Cara Mengatasi Deflasi

183450

Keadaan deflasi tidak bisa berhenti dengan sendirinya, malah akan menimbulkan efek spiral bila tidak segera diatasi.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Keadaan deflasi tidak bisa berhenti dengan sendirinya, malah akan menimbulkan efek spiral bila tidak segera diatasi. Oleh karenanya pemerintah dan otoritas keuangan harus berusaha secepat mungkin untuk menghentikan begitu data-data ekonomi menunjukkan gejala timbulnya keadaan deflasi. Efek spiral deflasi bisa terjadi karena merosotnya harga-harga akan menyebabkan turunnya produksi yang mengakibatkan turunnya tingkat upah dan pada akhirnya mengakibatkan merosotnya tingkat permintaan. Hal ini akan semakin menurunkan tingkat harga, berkurangnya produksi dan efek berantai ini akan semakin memperburuk keadaan.

                                                           Cara Mengatasi

Setiap negara mempunyai cara yang berbeda dalam mengatasi deflasi. Depresi besar di AS (great depression) pada tahun 1930-an adalah contoh klasik dari efek spiral yang disebabkan oleh keadaan deflasi. Karena belum ada contoh dalam mengatasi keadaan seperti itu, pemerintah AS mengambil tindakan yang ternyata tidak efektif. Pada waktu itu presiden AS Franklin D. Roosevelt yakin bahwa deflasi yang terjadi disebabkan oleh kelebihan penawaran (supply) barang dan jasa di pasar, sehingga ia berusaha untuk menguranginya dengan cara membeli ladang-ladang pertanian dan perkebunan sehingga produk-produknya tidak membanjiri pasar. Tetapi ternyata solusi ini malah membuat perekonomian bertambah buruk dan efek spiral deflasi tetap berlangsung.

Untuk memutus rantai efek spiral deflasi diperlukan tindakan yang disiplin dan tidak terburu-buru. Dalam perkembangan selanjutnya negara-negara yang pernah mengalami keadaan deflasi belajar bahwa bank sentral mempunyai peran yang sangat penting dalam mengatasi keadaan deflasi, yaitu membanjiri pasar dengan uang, atau meningkatkan jumlah uang beredar. Sebagai contoh The Fed, Bank of Japan (BoJ) dan Bank of England (BoE) yang melakukan quantitative easing (QE) dengan membeli surat-surat berharga (bond, obligasi dan lainnya) begitu tampak gejala deflasi.

Agar lebih efektif tindakan QE juga dibarengi dengan penurunan suku bunga hingga tingkat yang paling rendah seperti The Fed yang suku bunganya saat ini 0.25%, BoE 0.5%, BoJ 0.1%, SNB (Swiss) 0.125% dan terakhir ECB (kawasan Euro) yang memangkas suku bunganya hingga 0.15% menyusul deflasi yang mulai menghantam kawasan 18 negara pengguna mata uang Euro itu. Dengan tingkat suku bunga pinjaman yang sangat rendah diharapkan bisa merangsang aktivitas perekonomian sehingga angka pertumbuhan bisa meningkat.

Meskipun cara meningkatkan jumlah uang beredar tersebut bisa berdampak pada bahaya lainnya yaitu tingkat inflasi yang berlebihan, tetapi penerapan QE yang cermat dan terukur bisa menghindari hal tersebut, seperti The Fed yang telah melakukan tapering. Sejauh ini cara penerapan kebijakan QE yang moderat dan terukur masih dianggap efektif dalam mengatasi deflasi.

Tautan:
Apa Yang Menyebabkan Deflasi ?
Dampak Deflasi Terhadap Perekonomian Dan Mata Uang

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Mat Ashari
Oh jadi itu knp QE dilangsungkan? Tapi kenapa setiap ada QE harga mata uang bisa turun ya? Lihat hubungannya dimana ane belum paham?
Martin S
@ Mat Ashari:
Karena jumlah uang yang beredar bertambah banyak, atau pasar dibanjiri dengan uang, sehingga sesuai hukum permintaan dan penawaran, jika penawaran naik maka nilai mata uang akan turun.
Yana Permana
qe kan salah 1 kebijkana bank sentral untuk menambah jumlah uang beredar. kalau menggunakan hukum supply and demand. terlalu banyak uang yang beredar akan menurunkan nilai jualnya di pasaran. aku sih ngertiinnya dari sisi itu aja. mungkin ada alasan lain juga, seperti langkah qe yang mengkonfirmasikan kecenderungan inflasi yang sedang buruk, atau biasanya juga disertai dengan penurunan suku bunga, yang bisa membatasi masuknya aliran modal.
Martin S
@ Yana Permana:
Suku bunga diturunkan untuk meningkatkan investasi sehingga aktivitas ekonomi juga meningkat dan inflasi diharapkan kembali naik.
Abil.ruslan
deflasi ini jrg trjadi y? kalo jarang knp bisa trdjadi? trus ada tanda2 tertentu seperti apa sblm trjd deflasi? krn perekonomian suatu negara ndak mungkin lgsung terdeflasi gt aja kan? psti dimulai sm tanda2 penurunan d sektor tertentu.....
Martin S
@ Abil.ruslan:
Tanda-tandanya antara lain turunnya tingkat permintaan (yang menyebabkan harga turun). Turunnya permintaan bisa karena banyak produsen yang memproduksi barang dan jasa yang sama barang sehingga terjadi persaingan yang ketat dan harga akan cenderung turun. Juga bisa karena inovasi dalam proses produksi yang menyebabkan efisiensi dan meningkatnya produksi, yang pada akhirnya menyebabkan turunnya harga.
Yana Permana
deflasi terjadi karena adanya penurunan harga secara terus menerus, yang mengakibatkan jumlah barang beredar di masyarakat lebih banyak dari uang yang dibelanjakan. Dalam jangka pendek mungkin bisa menguntungkan konsumen karena biaya konsumsi akan lebih ringan, tapi kalau terus terusan terjadi juga akan merugikan produsen dan berakibat pada meningkatnya jumlah pengangguran. Secara keseluruhan itu menggambarkan kondisi ekonomi yang sedang lesu. Tanda-tandanya bisa dilihat dari tingkat CPI yang terus turun dari waktu ke waktu, atau menurunnya tingkat kepercayaan dan belanja konsumen yang biasanya lebih dulu muncul daripada CPI. Tapi indikator utama di sini tetaplah CPI karena jika memang sudah mulai masuk ke zona negatif maka iu menandakan terjadinya deflasi di negara itu.
Rocky Coy
Oke nih pelajarannya. Emang sekarang lagi tren masalah qe & pemangkasn suku bunga. Trader EURUSD juga banyak yg naro perhatian khusus ke inflasi Euro Area yg makin turun aja. QE juga udah lama disebut2 jadi makin rame aja ini ntar kalo sampe beneran QE
Martin S
@ Rocky Coy:
Saat ini Eurozone sedang menjalankan QE..
Yohanes
Pak Martin maksud dari efek spiral yang disebabkan oleh deflasi ini gimana Pak? 
Martin S
@ Yohanes:
Maksudnya efek berantai atau efek domino yang disebabkan oleh keadaan deflasi yaitu merosotnya pendapatan produsen akibat turunnya harga yang terus menerus akan menyebabkan kerugian dan pada akhirnya akan terjadi pemutusan hubungan kerja besar-besaran. Selain itu karena banyak perusahaan yang merugi maka harga saham-saham akan turun dan para investor akan mengalihkan dananya ke negara lain yang kondisi perekonomiannya lebih baik.
Untuk keterangan bisa baca: Dampak Deflasi Terhadap Perekonomian Dan Mata Uang
Narjo
Pak martin salam knal. Bank sentral melakukan QE..itu..membeli surat hutangnya siapa ya? Apakah punya bank-bank komersil? Deflasi yang saya tau.. pemicunya adalah daya beli masyarakat yang makin menurun. Pertanyaanya..mengapa bukan langsung memberikan dana tunai ke masyarakat saja hingga langsung bisa dibelanjakan? Kenapa justru bank-bank yang diberikan fasilitas bunga rendah dan dibeli surat hutangnya?
Martin S
@ Narjo:

- Surat hutang atau obligasi ada yang diterbitkan oleh pemerintah dan oleh perusahaan. Biasanya yang paling banyak dibeli oleh bank sentral adalah surat hutang yang diterbitkan pemerintah.

- Kalau daya beli masyarakat yang semakin turun itu adalah akibat inflasi dimana harga barang-barang naik dan nilai tukar mata uang melemah. Dalam hal deflasi kebalikannya dimana harga barang-barang terus turun dan nilai tukar mata uang menguat.

- Tujuan pinjaman dengan suku bunga rendah adalah untuk memulihkan aktivitas perekonomian, yaitu dengan meningkatkan iklim investasi yang pada akhirnya akan menyerap banyak tenaga kerja dan meningkatkan produksi.

Kalau uang dibagikan langsung ke masyarakat sementara banyak yang kehilangan pekerjaan, kalau uangnya habis mereka akan tetap menganggur. Dengan menciptakan lapangan kerja maka tingkat pengangguran bisa berkurang dan aktivitas perekonomian bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Rembulan
Wah Indonesia selama ini masih belum pernah mengalami deflasi parah kan yah? yang ada justru inflasi hebat di semasa penjajahan Jepang seingat saya, sampai mata uangnya dipotong nilainya berkali-kali. Masalahnya dengan deflasi, pengucuran QE tidak pasti akan memberikan dampak positif, tuh contohnya EURO, nilai mata uangnya terus turun dari tahun ke tahun, jadi mereka akan semakin berat dalam mengimpor barang... Kalo negara maju seperti Jerman dkk sih ga masalah mereka masih bisa bertahan dengan ekspor mereka yang tinggi, tapi kalau negara dengan krisis keuangan sperti Yunani... wah tambah berabe itu, mereka lemah dalam ekspor karena tak mampu mengimpor bahan baku dari negara lain, nah loh
Firny
wah iya yah, apalgi kalo negara pengimpor seperti kita, buset lah klo Bank  sentral BI pake teknik macem QE gini, makin jatuh tersungkur nilai mata uang kita.... wah berarti negara kita ga boleh kena deflasi juga yah? riskan banget nih kalo gitu
Martin S
@ Firny:
Kalau benar-benar terjadi deflasi saya kira BI juga akan ikutan pakai program QE dan suku bunga rendah..
Martin S
@ Rembulan:
Sebagian besar negara-negara Asia belum terkena dampak deflasi seperti yang terjadi di Jepang, tetapi rata-rata tingkat inflasinya terus turun termasuk di Indonesia yang saat ini sudah dibawah 5%. Di Indonesia inflasi tinggi tidak hanya terjadi pada jaman Jepang, di jaman orde lama antara tahun 1965-1966 inflasi di Indonesia juga sangat tinggi, sampai lebih dari 600%.