resistance dalam forex merupakan jawabannya.

 

contoh Support dan Resistance

Resistance adalah area yang tercipta ketika harga berhenti naik, kemudian berbalik turun. Resistance berperan sebagai "batas atas" yang menghalangi kenaikan harga lebih lanjut untuk sementara waktu. Sedangkan Support adalah area yang tercipta ketika harga berhenti menurun, kemudian berbalik naik. Support menjadi "batas bawah" yang mencegah harga menurun lebih lanjut untuk sementara waktu.

Apabila kita bisa mengetahui titik-titik Support - Resistance ini, maka kita bisa tahu, kapan sebaiknya melakukan buy, kapan sebaiknya sell, dan kapan sebaiknya take profit. Namun, cara mengidentifikasi Support - Resistance tidaklah sesederhana melihat harga tertinggi dan terendah saja.

 

Cara Menentukan Support - Resistance

Ada berbagai macam cara menentukan Support - Resistance dalam forex. Cara yang paling umum dilakukan adalah dengan melihat level tertinggi dan terendah pada grafik harga, sebagaimana nampak pada contoh di atas. Namun, trader forex juga sering memanfaatkan bantuan indikator teknikal atau metode pemetaan pergerakan harga tertentu. Berikut beberapa contohnya:

 

1. Menentukan Support - Resistance Menggunakan Bollinger Bands (BB)

Indikator teknikal Bollinger Bands dapat ditemukan pada semua platform trading yang disediakan broker forex. Caranya, pada platform trading, bukalah grafik harga pasangan mata uang yang ingin diperdagangkan, kemudian insert indikator Bollinger Bands. Nantinya dua garis Bollinger Bands akan muncul pada grafik seperti dua pita yang mengapit pergerakan harga.

Contoh Support Dan Resistance Pada Bollinger Bands

Perhatikan bagaimana harga cenderung berbalik turun setelah mencapai batas atas BB (Resistance), kemudian berbalik naik setelah mencapai batas bawah BB (Support). Batas bawah dan batas atas nampak fluktuatif, sehingga disebut juga Support - Resistance dinamis.

 

2. Menentukan Support - Resistance Dengan Pivot Points 

Pivot Points adalah titik-titik Support - Resistance yang dikalkulasikan berdasar harga tertinggi (High), harga terendah (Low), dan harga penutupan pasar (Close) di periode sebelumnya. Rumus perhitungan Pivot Point:

Pivot Point (PP) = (High + Low + Close)/3

Level Support - Resistance kemudian ditentukan sebagai berikut: 

  • First support (S1) = (2*PP) – High
  • Second support (S2) = PP – (High – Low)
  • First resistance (R1) = (2*PP) – Low
  • Second resistance (R2) = PP + (High - Low)

Anda dapat menghitung Pivot Point secara manual. Namun, sebenarnya tak harus memakai rumus dan menghitung sendiri. Kalau anda paham rumus Pivot sih akan lebih baik, tapi biasanya di trading platform telah tersedia indikator untuk menentukan pivot secara otomatis. Atau, Anda bisa memperoleh nilai-nilai Support - Resistance dengan hanya memasukkan nilai High-Low hari sebelumnya (untuk Pivot Daily) pada Kalkulator Pivot yang telah disediakan Seputarforex.com.

Gambaran Pivot pada grafik harga adalah sebagai berikut:

Support Dan Resistance Dengan Pivot Point

Amati garis-garis dengan penanda huruf R2, R1, P, S1, dan S2 pada sisi kiri grafik. Itulah Support - Resistance yang ditentukan dengan perhitungan Pivot Points. Setelah berbalik pada titik Pivot (P), harga bergerak menuju S1. Apabila nantinya harga menurun lagi, maka kemungkinan akan mencapai S2. Sedangkan jika ternyata harga berbalik naik, maka bisa kembali ke titik Pivot lagi. Saat bertrading, R2, R1, P, S1, dan S2 dapat dijadikan acuan awal pembukaan posisi trading (open position/entry), target profit, maupun batas kerugian maksimal (Stop Loss); karena pada titik-titik itulah pembalikan harga paling mungkin terjadi. 

 

Masih banyak cara lain untuk menentukan Support - Resistance. Simak ulasannya pada artikel 3 Cara Sederhana Untuk Menentukan Support dan Resistance.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


Dinar
Sangat membantu gan krn ane newbie matur thankyu
Icang
analisa dr msg2 pnntu suport & resistance tu slnjutx sprti apa?
Wawan Sukmawan
@icang: analisanya ya sama aja kayak penjelasan dasar trading dengan support dan resistance, fokus ke bounce atau break di level2 itu. kan masih sama2 membentuk level support dan resistance, yang beda cuma cara nyarinya aja.
Icang
yg plng bs diandalkn yg mn tu antara fibonaci ma pivot point?
Wardi
Dari pelajaran2 sr lebih banyak yg mengambil manfaat fibonacci, tapi demikianpun juga ada yg sudah setia dg pivot point. Dua-duanya sama bisa dipakai, ada kekurangan dan kelebihan masing2. Kalau menurut gw mending dites dulu mana yg lebih sesuai krn setiap trader kecocokannya bisa beda.
Hari Santoso
Antara penggunaan fibonacci atau pivot point sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pivot point bersifat lebih objektif karena pengambilannya berdasarkan hasil hitungan, tapi akurasinya kurang baik saat terjadi gejolak harga. Sebaliknya fibonacci memang lebih subjektif, karena penarikannya berdasarkan pengamatan pribadi dari trader, tapi akurasinya lebih bisa diandalkan.

Yang paling penting dalam setiap menggunakan indikator teknikal trader harus selalu mengingat bahwa analisa yang dihasilkan itu hanya sebagai perkiraan saja, dan tidak dapat benar-benar memberikan gambaran yang 100% nyata tentang pergerakan harga selanjutnya.
Iimron Adr
To Hari: Setuju bgt..
Penting juga nempatin indi2 itu brdasar fungsinya, kalau gw pake s&r ini waktu lagi ranging aja, kalo trending tetep ngukurnya pake ma sm oscilator.
Marta Andita
sr juga bisa dipake buat trending. klo kita nyari posisi entri paling sip kita bs nyari support/resisten sementara to waktu ada retracement harga?

ane setuju ma bisa dipake trend trading, tapi bukanya oscilator kurang cocok tuh bos dipake analisa tren? setau ane oscilator fungsinya buat nyari jenuh jual beli, salah 1 kelemahanya dia klo trending harga menguat, maka bisa kurang efektif itu analisa di level jenuhnya. jadi lebih banyak yg nyaranin pake oscillator bukan di pasar trending.