Advertisement

iklan

Profil Penulis : nadia sabila

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.

iklan

iklan

Kenaikan inflasi AS yang diaggap tak lagi bersifat sementara, membuat para investor mencari aset lindung nilai seperti emas. Harga emas pun melanjutkan penguatan malam ini.
Kenaikan inflasi AS malam ini tidak berdampak positif bagi pergerakan Dolar. Hal ini karena rilis CPI yang sudah diperkirakan pasar dan faktor teknikal.
Ekspektasi tapering The Fed bulan depan, kenaikan yield obligasi AS, dan kenaikan harga komoditas membuat para investor berpihak pada Dolar AS.
Harga emas stabil usai melonjak sesaat merespon kemerosotan NFP AS. Fokus pasar kini kembali ke proyeksi tapering The Fed bulan depan.
NFP AS bulan September hanya 194,000, terendah dalam sembilan bulan terakhir. Namun, Dolar AS hanya tergelincir karena data ketenagakerjaan lain tak menggoyahkan ekspektasi tapering The Fed.
Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2014. NZD/USD malah turun karena isu pasar lainnya dinilai lebih berdampak.
Kenaikan harga minyak dan komoditas pekan lalu dikhawatirkan akan melonjakkan inflasi. Dalam kondisi tersebut, investor mengincar Dolar AS sebagai safe haven.
Emas gagal melanjutkan reli setelah Dolar AS menghentikan penurunan. Dalam jangka panjang, harga emas masih diperkirakan menguat.
Dolar AS bearish menjelang rilis data NFP AS pekan ini. Para investor menantikan data tersebut untuk mendapatkan petunjuk mengenai kebijakan tapering The Fed.
Dolar AS melemah akibat penurunan yield obligasi dan aksi profit taking investor. Namun, para analis memperkirakan Dolar akan segera menguat kembali.
Kenaikan Dolar AS tertahan setelah Klaim Pengangguran AS dilaporkan naik untuk pekan ketiga. Namun, Dolar masih terdukung ekspektasi tapering The Fed.
Harga emas naik pesat setelah laporan Klaim Pengangguran AS menggagalkan kelanjutan reli Dolar. Namun, kenaikan harga emas diproyeksi terbatas.
Harga emas turun merespon penguatan yield obligasi AS yang positif bagi Dolar. Pasalnya, pasar mengekspektasikan kenaikan suku bunga AS yang lebih cepat pasca tapering.
Pound menjadi mata uang mayor berkinerja terburuk hari ini gegara kenaikan yield obligasi dan Dolar AS. Risiko ekonomi akibat kelangkaan gas dan energi di Inggris juga memperburuk keadaan.
Emas merangkak naik ditopang kekhawatiran akan isu utang Evergrande. Namun, penguatan Dolar AS jelang testimoni Jerome Powell membatasi penguatas emas.
Poundsterling melonjak hampir 1% setelah Bank of England (BoE) mengisyaratkan dukungan untuk kenaikan suku bunga sehubungan dengan tingginya inflasi.
Justin Trudeau kembali terpilih menjadi PM Kanada. Meski tergelincir pasca pengumuman hasil pemilu tersebut, USD/CAD diekspektasikan kembali naik pasca FOMC.
Harga emas naik akibat pelemahan Dolar AS dan risk off yang menekan pasar saham. Investor juga tengah menantikan hasil rapat kebijakan moneter FOMC.
Penguatan Dolar AS menekan Euro. Ketika The Fed diekspektasikan segera mengumumkan tapering, ECB justru menyanggah isu kenaikan suku bunga tahun 2023.
Harga emas merosot hingga ke kisaran $1755 setelah kenaikan Retail Sales AS mendongkrak Dolar. Proyeksi harga emas ke depan tak terlihat menjanjikan.
Angka Retail Sales AS yang jauh di atas ekspektasi memperkuat harapan pasar akan tapering The Fed dalam waktu dekat. Dolar AS pun naik.
Inflasi Konsumen (CPI) Inggris melejit ke 3.2% dalam basis tahunan pada bulan Agustus lalu. Hal ini membuka peluang kenaikan suku bunga BoE yang mendukung Poundsterling.
Harga emas turun karena pasar sedang menantikan petunjuk yang lebih jelas mengenai kebijakan moneter The Fed minggu depan.
Inflasi AS yang lebih rendah daripada ekspektasi membuat harga emas naik. Pasalnya, hal ini mengindikasikan jika pengumuman tapering The Fed dapat diundur.
CPI AS hanya tumbuh 0.3 persen pada bulan Agustus sehingga Dolar AS turun tipis. Pasar masih menantikan kebijakan The Fed pekan depan.
Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini