Advertisement

iklan

Era Suku Bunga Rendah Datang, Emas Masih Terpuruk

Pemangkasan suku bunga oleh beberapa bank sentral utama gagal mendongkrak harga emas. Sebaliknya, harga emas kian tertekan karena investor lebih memilih memegang uang tunai daripada safe haven.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa Fundamental

Harga emas terus tertekan meski beberapa bank sentral dunia memutuskan untuk melakukan Rate Cut. Terbaru, The Fed memangkas suku bunganya ke level nol persen sekaligus akan melakukan program Quantitative Easing (QE). Mengikuti langkah The Fed, bank sentral Selandia Baru (RBNZ) juga turut memangkas suku bunganya ke rekor terendah.

Sementara beberapa bank sentral tengah menggalakkan Rate Cut, upaya ini rupanya tak mampu mendorong investor untuk tetap menyimpan emas. Sebaliknya, terpuruknya bursa saham global mendorong investor melakukan aksi jual pada emas dan memilih memegang uang tunai.

 

Analisa Teknikal

Era Suku Bunga Rendah Datang, Harga

MACD masih berada di bawah zero line, yang mengindikasikan bahwa tren harga emas masih berada dalam tren bearish. Kondisi ini diperkirakan masih berlanjut, khususnya setelah histogram MACD kembali bergerak ke bawah Signal Line. Dari sisi S/R, pergerakan harga emas sejauh ini masih berada di bawah area Resistance 1548.25-1563.00, dan diperkirakan masih akan terus tertekan ke bawah level 1504.00.

 

Rekomendasi

  • Entry Sell: 1548.25-1563.00
  • Take Profit: 1504.00
  • Stop Loss: 1592.50
Arsip Analisa By : Rama Anandhita

Rama berstatus sebagai mahasiswa aktif tingkat akhir di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di kota Kembang. Awal mula perkenalan dengan dunia trading dimulai pada tahun 2014, saat masih mahasiswa baru. Instrumen trading yang pertama kali dikenal adalah saham Indonesia. Seiring berjalannya waktu, tertarik mengikuti trading forex juga. Strategi trading yang banyak digunakan diantaranya Harmonic Pattern dan Chart Pattern.