Apa Itu Litecoin Dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

280967

Litecoin kurang dikenali dibanding Bitcoin. Padahal, nilainya meroket lebih tinggi dan cara mendapatkannya pun ada bermacam-macam.

acy

iklan

FirewoodFX

iklan

Pengertian Litecoin

Menurut Wikipedia Indonesia, definisi Litecoin adalah sebuah mata uang kripto yang dibuat pada tahun 2011 menggunakan perangkat lunak terbuka (Open-Source Software) di bawah lisensi MIT/X11. Penambangan bisa dilakukan menggunakan kartu grafis GPU dengan algoritma PoW (Proof-of-Work) berbasis Scrypt. Sedangkan menurut situs resmi Litecoin.org, Litecoin adalah mata uang Internet P2P (Peer-to-Peer) yang memungkinkan pembayaran biaya instan mendekati nol kepada siapapun di dunia ini.

Litecoin bersifat Open-Source (terbuka untuk pengembangan umum), dan merupakan jaringan pembayaran global yang sepenuhnya terdesentralisasi tanpa otoritas pusat. Algoritma Matematika yang rumit mengamankan jaringan dan memberdayakan individu untuk mengendalikan keuangan mereka sendiri. Litecoin memiliki waktu konfirmasi transaksi yang lebih cepat dan efisiensi penyimpanan yang lebih baik daripada mata uang kriptografis terkemuka lainnya. Dengan dukungan industri yang substansial, volume perdagangan dan likuiditas, Litecoin adalah media perdagangan yang telah terbukti saling melengkapi dengan Bitcoin.

Jadi secara sederhana, Litecoin atau dikenal dengan satuan LTC secara keseluruhan hampir sama dengan Bitcoin (BTC), yaitu mata uang terdesentralisasi berbasis blockchain yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi di seluruh dunia dengan menghilangkan pihak ketiga (perantara), atau biasa disebut dengan Peer-to-Peer (Individu-ke-Individu), sehingga jaminan keamanan transaksi dapat didapatkan secara penuh.

 Apa Itu Litecoin Dan Bagaimana Cara Mendapatkannya

 

Sejarah Penciptaan Litecoin

Litecoin diciptakan dan dirilis oleh Charles Lee, seseorang yang pernah menjadi karyawan Google, pada tanggal 7 Oktober 2011 melalui client Open-Source di GitHub. Litecoin diciptakan melalui Hardfork dari klien Bitcoin-Qt, dengan penurunan waktu penemuan blok, peningkatan total maksimum koin yang diciptakan (Max 84 Juta Koin), GUI yang dimaksimalkan, serta algoritma Hashing (PoW/Proof-of-Work) yang berbeda, yaitu menggunakan Scrypt bukan SHA-256 maupun Equishash seperti pada Bitcoin.

Dalam versi pengembangannya, Litecoin sudah mengalami beberapa update yang signifikan, mulai dari versi 0.8.5.1 yang dirilis pada November 2013, sampai pada versi 0.14.2 yang bisa kita gunakan sampai saat ini.
Tujuan dari pengembangan tersebut juga bermacam-macam, mulai dari pengurangan biaya transaksi yang drastis, kode keamanan yang diperbaiki, konfigurasi yang disempurnakan, serta penambalan bug keamanan Heartbleed.

Litecoin diciptakan sedemikian rupa untuk semua sistem umum yang ada di dunia ini, seperti Microsoft Windows, Mac OS x maupun Linux. Bahkan versi mobile juga diciptakan agar pengguna bisa merasa nyaman bertransaksi dimana saja dan kapan saja.

 

Open-Source Pada Litecoin

Dikutip dari Litecoin.org, Litecoin adalah proyek perangkat lunak Open-Source yang dirilis dibawah lisensi MIT/X11 yang memberikan akses pengembang untuk menjalankan, memodifikasi, dan menyalin perangkat lunak dan mendistribusikannya sesuai dengan kebutuhan. Perangkat lunak Litecoin dilepaskan dalam proses transparan yang memungkinkan verifikasi binary secara independen.

Jadi secara jelas dikatakan bahwa Litecoin merupakan platform terbuka yang bisa dikembangkan oleh siapapun untuk tujuan mereka sendiri. Misalnya saja untuk menciptakan aplikasi transaksi perbelanjaan berbasis blockchain, dengan Litecoin sebagai media transaksinya.

 

Bagaimana Cara Mendapatkan Litecoin

Dalam dunia Cryptocurrency (Mata Uang Kripto) secara umum, dan Litecoin khususnya, ada tiga cara mendapatkannya, yaitu:

 

  • Mining (Menambang).

Ada dua cara dalam penambangannya yaitu Cloud Mining dan Mining Rig Pribadi, namun pada intinya yang harus dilakukan untuk mendapatkan kepingan Litecoin adalah Menyelesaikan algoritma (permasalahan verifikasi block) dengan rumus PoW (Proof-of-Work) bernama Scrypt. Algoritma Scrypt tersebut bisa diselesaikan menggunakan GBP/VGA/Kartu Grafis yang biasa kita temui. Jadi intinya penambangan Litecoin disini adalah imbal balik dari Litecoin kepada perangkat yang dibutuhkan Litcoin untuk beroperasi 24 jam non-stop dalam memverifikasi setiap transaksi pada setiap blok tertentu, maupun dalam penciptaan blok baru.

Para penambang akan di berikan reward sekitar 25 keping LTC untuk setiap blok baru yang ditemukan. Litecoin dijadwalkan hanya akan memproduksi sekitar 84 Juta keping koin saja. Jumlah tersebut adalah empat kali lipat dari jumlah maksimal koin Bitcoin.

 

  • Membeli Litecoin.

Kita bisa mendapatkan Litecoin dengan membelinya dari exchanger maupun penyedia Litecoin yang tersebar di dunia internet. Untuk kurs saat ini 1 LTC = Rp. 765,327.30.

 

  • Mengumpulkan Litecoin Gratis Lewat Faucet

Litecoin juga bisa didapatkan dengan gratis, yaitu dengan cara pengumpulan Faucet atau kepingan-kepingan kecil Litecoin dari berbagai website penyedia faucet gratis. Namun, waktu yang dibutuhkan, serta kredibilitas penyedia faucet gratis sampai saat ini masih dipertanyakan. Pada umumnya situs-situs penyedia faucet gratis akan berujung pada SCAM. Jadi, ini bukanlah sesuatu yang direkomendasikan.

 

Perbedaan Litecoin Dan Bitcoin

Ada beberapa perbedaan Litecoin dan Bitcoin yang menonjol yaitu :

  • Proses menghasilkan Blok yang lebih cepat. Jika pada Bitcoin, waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan blok adalah 10 menit, berbeda halnya dengan Litecoin yang hanya membutuhkan waktu sekitar 2.5 menit untuk setiap blok yang diciptakan.
  • Waktu Transaksi yang lebih cepat. Karena proses menghasilkan blok diciptakan 4 kali lebih cepat dari Bitcoin, secara otomatis kecepatan verifikasi transaksi juga menjadi 4 kali lebih cepat.
  • Algoritma yang berbeda. Algoritma Proof-of-Work pada Bitcoin adalah SHA256 dan Equishash (pada Bitcoin Gold/BTG), berbeda dengan algoritma yang digunakan Litecoin, yaitu Scrypt, dimana penambangan dengan perangkat GPU lebih dikhususkan. Sebenarnya Scrypt disini merupakan modifikasi dari algoritma SHA256, namun dengan penghitungan yang lebih spesifik.

 Perbedaan Litecoin Dengan Bitcoin

 

Pertumbuhan Litecoin

Litecoin (LTC) saat artikel ini dibuat memiliki Market Cap atau total kapitalisasi pasar sebesar $ 3,004,770,372 ($ 3 miliar), terlihat lebih kecil dibandingkan total kapitalisasi pasar Bitcoin yang sudah mencapai lebih dari $ 100 miliar.

Kapitalisasi Pasar Litecoin

 

Kurs LTC/USD sekarang juga masih pada kisaran $ 55 per LTC (sekitar Rp742 ribu per LTC), berbeda dengan Bitcoin yang sudah mencapai angka lebih dari $ 7,300 / BTC (Sekitar Rp98 juta per BTC). Namun, dari sekian banyak Cryptocurrency, Litecoin (LTC) merupakan salah satu yang paling populer pada tahun ini karena angka pertumbuhannya (%) yang sangat fantastis.

Mari kita bandingkan pertumbuhan dalam prosentase, terlepas dari nilai tukar pada USD.

Pertumbuhan Nilai Bitcoin

Pertumbuhan Nilai Litecoin

Dari kedua grafik di atas, mari kita bandingkan persetase pertumbuhan Bitcoin dengan Litecoin :

  • Bitcoin

Pada awal tahun 2017, Bitcoin diperdagangkan pada harga sekitar $932.00, kemudian sampai pada bulan November 2017 mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada harga $7,590.00. Bitcoin mengalami pertumbuhan sekitar 810% selama bulan Januari sampai dengan November 2017.

  • Litecoin

Litecoin (LTC) pada awal tahun 2017 diperdagangkan dengan harga sekitar $3,52, kemudian selama tahun 2017 sampai bulan November, harga Litecoin sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada harga $98,28. Dari sini bisa kita hitung persentase pertumbuhan Litecoin sepanjang tahun 2017 adalah sekitar 2,790%, atau setara dengan 27.9 kali lipatnya dari harga perdagangan awal tahun.

Dari perbandingan di atas, bisa kita lihat bahwa pertumbuhan Litecoin (LTC) sebenarnya juga sangat fantastis, namun pada umumnya orang selalu melihat pertumbuhan suatu mata uang dilihat dari nilai tukar kepada mata uang lainnya.


Selain Litecoin dan Bitcoin, salah satu mata uang dengan kapitalisasi pasar besar lainnya yang perlu Anda kenal adalah Ethereum. Simak ulasannya dalam artikel Apa Itu Ethereum?

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.