Advertisement

iklan

Profil Penulis : Nadia Sabila

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.

iklan

iklan

Pasar finansial kerap mendapatkan pengaruh dari pernyataan para Gubernur Bank Sentral. GKInvest akan menjelaskan detail hubungannya dengan pergerakan harga di market.
Kuis MIFX edisi Piala Dunia Qatar akan memberikan hadiah jersey untuk trader yang berhasil menemukan simbol-simbol EUR/JPY dalam gambar.
Sebelum data Inflasi AS dan pengumuman suku bunga The Fed resmi dirilis, kenaikan harga emas diperkirakan hanya akan terbatas.
Non Farm Payroll (NFP) AS bertambah 263K pada bulan November, lebih tinggi daripada ekspektasi. Harga emas pun terkoreksi menanggapi rilis data tersebut.
Isyarat perlambatan kenaikan suku bunga yang diucapkan oleh Ketua The Fed Jerome Powell direspon bullish oleh emas.
Harga emas kembali naik ke atas kisaran 1750. Namun, penguatan cenderung terbatas meski para pelaku pasar telah menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed 75 bps.
Ketua The Fed Jerome Powell dijadwalkan akan berpidato pada pekan ini. Harga emas turun seiring dengan kenaikan Dolar AS.
Valbury resmi menjadi salah satu broker Indonesia yang menyediakan TradingView, platform charting populer berskala global.
Demi membuat pengguna lebih nyaman, aplikasi andalan broker HSB kini telah di-upgrade untuk menawarkan eksekusi trading yang lebih cepat.
Harga emas turun lagi ke level 1750. Pasalnya, para pejabat The Fed masih bersikap hawkish seiring dengan koreksi teknikal emas setelah reli besar.
Reli harga emas tak berlanjut ke atas 1780 karena Dolar AS telah kembali menguat. Kisruh geopolitik yang mereda juga memudarkan daya tarik emas.
Salah satu sesi webinar Daily Events GKInvest kali ini akan mengupas strategi pendeteksi harga. Selain itu, trader bisa mendapatkan Daily Review dan Live Trading.
Inflasi AS yang dilaporkan menurun pekan lalu masih mendukung ekspektasi perlambatan laju kenaikan suku bunga The Fed. Harga emas pun bertahan di level tinggi.
Inflasi Konsumen AS turun lebih rendah dari ekspektasi. Harga emas pun menguat karena hal ini memicu spekulasi pengurangan laju Fed rate hike.
Technical buying di pasar melemahkan Dolar AS dan memicu lonjakan pada harga emas. Namun, para analis tetap mengawasi rilis data inflasi AS pekan ini.
Setelah mendulang kenaikan pesat pasca melemahnya data pengangguran AS minggu lalu, kini harga emas mengerem reli dan menunggu rilis inflasi AS.
Broker Valbury mengajak para trader untuk belajar menyusun strategi trading dasar agar bisa menghadapi rilis data Non Farm Payroll AS.
Menanti pengumuman The Fed pekan ini, harga emas turun dan menghadapi penurunan proyeksi akhir tahun dari Commerzbank.
Broker GKInvest mengadakan Daily Events berupa sesi webinar Live yang dibagi menjadi tiga bagian. Salah satunya akan mengupas rahasia profit dari teknik trading gerilya.
MIFX menggelar promosi trading akun demo via Instagram. Pemenang yang berhasil profit akan mendapatkan 200 ribu rupiah berupa saldo OVO.
Data-data ekonomi AS terbaru menekan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed sehingga menjadi celah bagi harga emas untuk menguat.
Emas kembali ditekan oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang menguatkan Dolar. Analis pun menargetkan level 1600 sebagai target penurunan.
Bullish Engulfing merupakan salah satu sinyal Buy yang cukup akurat. Melalui webinar, Finex akan membahas cara analisa trading dengan pola candle ini.
Harga emas jatuh karena penguatan Dolar yang terdukung oleh tingginya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Inflasi AS masih menanjak meski The Fed sudah melakukan rate hike besar-besaran. Harga emas kembali tertekan karena suku bunga The Fed bakal dinaikkan lagi.